Balita yang bungkuk bisa tidur lebih buruk di malam hari
Bagi orang tua yang memiliki anak kecil, waktu tidur siang bisa menjadi waktu terbaik dalam sehari: rumah sepi, anak-anak sedang tidur, dan akhirnya ada satu atau dua jam waktu pribadi.
Tapi ini tidur siang Anak-anak kecil juga cenderung kurang tidur sepanjang malam, setidaknya menurut tinjauan baru dari para peneliti di Australia. Tim menemukan bahwa anak-anak berusia 2 tahun ke atas lebih mungkin mengidap penyakit ini Kesulitan tertidur di malam hari, dan agar lebih cocok.
Namun, dampaknya cukup kecil dan para ahli dari luar tidak yakin. Penelitian ini mengamati anak-anak dari berbagai usia, sehingga hasilnya sulit untuk ditafsirkan.
Dan meskipun banyaknya waktu siang hari berarti anak-anak kurang tidur di malam hari, bukan berarti orang tua harus mengabaikan tidur siangnya, kata Dr. Richard Ferber, direktur Pusat Gangguan Tidur Anak di Rumah Sakit Anak Boston, dan penulis “Solve Your Child’s Sleep Problems” (Touchstone, 2006).
“Anak kecil perlu rileks agar bisa tampil optimal,” kata Ferber kepada Live Science. “Anda tidak ingin tidur, hilangkan mereka untuk melihat apakah mereka bisa tidur lebih nyenyak di malam hari, Anda ingin mereka tidur dengan cara terbaik.” (Berapa Banyak Tidur yang Sebenarnya Anda Butuhkan? Infografis)
Pedoman tidur
Rata-rata anak-anak usia 3 hingga 5 tahun harus tidur Antara 11 dan 13 jam sehari, dan biasanya tidur siang pada usia 5 tahun, menurut National Sleep Foundation. Namun, cara anak-anak mendapatkan tidurnya berbeda-beda: beberapa balita mungkin tertidur sepanjang malam, sementara yang lain mungkin tidur siang yang panjang.
Dalam ulasan baru tersebut, peneliti yang dipimpin oleh Karen Thorpe, dari Queensland University of Technology, mengamati 26 penelitian yang menilai tidur pada anak-anak sejak lahir hingga usia 5 tahun. Studi tersebut mengamati bagaimana tidur berkorelasi dengan a tuan rumah masalah kesehatanseperti obesitas dan perilaku.
Secara umum, rasa kantuk diatur oleh apa yang para peneliti sebut sebagai dorongan homeostatis, yang berarti bahwa semacam tekanan pada tidur bertambah seiring lamanya seseorang terjaga. Orang kecil (dan orang dewasa) yang tidur siang melepaskan sebagian tekanan tidurnya, yang berarti tidak mengherankan jika keinginan mereka untuk tidur di malam hari berkurang, kata Ferber.
Tapi itu tidak berarti orang tua harus berhenti tidur siang, dan bahkan dalam tinjauan terbaru, banyak penelitian yang dilakukan para peneliti menunjukkan bahwa tidur siang menawarkan manfaat kognitif dan fisik bagi anak-anak, katanya.
Masalah masalah
Selain itu, penelitian ini memiliki sejumlah keterbatasan. Pertama, para peneliti menganalisis penelitian terhadap anak-anak dengan rentang usia yang sangat berbeda yang cenderung memiliki kebutuhan tidur yang sangat berbeda, kata Ferber. Penelitian tersebut juga mengharuskan orang tua untuk mengingat bagaimana anak-anak mereka memukul, yang mana hal ini sangat rawan kesalahan, tambahnya.
Selain itu, penelitian lain tidak menemukan korelasi antara waktu malam dan siang hari, kata Dr. Marc Weissbluth, seorang dokter anak dan profesor emeritus di Northwestern University di Evanston, Illinois, dan penulis “Healthy Sleep Habits, Happy Child,” (Ballantine Books, 2003).
Terlebih lagi, semua penelitian tentang tidur ini memiliki masalah mendasar “ayam dan telur”, kata Weissbluth.
Mungkin saja anak-anak yang tidur siangnya lebih lama justru bisa mengejar ketinggalan kurang tidur secara kroniskata Weissbluth.
Menurut pengalamannya, tidur siang yang terlalu lama merupakan cerminan dari a waktu tidur yang sudah terlambat atau tidur malam yang terfragmentasi,” kata Weissbluth kepada Live Science. (Dalam komentar postingannya, Thorpe mengatakan bahwa beberapa penelitian yang termasuk dalam penelitiannya menunjukkan bahwa tidur siang yang lama mendahului masalah malam hari.)
Untuk anak-anak yang kurang tidur di malam hari, Weissbluth merekomendasikan waktu tidur lebih awal untuk membantu mereka tidur, sedangkan Ferber merekomendasikan sebaliknya – waktu tidur lebih larut, sehingga anak dapat lebih mudah tertidur.
Sedangkan untuk memotong rumput di siang hari, keduanya dilakukan bersamaan.
Weissbluth berkata, “Ini sangat umum,” kata Weissbluth. ‘Ada banyak anak usia 3 tahun yang lesu dan tidak kesulitan tidur di malam hari.’
Kajiannya hari ini (17 Februari) di Arsip Penyakit Anak.
Hak Cipta 2015 Ilmu kehidupansebuah perusahaan pembelian. Semua hak dilindungi undang-undang. Materi ini tidak boleh dipublikasikan, disiarkan, ditulis ulang, atau didistribusikan ulang.