3 tewas, ratusan luka-luka akibat topan Jepang

3 tewas, ratusan luka-luka akibat topan Jepang

Topan dahsyat melanda Jepang bagian barat pada hari Selasa, memutus aliran listrik ke lebih dari satu juta rumah tangga, memaksa ribuan orang mengungsi dan menewaskan sedikitnya tiga orang.

Dua puluh lima awak kapal hilang dari dua kapal kargo – satu tenggelam dan satu lagi kandas. Di seluruh negeri, 580 orang terluka, lapor lembaga penyiaran publik NHK.

Kemas angin hingga 89 mil per jam, Topan Songda (Mencari) berpusat sekitar 106 mil dari Semenanjung Noto di Laut Jepang (Mencari). Rudal tersebut diperkirakan akan melakukan perjalanan di sepanjang pantai barat negara itu dan mencapai Jepang utara pada Rabu pagi.

Sebelumnya, Songda meraung melintasi barat daya Honshu, membalikkan truk trailer, membuat lampu lalu lintas tidak berbentuk dan meledakkan atap.

Seorang pria berusia 62 tahun terkubur dalam tanah longsor di negara bagian Kagoshima selatan. Dia ditarik keluar dan dibawa ke rumah sakit, namun kemudian meninggal, kata juru bicara polisi setempat Masayuki Tajima.

Badai laut menenggelamkan kapal kargo berbendera Kamboja, Blue Ocean, dengan 18 awak Rusia di pelabuhan barat Hatsukaichi. Dua orang tewas, sementara tiga orang masih hilang, kata juru bicara Biro Penjaga Pantai Hiroshima yang tidak mau disebutkan namanya.

Petugas juga mencari 22 awak kapal Tri Ardhianto, kapal kargo Indonesia berbobot 6.300 ton, setelah kapal tersebut kandas dan tenggelam. Seluruh kru adalah orang Indonesia.

“Kami tentu saja sangat prihatin dengan nasib awak kapal, namun cuaca buruk menghambat pencarian kami,” kata juru bicara Markas Besar Regional Penjaga Pantai ke-6.

Tiga mayat ditemukan di dekatnya tetapi belum dapat diidentifikasi, kata polisi setempat.

Songda merupakan topan ketujuh yang melanda Jepang tahun ini – lebih banyak dari enam badai yang melanda negara itu pada tahun 1990, kata Badan Meteorologi.

Tayangan televisi menunjukkan ranting-ranting pohon patah akibat badai dahsyat dan orang-orang berjuang untuk berdiri tegak melawan angin.

Angin kencang dan hujan menghancurkan 27 rumah di seluruh negeri, sementara hampir 1.500 rumah terendam banjir, kata NHK. Para pejabat menyarankan 60.000 rumah tangga untuk mengungsi, Kyodo News melaporkan.

Pihak berwenang telah memperingatkan warga untuk mewaspadai tanah longsor karena topan tersebut datang hanya dua hari setelah gempa berkekuatan 6,9 dan 7,4 skala Richter mengguncang bagian barat negara itu dan melukai 43 orang.

Gempa susulan dari gempa hari Minggu berlanjut di Jepang bagian barat saat topan mendekat, dengan gempa berkekuatan 6,4 skala Richter terjadi pada Selasa pagi. Tidak ada korban luka atau kerusakan yang dilaporkan akibat gempa susulan terbaru.

Badan Meteorologi memperingatkan bahwa curah hujan hingga 16 inci dapat turun di beberapa bagian Kyushu dan Pulau Shikoku selama 24 jam ke depan.

Di Kyushu dan pulau Honshu, total 1,65 juta rumah tangga tanpa aliran listrik, kata perusahaan listrik setempat.

Kuil abad keenam yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia juga mengalami kerusakan.

Angin kencang menambah struktur kayu yang terangkat Kuil Itsukushima (Mencari), yang dikenal dengan gerbang merah yang terletak di laut saat air pasang, kata Terumi Nishimura, juru bicara Asosiasi Pariwisata Hiroshima. Hembusan angin juga merusak atap pagoda lima lantai di kuil tersebut. Angin mencapai kecepatan 135 mil per jam, kata NHK.

togel sidney