Pensiunnya Gajah: Akankah kepindahan Ringling Bros. menjadi pengubah permainan?
Hampir tiga bulan lalu, juru bicara Ringling Bros. dan Barnum & Bailey Circus berkata kepada reporter, “Kami tidak bisa tampil tanpa gajah.” Selama lebih dari satu abad, sirkus menampilkan kawanan gajah sebagai kawanannya resistensi potonganklimaks dari pertunjukan memukau yang dapat dihadirkan oleh Ringling, dan hanya Ringling.
Mendukung Ringling karena telah menutup tirai rutinitas gajah kuno tersebut. Namun tidak cukup hanya berhenti disitu saja. Harimau pelompat api dan aksi unta baru yang mereka lakukan juga perlu dipensiunkan. Kehidupan hewan-hewan tersebut pun tak kalah menyedihkannya.
Jadi, dapat dimengerti bahwa pengumuman sirkus pada hari Kamis bahwa mereka akan menghentikan pertunjukan gajah pada tahun 2018 adalah hal yang sangat mengejutkan, sebuah perubahan yang suatu hari nanti dapat menyebabkan hilangnya pertunjukan binatang liar di negara ini.
Mendukung Ringling karena telah menutup tirai rutinitas gajah kuno tersebut. Namun tidak cukup hanya berhenti disitu saja. Harimau pelompat api dan aksi unta baru yang mereka lakukan juga perlu dipensiunkan. Kehidupan hewan-hewan tersebut pun tak kalah menyedihkannya.
Kita bisa memperdebatkan apa yang mengubah hati Ketua dan CEO Feld Entertainment, Kenneth Feld. Namun keluarganya mengakui bahwa ketidaknyamanan masyarakat saat menyaksikan aksi gajah yang dilakukan diiringi musik yang menggelegar dan di bawah lampu sorot turut berperan dalam hal ini.
Orang-orang Amerika tergila-gila dengan binatang, dan semakin banyak dari kita yang menyadari betapa menyedihkannya kehidupan gajah sirkus—terpisah dari induknya dan dipaksa belajar trik sejak usia dini, dirantai dan diseret ribuan mil ke seluruh negeri—ketidakpuasan kita pun mulai memuncak.
Membalas gajah, harimau, dan beruang adalah satu hal untuk membuat mereka tampil kembali ketika kita berpikir bahwa hewan adalah hewan yang tidak punya pikiran dan tidak merasakan sakit. Saat ini, tidak ada alasan lagi: kita tahu bahwa gajah pada khususnya adalah makhluk cerdas yang mampu mengekspresikan humor, simpati, dan kesedihan—dan tentu saja mampu merasakan efek dari dinding pengait. Dan kita melihat betapa bahagia dan sehatnya gajah ketika mereka dapat berkeliaran dengan bebas di lingkungan alami The Elephant Sanctuary di Tennessee dan PAWS Sanctuary di California. (“Ele-cam” dari Suaka Gajah sangat sukses: www.gajah.com.)
Jadi, dukunglah Ringling karena telah menutup tirai rutinitas gajah kuno itu. Namun tidak cukup hanya berhenti disitu saja. Harimau pelompat api dan aksi unta baru yang mereka lakukan juga perlu dipensiunkan. Kehidupan hewan-hewan tersebut pun tak kalah menyedihkannya. Hal yang sama berlaku untuk sirkus-sirkus kecil yang melintasi jalan-jalan terpencil di negara itu dengan kebun binatangnya sendiri.
Gelombang perlawanan terhadap eksploitasi hewan akan semakin meningkat, sehingga dunia sirkus dapat menghindari sakit kepala yang terus-menerus dengan menjadi yang terdepan. Terlebih lagi, sirkus tanpa binatang bukanlah hal yang mustahil kedengarannya. Adakah yang benar-benar percaya bahwa anak-anak zaman sekarang dilirik oleh beruang menari? Di sirkus yang saya hadiri, anak-anak terlalu sibuk bermain dengan tongkat khayalan mereka sehingga tidak memperhatikan tingkah laku binatang. Lebih dari selusin negara di luar negeri melarang hewan liar hadir di sirkus dan lihatlah: pertunjukan terus berlanjut.