5 tren teknologi DIY keren dari World Maker Faire

NEW YORK Sekitar 700 penemu dan inovator berkumpul di New York Hall of Science dari tanggal 20 hingga 21 September untuk memamerkan kreasi keren dan proyek DIY yang menyenangkan di World Maker Faire tahunan yang kelima.

Dijuluki sebagai “pertunjukan (dan cerita) terhebat di dunia”, acara dua hari ini merayakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat kreatif. Inovasi yang dipamerkan berkisar dari robot laba-laba cetakan 3D hingga mesin pembuat bir otomatis yang terhubung ke iPhone.

Berikut beberapa tren paling keren dalam teknologi DIY dari World Maker Faire:

Drone buatan sendiri

Drone menjadi lebih terjangkau, namun sekarang perusahaan seperti “Drone It Yourself” menjual peralatan yang dapat digunakan siapa saja untuk membuat pesawat robotik mereka sendiri. (Lihat foto dari Maker Faire)

Organisasi dan perusahaan lain, termasuk DroneKraft yang berbasis di Brooklyn, membantu menghubungkan pemilik dan penggemar drone. Balapan drone dan “pertempuran” drone juga muncul sebagai kegiatan rekreasi yang populer.

Namun seiring semakin banyaknya drone yang mengudara, pengaturan penggunaannya akan menghadirkan tantangan baru, kata pengacara Brendan Schulman, penasihat khusus di Kramer Levin Naftalis & Frankel di New York City, saat presentasi di Maker Faire.

Federal Aviation Administration (FAA), badan pengatur yang mengawasi penerbangan sipil, mempunyai tugas yang harus diselesaikan untuk menentukan siapa yang boleh menerbangkan drone, di mana perangkat tersebut boleh terbang, dan jenis drone teknologi apa yang boleh terbang. untuk dibawa

Seni bertemu pencetakan 3D

Manufaktur bukan satu-satunya bidang yang mendapat manfaat dari pencetakan 3D. Seniman juga menggabungkan pencetakan 3D dan bagian cetakan 3D ke dalam karya mereka.

Diemut Strebe, seorang seniman yang sering menggabungkan pencetakan 3D dan alam ke dalam karyanya, menggunakan printer 3D untuk membuat replika hidup telinga Vincent van Gogh, dan London Science Museum mendedikasikan seluruh pameran untuk seni cetak 3D. Musim panas ini, Museum Brooklyn mengadakan kelas untuk mengajari siswa sekolah menengah cara mendesain dan mencetak karya seni 3D mereka sendiri.

Pencetakan 3D memperluas dunia seni dan membuka media baru untuk dijelajahi para seniman, kata Ana Fernandez, seniman yang tinggal di Brooklyn, saat presentasi Maker Faire.

Arduino

Platform elektronik Arduino membantu semua pengguna menjadi penemu dan merancang kreasi teknologi tinggi mereka sendiri, seperti robot sederhana dan sensor gerak.

Perusahaan ini diluncurkan pada tahun 2005, namun Arduino memerlukan waktu beberapa tahun untuk dapat menguasainya. Menurut situs web perusahaan“Arduino adalah alat untuk membuat komputer yang dapat merasakan dan mengendalikan lebih banyak dunia fisik daripada (bisa) komputer Anda.”

Platform sumber terbuka menggunakan papan kontrol, dan pengguna dapat menulis kode mereka sendiri dalam C atau C++ untuk papan tersebut. Pengguna dapat membeli papan ini dalam bentuk rakitan atau sebagai perlengkapan DIY. (Mesin Super Cerdas: 7 Masa Depan Robotik)

Proyek pemula yang umum mencakup robot, sistem untuk menyalakan dan mematikan lampu LED, keyboard sederhana, dan termostat.

Perangkat yang dapat dikenakan yang tidak biasa

Teknologi yang dapat dikenakan, seperti pelacak kebugaran, menjadi semakin populer, namun banyak desainer yang menggunakan teknologi perangkat yang tidak konvensional ditampilkan di Maker Faire.

Misalnya, Kate Hartman membuat dua topi teknologi yang dapat dikenakan di depan penonton langsung saat presentasi di Maker Faire. Setiap topi memiliki sirkuit yang terhubung ke kancing yang dijahit pada pakaian. Ketika seseorang yang memakai salah satu topi menyentuh kancingnya, sirkuit di topi lainnya akan bergetar.

Jadi, jika seseorang keluar topik atau terancam kehilangan klien saat rapat bisnis, rekan pembicara dapat menggunakan tombol tersebut untuk memberi sinyal bahaya, kata Hartman.

“Percakapan di cocktail party atau pertemuan bisnis hanya mewakili sebagian kecil dari komunikasi yang terjadi,” kata Hartman saat presentasi. “Banyak di antaranya bersifat non-verbal, dan perangkat yang dapat dikenakan ini dapat menambahkan dimensi lain pada komunikasi non-verbal.”

Penemu lain di Maker Faire berbagi ide untuk aksesori Wi-Fi portabel. Reseptor Wi-Fi dapat tertanam pada benda-benda seperti jepit rambut atau gelang, memberikan pengguna koneksi nirkabel hands-free di mana pun mereka berada.

Musik interaktif

Beberapa penemu di Maker Faire sedang mencari cara untuk membuat musik menjadi pengalaman yang lebih interaktif.

Ototo, sebuah synthesizer dan ‘kit penemuan musik’, memungkinkan pengguna membuat instrumen mereka sendiri dari objek apa pun. Papan synthesizer kecil memiliki tombol penghasil suara yang disusun seperti keyboard; itu juga termasuk speaker, bersama dengan jack headphone dan colokan USB.

Orang dapat menempelkan synthesizer ke pipa, sepotong buah, kursi, atau benda lainnya dengan klip buaya dan benda tersebut menjadi alat musik. Pengguna bahkan dapat membuat satu set drum dari buah atau mengubah pipa menjadi klarinet kasar.

Proyek interaktif musik lainnya yang disebut Smomid menghubungkan alat musik buatan sendiri dengan tampilan cahaya dan robot yang berkedip dan bergerak saat pengguna memutar musik.

bocoran rtp live