5 Cara Meningkatkan Fleksibilitas
(Andrew Meade Photography, Inc.)
Sulit untuk memasukkan olahraga yang tepat ke dalam rutinitas harian kita.
Antara pekerjaan dan komitmen pribadi, pergi ke gym telah menjadi alasan untuk merayakannya. Menjalani hidup tanpa aktivitas fisik dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan obesitas. Bahkan ketika kita berolahraga, kita seringkali hanya berfokus pada angkat berat dan aktivitas kardiovaskular—keduanya sangat penting, tetapi kita mengabaikan fleksibilitas.
Peregangan sederhana dapat meningkatkan sirkulasi, postur dan suasana hati, serta mengurangi kekakuan sendi dan kekakuan otot. Popularitas yoga baru-baru ini telah membantu memperbaiki hal ini, tetapi masih banyak orang di seluruh dunia yang akan sangat diuntungkan dari gaya hidup yang lebih aktif yang mencakup peregangan teratur.
Berikut adalah beberapa bentuk umum peregangan untuk meningkatkan fleksibilitas Anda.
Peregangan pasif
Ini adalah salah satu bentuk peregangan yang paling umum—mungkin yang kedua setelah menguap sambil merentangkan tangan di bilik kerja. Peregangan pasif adalah apa yang kami ajarkan kepada anak-anak dan remaja sebelum pertandingan bola basket, permainan karate, dan sebagainya. Anda meregangkan bagian tubuh menjadi pose dan mempertahankannya dengan bantuan bagian tubuh lainnya. Saat Anda memegang satu tangan di dada dan meregangkannya ke belakang dengan tangan lainnya, Anda melakukan peregangan pasif.
Peregangan aktif
Cara peregangan ini adalah saat Anda memegang posisi tertentu dan mempertahankannya hanya dengan kekuatan otot Anda. Posisi peregangan aktif biasanya dapat membantu sekitar 8 hingga 10 detik.
Peregangan isometrik
Ini adalah bentuk peregangan statis yang memperkuat dan memperpanjang otot Anda. Cara paling umum untuk melakukan peregangan isometrik adalah dengan melakukan perlawanan dengan anggota tubuh Anda sendiri. Contoh umum peregangan isometrik adalah saat Anda duduk, rentangkan kaki kiri, letakkan bagian bawah kaki kanan di bagian dalam kaki kiri, tekuk ke depan, sentuh kaki kiri dengan tangan dan berikan tekanan, regangkan otot kaki. . Perlawanan tambahan yang Anda terapkan membantu membangun kekuatan otot.
Peregangan dinamis
Metode peregangan ini dapat meningkatkan performa atletik dan mengurangi risiko cedera. Ini berbeda dengan peregangan pasif karena Anda tidak mempertahankan postur tubuh yang panjang dan tidak bergerak untuk jangka waktu yang lama. Sebaliknya, Anda meningkatkan kecepatan dan mencapai secara bertahap saat Anda menggerakkan anggota tubuh dan tubuh Anda, tidak pernah melampaui jangkauan gerak Anda. Metode ini dapat mencakup pengangkatan kaki, tendangan, dan lunge.
Peregangan balistik
Teknik peregangan di atas dapat meningkatkan kesejahteraan Anda, tetapi Anda harus waspada terhadap metode lain yang sekarang dianggap berisiko. Peregangan balistik pernah menjadi populer, tetapi telah diteliti oleh banyak terapis fisik. Bentuk peregangan ini menggunakan momentum tubuh Anda untuk memperluas jangkauan gerak Anda. Anda biasanya mengayunkan atau memantulkan anggota tubuh melalui berbagai gerakannya. Di masa lalu, seniman bela diri dan pesenam yang membutuhkan kelenturan aktif menggunakan bentuk peregangan ini. Namun, banyak ahli berpendapat bahwa peregangan balistik dapat menyebabkan cedera dan tidak merekomendasikannya.