Gempa bumi kuat mengguncang Indonesia, sedikitnya 22 orang tewas
JAKARTA, Indonesia – Serangkaian yang kuat gempa bumi (mencari) mengenai remote control Indonesia Papua (mencari) provinsi pada hari Jumat, menewaskan hingga 22 orang, melukai hingga 600 orang dan menghancurkan ratusan rumah, kata pihak berwenang.
Gempa bumi tersebut, yang terbesar diperkirakan berkekuatan 6,8 skala Richter, terjadi paling parah di kota Nabire, merusak bandara setempat, jembatan, jalan dan bangunan, kata Margiono, ahli seismologi di Badan Meteorologi dan Geofisika di ibu kota provinsi tersebut , dikatakan. Jayapura (mencari).
Margiono, yang seperti banyak orang Indonesia hanya menggunakan satu nama, mengatakan penduduk desa di daerah tersebut telah melaporkan adanya tsunami, atau gelombang pasang, di dekat Teluk Cendrawasih, namun hal ini tidak dapat dikonfirmasi.
Polisi mengatakan delapan orang tewas, namun kantor berita Antara melaporkan 22 orang tewas.
Fauzi, ahli meteorologi di Jakarta, mengatakan sebanyak 600 orang terluka dan dia memperkirakan jumlahnya akan meningkat.
“Bangunan RSUD Nabire rusak parah dan banyak korban luka tampaknya berada di luar tenda,” kata Fauzi, pejabat lain di badan geofisika.
Nabire terletak di pantai utara Papua, 2.000 mil timur laut Jakarta. Provinsi yang sebelumnya bernama Irian Jaya ini menempati separuh bagian barat Pulau New Guinea.
Gempa bumi juga melanda kota terdekat Enarotali dan Manokwari.
“Masyarakat tinggal di tenda. Mereka tidak berani pulang. Mereka masih takut akan terjadi gempa bumi lagi,” Musa Horen, pejabat kota di Manokwari, seperti dikutip oleh radio El-Shinta di Jakarta.
Gempa tersebut merusak sekitar 500 rumah di daerah tersebut, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, katanya.
Beberapa getaran dirasakan di seluruh wilayah mulai pukul 04:05 hingga 06:30 (14:05 EST hingga 16:30 EST Kamis.)
Yang terbesar, berkekuatan 6,9, berpusat empat mil sebelah timur kota Nabire dan kedalaman 50 mil, menurut Badan Meteorologi dan Geofisika setempat. Gempa tersebut berlangsung sekitar 30 detik dan langsung disusul sembilan gempa susulan.
Survei Geologi AS, yang melacak gempa bumi di seluruh dunia, memperkirakan kekuatan gempa berkekuatan 6,8 skala Richter dan kedalaman gempa mencapai enam mil. Observatorium Hong Kong menetapkan waktu tujuh menit kemudian.
Margiono mengatakan, sedikit perbedaan pemberitaan waktu dan magnitudo gempa diyakini disebabkan perbedaan kalibrasi peralatan masing-masing.
Gempa bumi berkekuatan 6 magnitudo dapat menimbulkan kerusakan cukup parah jika melanda pemukiman warga.
Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia, rentan terhadap gempa bumi karena lokasinya di “Cincin Api” Pasifik – busur vulkanik dan palung samudera yang sebagian mengelilingi cekungan Pasifik.