Apakah Anda merasakan angin? Swedia kembali menerapkan wajib militer

Bayangkan jika Presiden Trump, yang telah berjanji untuk membangun kembali militer Amerika, besok mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menerapkan kembali rancangan militernya. Apakah menurut Anda akan ada pertentangan? Hal serupa juga dilakukan oleh negara lain: Swedia menerapkan wajib militer universal, dan sejauh ini tidak ada yang mengeluh.

Keputusan untuk mewajibkan semua remaja berusia 18 tahun – baik laki-laki maupun perempuan – untuk mendaftar wajib militer mulai tahun depan adalah akibat langsung dari meningkatnya kegelisahan Swedia atas perilaku agresif Rusia di Ukraina, dan baru-baru ini, di dalam dan sekitar negara-negara Baltik.

Seperti Amerika Serikat, Swedia mengandalkan sukarelawan untuk dinas militer sejak tahun 2010. Namun akhir-akhir ini, negara tersebut tidak dapat memenuhi kuotanya, sehingga mendorong kementerian pertahanan untuk memperkenalkan kembali rancangan tersebut. Dari sekitar 13.000 warga Swedia yang lahir pada tahun 1999, sekitar 4.000 akan dipilih untuk bertugas hingga satu tahun.

Pejabat Swedia tidak mengetahui alasan perubahan tersebut. Aneksasi Krimea oleh Rusia pada tahun 2014 menyebabkan kegemparan di seluruh dunia. Swedia, yang terletak tepat di seberang Laut Baltik dari Estonia, Latvia, dan Lituania, khawatir Rusia mungkin mempunyai rencana terhadap ketiga negara tersebut, yang pernah menjadi bagian dari bekas Uni Soviet.

Keputusan untuk mewajibkan semua remaja berusia 18 tahun – baik laki-laki maupun perempuan – untuk mendaftar wajib militer mulai tahun depan adalah akibat langsung dari meningkatnya kegelisahan Swedia atas perilaku agresif Rusia di Ukraina, dan baru-baru ini, di dalam dan sekitar negara-negara Baltik.

Swedia punya banyak alasan untuk mewaspadai Presiden Vladimir Putin. Pasukan militer Rusia mengarahkan pembantaian yang sedang berlangsung di Ukraina timur, meskipun Kremlin bersikeras bahwa yang melakukan pertempuran adalah pihak Ukraina yang pro-Rusia. Dan pemboman besar-besaran yang dilakukan Rusia terhadap pasukan pemberontak di Suriah adalah alasan utama mengapa Presiden Bashar Al-Assad terus mempertahankan kekuasaan di negara Timur Tengah yang hampir punah itu.

Baru-baru ini, tentara Rusia telah maju ke dekat perbatasan dengan Latvia, diduga untuk “bermanuver”. Sebagai tanggapan, AS mengerahkan unit pasukan khusus untuk bekerja sama dengan pasukan negara-negara Baltik, dan mengirimkan sinyal kepada Putin bahwa agresi di wilayah tersebut tidak akan ditoleransi.

“Jika kita menginginkan unit militer yang penuh dan terlatih, sistem sukarela harus dilengkapi dengan wajib militer,” kata Menteri Pertahanan Peter Hultqvist kepada stasiun televisi Swedia.

Secara tradisional netral dalam perselisihan internasional dan terkenal liberal karena kebijakan sosialnya, Swedia bukan anggota NATO, meskipun negara ini memelihara hubungan kerja sama dengan aliansi militer Barat.

Mayoritas warga Swedia yang disurvei dalam jajak pendapat nasional tahun lalu mengatakan mereka mendukung kembalinya wajib militer. Sejauh ini, belum ada protes besar-besaran atas pengumuman tersebut.

Amerika Serikat mengakhiri wajib militer bagi para pemuda pada tahun 1973 dan beralih ke angkatan bersenjata yang seluruhnya terdiri dari sukarelawan. Sejauh ini, sudah cukup banyak warga negara yang bersedia mengenakan seragam negaranya, dan hal itu patut menjadi kebanggaan bagi seluruh warga Amerika.

Namun keputusan Swedia untuk mengembalikan konsep tersebut merupakan pengingat bahwa dunia adalah tempat yang tidak stabil dan bahwa masyarakat terkadang harus berkorban untuk mempertahankan cara hidup mereka.

togel sidney