4 makanan dan minuman yang akan membuat Anda tetap terjaga dan fokus
Setiap pagi alarm berbunyi, dan pertempuran lain dalam perang tanpa akhir melawan rasa kantuk pun dimulai. Bagi orang Amerika, pertahanan utama mereka melawan pikiran berkabut adalah kafein, dengan sebanyak 85 persen populasi orang dewasa meminum setidaknya satu minuman berkafein setiap hari. Namun Anda akan lega mengetahui ada makanan dan minuman lain selain kopi (dan minuman energi berkafein) yang dapat membantu kita merasa terjaga.
Tetap terjaga bukan hanya sebuah pepatah “keadaan pikiran” – ini literal. Reaksi fisiologis yang terjadi di otak Anda menentukan kemampuan Anda untuk fokus dan tetap terjaga. Biasanya, ketika otak aktif, ia membakar energi yang dibawa oleh neurotransmitter yang disebut adenosin trifosfat (ATP). Pemecahan ATP yang terus-menerus menghasilkan adenosin biasa, dan ketika adenosin terakumulasi dalam jumlah yang cukup, hal itu memicu kebutuhan untuk tidur dan memperbarui sumber energi Anda. Kafein efektif membuat kita tetap terjaga karena kafein mengikat dan memblokir reseptor adenosin otak, sehingga menunda rasa kantuk.
Namun, rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh kafein tidak berakhir di sini: Dengan sel-sel yang tidak dapat mengenali adenosin, mereka tidak melambat; mereka benar-benar berakselerasi. Neuron mulai bekerja lebih cepat, dan tubuh mulai merasakan bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi. Kelenjar pituitari, yang terletak di dasar otak, merespons dengan melepaskan hormon yang menandakan pelepasan adrenalin.
Itu sebabnya kopinya berdengung.
Namun tetap terjaga dan fokus bukan berarti memacu adrenalin; ini juga tentang kesehatan otak. Hilangnya ingatan dan kesadaran semuanya bisa dipengaruhi oleh pola makan. Oleh karena itu, untuk menjadi manusia yang lebih utuh, terjaga, dan berfungsi, Anda harus mengambil pendekatan dua arah yang mengubah keseimbangan kimiawi di otak sekaligus menjaga kesehatannya.
Berikut delapan makanan yang akan membantu Anda tetap terjaga dan fokus.
Lainnya dari The Daily Meal
Apel
Apel mengandung serat dalam jumlah tinggi dan gula alami yang terurai perlahan di dalam tubuh, melepaskan aliran glukosa ke dalam aliran darah dan menyediakan sumber energi yang konsisten bagi tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa apel meningkatkan kesehatan saraf karena mengandung quercetin, salah satu dari dua senyawa yang ditemukan dapat mengurangi peradangan neuron. Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease mengaitkan konsumsi jus apel dengan peningkatan neurotransmitter penting, asetilkolin, yang ditemukan meningkatkan daya ingat pada tikus dengan gejala demensia.
Alpukat
Dalam sebuah penelitian yang didanai oleh Hass Avocado Council, alpukat ditemukan meningkatkan kadar lutein di otak, yang terkait dengan peningkatan kognisi. Lemak jenuh tunggal pada alpukat juga bermanfaat bagi saraf pembawa informasi di otak.
Sarapan
Meski bukan makanan semata, makanan pertama di pagi hari—entah itu telur, oatmeal, atau yogurt—penting untuk memori jangka pendek. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang sarapan pagi memiliki kinerja lebih baik dalam ujian dibandingkan teman sebayanya dan dapat fokus lebih lama.
Sayuran berdaun gelap
Kangkung, bayam, dan lobak hijau kaya akan folat, yang terbukti menjaga otak berfungsi dengan kecepatan penuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa individu dengan kadar folat yang rendah, juga dikenal sebagai asam folat atau vitamin B9, dalam tubuhnya lebih mungkin mengalami depresi. Depresi mengubah zat kimia di otak dan dapat menguras energi.