Remaja muda kemungkinan besar tidak melakukan hubungan seks

Meskipun ada keresahan media secara berkala, remaja muda sangat kecil kemungkinannya untuk aktif secara seksual, demikian temuan penelitian baru. Dan bahkan remaja yang lebih tua pun lebih sering menunda seks dibandingkan masa lalu.

Penelitian yang dipublikasikan secara online pada tanggal 1 April di jurnal Pediatrics, menemukan bahwa hanya 2,4 persen anak usia 12 tahun yang pernah berhubungan seks. Pada usia 16 tahun, sepertiga remaja melaporkan aktivitas seksual, dan jumlah tersebut meningkat menjadi 71 persen pada usia 18 dan 19 tahun.

Rendahnya tingkat aktivitas seksual di kalangan remaja telah menjadi hal yang biasa selama beberapa dekade, kata para peneliti dalam studi tersebut. Namun belakangan ini, remaja yang lebih tua tampak lebih banyak cenderung melakukannya dengan lambatJuga.

“Para pembuat kebijakan dan media sering membuat sensasi perilaku seksual remaja, menunjukkan bahwa remaja berusia 10 atau 11 tahun semakin aktif secara seksual,” kata peneliti studi Lawrence Finer dari lembaga nirlaba Guttmacher Institute dalam sebuah pernyataan. “Tetapi data yang ada tidak mendukung kekhawatiran tersebut. Sebaliknya, kita melihat remaja menunggu lebih lama untuk berhubungan seks, lebih sering menggunakan kontrasepsi ketika mereka mulai berhubungan seks, dan kecil kemungkinannya untuk hamil dibandingkan rekan-rekan mereka pada dekade yang lalu.” (Tingkat kehamilan remaja menurut negara bagian)

Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya bahwa kehamilan remaja saat ini tingkat terendah dalam 40 tahun. Sebuah laporan yang dirilis pada tahun 2012 menemukan bahwa kehamilan remaja mencapai puncaknya pada tahun 1990 dan menurun sebesar 42 persen selama 18 tahun berikutnya. Pada tahun 2008, data tahun terakhir yang tersedia, 68 dari setiap 1.000 remaja mengalami kehamilan.

Finer dan rekan penulisnya Jesse Philbin, juga dari Guttmacher, menggunakan data yang mewakili nasional dari Survei Nasional Pertumbuhan Keluarga untuk melacak sejarah seksual remaja dari waktu ke waktu. Data tersebut berasal dari tahun 2006 hingga 2010.

Mereka menemukan bahwa kemungkinan seorang remaja aktif secara seksual pada kelompok umur mana pun lebih rendah dibandingkan kapan pun dalam 25 tahun terakhir. Terlebih lagi, lebih dari 80 persen anak usia 16 tahun melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya alat kontrasepsi yang digunakan, para peneliti menemukan. Setahun kemudian, 95 persen remaja tersebut menggunakan kontrasepsi. Angka ini serupa dengan angka yang terlihat pada remaja yang mulai berhubungan seks setelah usia 16 tahun.

Remaja yang lebih muda memiliki pola yang lebih mengkhawatirkan, dimana remaja mulai berhubungan seks sebelum usia 14 tahun, lebih jarang menggunakan alat kontrasepsi, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menerapkannya ke dalam aktivitas seksual mereka.

Penemuan meresahkan lainnya adalah bahwa dari sedikit remaja yang melaporkan melakukan hubungan seks, banyak atau sebagian besar tidak melakukannya secara sukarela. Para peneliti menemukan bahwa 0,6 persen anak usia 10 tahun dilaporkan melakukan hubungan seks; 62 persen perempuan yang mengatakan bahwa mereka berhubungan seks pada usia tersebut melaporkan bahwa hal itu dilakukan secara paksa.

Demikian pula, 1,1 persen anak usia 11 tahun melaporkan bahwa mereka pernah berhubungan seks, dan 50 persen perempuan dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa hubungan seks pertama mereka dilakukan secara paksa.

Hak Cipta 2013 Ilmu Hidup, sebuah perusahaan TechMediaNetwork. Seluruh hak cipta. Materi ini tidak boleh dipublikasikan, disiarkan, ditulis ulang, atau didistribusikan ulang.

pragmatic play