5 trik menghentikan perut kembung sekarang
Tidak perlu lagi mengunyah permen karet di maskapai berbiaya rendah ini. (iStock)
Pernahkah Anda mengeluh tentang perut kembung Anda? Ceritanya selalu sama: Anda mulai makan sehat lagi setelah akhir pekan dengan pilihan makanan yang dipertanyakan dan BOOM! inflasi dimulai. Setiap hari Senin tidak harus dimulai dengan membuka kancing celana. Berikut beberapa tip untuk mengurangi kembung dan membuat minggu Anda berjalan ke arah yang benar.
1. Panaskan, dan tambahkan sedikit lemon:
Minum air hangat dengan lemon adalah obat kuno untuk meredakan perut kembung, dan ilmu pengetahuan mendukung klaim tersebut. Secangkir air lemon hangat setiap pagi membantu pencernaan tubuh dan membuat metabolisme berjalan lancar dan dini. Ketika ditambahkan ke air panas, lemon bertindak sebagai diuretik alami dan pencahar dengan merangsang enzim pencernaan pankreas. Kapan pun tubuh membuang limbah (misalnya saat Anda menggunakan kamar mandi), kembung akan berkurang. Minuman sederhana ini tidak hanya meningkatkan metabolisme, tetapi juga dikenal dapat menghentikan keinginan ngemil asin dan manis sepanjang hari. Dan bagi yang ingin beralih, teh hijau dan jahe memiliki manfaat yang sama dan menambahkan sedikit rasa juga. Pastikan untuk menyesapnya perlahan dan gunakan sedotan untuk memerangkap lebih sedikit gelembung udara (alias perut kembung) di perut Anda.
2. Meludahkan gusi Anda:
Banyak orang mengunyah permen karet sebagai penopang untuk menghentikan ngidam dan mengobati rasa bosan. Namun, apa yang kebanyakan orang tidak sadari adalah bahwa dengan setiap potongan baru yang dipelintir, terjadi kembung. Pasalnya, saat kita mengunyah permen karet sepanjang hari, kita menelan udara dan menjebak gelembung udara di perut sehingga menyebabkan kembung. Permen karet juga mengandung gula alkohol dan pemanis buatan seperti sorbitol dan xylitol, yang diketahui menyebabkan perut kembung. Ketika pemanis tersebut tertelan, bakteri di usus besar akan berfermentasi dan menyebabkan gas. Selain itu, zat tersebut menyebabkan tubuh menahan air. Jika Anda tidak bisa berhenti mengonsumsi permen karet, cobalah permen karet organik yang menggunakan stevia sebagai pengganti aspartam untuk mengurangi risiko retensi permen karet.
3. Kompres perut dengan daun ketumbar:
Meski rasanya cukup kontroversial, daun ketumbar sebenarnya bisa membantu meredakan kembung. Itu karena ramuan berdaun hijau ini menyediakan serat dan campuran minyak unik, seperti linalool dan geranyl acetate, yang bekerja sama untuk mengendurkan otot pencernaan kita. Minyak ini juga menenangkan usus yang terlalu aktif dan menyebabkan perut kita kembung. Meskipun daun ketumbar meninggalkan rasa tidak enak di mulut Anda saat musim pantai, sifat anti-kembungnya pasti tidak akan terasa!
Lebih lanjut tentang ini…
4. Lambat meledak:
Tip mudah untuk mendapatkan bagian tengah tubuh yang rata adalah dengan memperlambat kecepatan makan Anda. Ketika kita dengan cepat memasukkan sesuap makanan ke dalam mulut kita, udara tambahan juga ikut masuk. Udara itu harus pergi ke suatu tempat dan akibatnya adalah perut kembung. Dengan makan lebih lambat, jumlah udara ekstra yang tertelan dapat diminimalkan dan kembung yang tidak diinginkan tidak terjadi. Untuk membantu Anda memperlambat kecepatan, pertimbangkan untuk meletakkan garpu di antara suapan – tidak ada waktu makan yang memakan waktu kurang dari dua puluh hingga tiga puluh menit untuk dimakan. Bonus: memperlambat waktu makan juga akan memberikan waktu bagi otak Anda untuk menyadari kapan sudah kenyang dan oleh karena itu dapat membantu mencegah Anda makan berlebihan.
5.+ plus potasium – dikurangi kembung:
Natrium dan kalium adalah dua elektrolit yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh kita. Natrium menahan air dan potasium membuang kelebihan air (yang membantu mencapai perut yang lebih rata dan bebas kembung.) Pola makan orang Amerika menyediakan natrium dalam jumlah berlebih, yang mengakibatkan retensi air dalam jumlah berlebihan – AKA kembung. Kabar baiknya adalah buah-buahan dan sayuran tertentu, seperti pisang, pepaya, bayam, kentang, dan alpukat, secara alami kaya akan potasium, sehingga mengonsumsinya dapat membantu mengembalikan keseimbangan kadar air dalam tubuh. Pastikan untuk mendapatkan kalium dari makanan asli, bukan dari suplemen, karena suplemen kalium telah dikaitkan dengan risiko kesehatan seperti mengganggu irama jantung teratur.