Pendukung Mengejar Medali Kehormatan untuk Veteran Perang Dunia II
18 April 2009: Penerima Medal of Honor Letnan Angkatan Darat AS. Kol. James Megellas, berpidato di depan penonton di Dallas Military Ball, di Dallas, Texas. (DoD)
FOND DU LAC, Wis. – Para pendukung veteran Perang Dunia II yang dihormati meningkatkan upaya mereka untuk melihat penduduk asli Wisconsin berusia 96 tahun itu menerima Medal of Honor.
James Megellas memperoleh dua Bintang Perak, dua Bintang Perunggu, dan dua Hati Ungu. Namun para pendukungnya mengatakan pensiunan letnan kolonel itu pantas mendapat penghargaan tertinggi dari angkatan darat karena menggunakan dua granat untuk menghancurkan tank Jerman seorang diri. Media Wartawan dilaporkan.
Megellas awalnya dinominasikan untuk Medal of Honor. Namun dokumen tersebut tidak mencantumkan rincian tentang peristiwa yang melibatkan tank tersebut, sehingga penghargaan tersebut diturunkan menjadi Silver Star.
“Militer AS telah melakukan hal-hal besar,” kata Jim Neumann, warga Fond du Lac yang menangani kasus Megellas. “Tetapi ini adalah situasi di mana kami sangat yakin mereka telah melakukan kekeliruan.”
Perwakilan AS. Tom Petri sebelumnya memperkenalkan undang-undang yang meminta agar Presiden Barack Obama menganugerahkan Megellas Medal of Honor, namun hal tersebut tidak mendapatkan banyak dukungan. Dia mengatakan dia berencana untuk mencoba lagi.
“Saya merasa, dan yang pasti mereka yang bertugas bersama Jim “Maggie” Megellas merasakan, ada ketidakadilan,” kata Petri. Anggota Kongres dari Partai Republik tersebut mengatakan dia tidak tahu bagaimana upaya baru ini akan berjalan, namun berharap RUU tersebut setidaknya akan menarik perhatian lebih lanjut kepada Megellas.
Megellas, penduduk asli Fond du Lac, dikenang karena keberaniannya di Herresbach, Belgia, pada 28 Januari 1945.
“Kami sedang terlibat baku tembak sengit, dan tiba-tiba di tikungan sebuah tank datang ke arah kami,” kenang Megellas dalam wawancara telepon baru-baru ini.
Ketika tank musuh Jerman Mark V menyerang pasukan, Megellas langsung beraksi. Dia melumpuhkan tank dengan satu granat, lalu bergegas ke atas dan melemparkan granat kedua ke kompartemen kru.
Neumann mengatakan dia hanya menemukan catatan lima kasus di mana seorang tentara Amerika sendirian menghentikan tank musuh selama Perang Dunia II. Empat lainnya menerima Medal of Honor.
“Itu tidak masuk akal bagi saya dan banyak orang lainnya,” kata Neumann.
Megellas tetap bersyukur dan rendah hati dengan keributan yang terjadi tentang dirinya. Ia mengaku berterima kasih atas dukungan dan ketertarikan masyarakat, yang mana hal ini terasa seperti sebuah penghargaan baginya.
Ia juga mengatakan bahwa jika ia menerima medali tersebut, itu akan menjadi suatu kehormatan tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga, teman, dan komunitasnya.
“Saya akan memakai medali itu, tapi akan banyak orang yang terlibat,” ujarnya. “Banyak sekali orang.”