Enam alasan penting mengapa kita harus mengirim manusia ke Mars
Planet Mars yang menunjukkan Terra Meridiani terlihat dalam gambar NASA yang tidak bertanggal. (REUTERS/NASA/Greg Shirah/lembar)
Saat ini, ketika Amerika berencana memimpin upaya pengiriman manusia ke Mars pada awal tahun 2030-an, penting untuk mengartikulasikan dengan jelas alasan dilakukannya misi ambisius tersebut.
Hal ini sering kali menjadi tantangan karena terdapat banyak alasan kuat untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, alasan-alasan ini dapat diorganisasikan secara ringkas ke dalam enam kategori yang diuraikan di bawah ini. Selain itu, tidak seperti motivasi Perang Dingin pada tahun 1960an yang membawa kita ke bulan, alasan untuk pergi ke Mars kemungkinan besar akan menghasilkan program yang jauh lebih berkelanjutan dibandingkan program bulan Apollo, yang berakhir pada tahun 1972 setelah hanya melakukan beberapa misi.
Alasan pengiriman manusia ke Mars terbagi dalam kategori berikut:
1. Penemuan dan Pengetahuan Ilmiah: Mars adalah tempat paling menarik secara ilmiah di tata surya kita yang dapat dijangkau manusia di masa mendatang. Meskipun eksplorasi robotik di Mars telah memberi kita banyak informasi dan penemuan luar biasa selama lebih dari 50 tahun terakhir, sebagian besar ahli sepakat bahwa penjelajah manusia mungkin diperlukan untuk menentukan apakah pernah ada atau bahkan masih ada kehidupan di Mars dan untuk melakukan banyak penyelidikan ilmiah lainnya yang tidak mungkin dilakukan hanya dengan robot.
2. Inspirasi dan inovasi: Eksplorasi luar angkasa dikenal luas sebagai salah satu cara paling efektif untuk menginspirasi siswa agar tertarik pada pendidikan STEM dan dikenal sebagai pendorong teknologi dan inovasi. Kembali ke bulan setelah 50 tahun sepertinya tidak memerlukan kemajuan besar dalam teknologi. Sebaliknya, misi ambisius ke Mars akan menginspirasi generasi baru insinyur, ilmuwan, dokter, inovator, pendidik, dan industrialis untuk meraih bintang.
3. Kemakmuran dan moral bangsa: Selain prestise nasional, moral juga penting bagi pertumbuhan dan kesejahteraan suatu bangsa. Misi yang dipimpin AS ke Mars tidak hanya akan memberikan pernyataan yang berani dan tegas bahwa kita masih mampu melakukan hal-hal besar—mungkin pencapaian terbesar dalam sejarah umat manusia—tetapi juga akan secara dramatis meningkatkan pandangan nasional dan perekonomian kita. Berdasarkan pembelajaran di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), mitra komersial diharapkan memainkan peran utama dan inovatif dalam eksplorasi Mars. Keterlibatan ini akan menjadi landasan bagi industri-industri baru dan sangat menjanjikan di abad mendatang.
4. Keamanan dan Diplomasi: Meskipun misi Mars tidak akan dikelola oleh militer, banyak kemampuan yang diperlukan untuk menyelesaikan misi ini memiliki potensi penerapan keamanan. Selain itu, program luar angkasa yang ambisius dan kuat dapat menjadi salah satu alat diplomasi kita yang paling efektif, karena masyarakat di seluruh dunia memandang program luar angkasa kita dengan rasa kagum dan apresiasi.
5. Kemajuan dan perluasan umat manusia: Bisakah manusia menetap secara permanen di planet lain? Mars menawarkan potensi swasembada yang tidak mungkin dilakukan di tempat lain di tata surya dengan tingkat teknologi yang kita miliki saat ini. Mars memiliki air, atmosfer, dan sumber daya lain yang memungkinkan kita hidup dari daratan. Tapi kita tidak akan tahu apakah kehadiran permanen itu mungkin sampai kita mencobanya.
6. Untuk memahami bumi: Mars adalah planet di tata surya kita yang paling mirip dengan Bumi. Mars dulunya adalah planet yang panas dan basah seperti Bumi, ketika Mars memiliki atmosfer yang jauh lebih tebal dibandingkan saat ini. Apa yang terjadi – dan bisakah hal yang sama terjadi di Bumi? Analisis kami mengenai apa yang mungkin terjadi pada Bumi tidak dapat didasarkan pada satu titik data saja, yaitu data Bumi. Penting untuk memahami evolusi planet lain, terutama planet seperti Bumi, agar kita bisa menjaga rumah kita dengan bijak.
Selain alasan sosial yang menyeluruh ini, ada beberapa alasan politik dan komersial yang menjadikan Mars sebagai fokus program penerbangan luar angkasa manusia.
1. Dukungan Kongres: Mars mempunyai dukungan yang lebih kuat dibandingkan tujuan penerbangan luar angkasa manusia lainnya, dan dukungan ini selalu bersifat bipartisan. Hal ini telah diperjelas melalui berbagai rancangan undang-undang otorisasi NASA, serta rancangan undang-undang transisi NASA yang disahkan oleh Senat pada akhir tahun 2016.
2. Dukungan operasional: Banyak perusahaan Amerika telah menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam merancang arsitektur misi untuk mengirim manusia ke Mars. Perusahaan seperti Boeing, SpaceX, Lockheed dan Aerojet Rocketdyne telah merilis rencana dan perusahaan lain telah memberikan konsep berharga tentang bagaimana kita dapat melaksanakan misi ini dengan biaya yang terjangkau.
3. Dukungan dan antusiasme masyarakat: Berbeda dengan Bulan, Mars terus menarik perhatian dan dukungan publik yang signifikan, terutama di kalangan generasi muda. Hollywood menyadari ketertarikan ini dan meresponsnya dengan proyek film dan televisi yang sukses. Jajak pendapat baru-baru ini mengonfirmasi bahwa dukungan terhadap eksplorasi Mars masih tinggi.
4. Perjalanan Manusia ke Mars terjangkau dan dapat dicapai: Lokakarya dan penelitian baru-baru ini juga menunjukkan bahwa misi ke Mars layak dilakukan dan terjangkau. NASA tidak memerlukan peningkatan anggaran yang besar untuk mencapai tujuan pendaratan manusia di Mars pada tahun 2033.
Tidak ada keraguan bahwa Mars akan menjadi tantangan. Namun setelah 55 tahun melakukan penerbangan antariksa manusia, 50 tahun mempelajari Mars, 16 tahun kehadiran permanen di ISS, perluasan besar-besaran kemampuan ruang angkasa internasional dan komersial, dan bertahun-tahun Mars memajukan perkembangan teknologi, kita jauh lebih siap mengirim manusia ke Mars dibandingkan ketika Presiden John F. Kennedy memberikan komitmen kepada AS untuk mendaratkan manusia di Bulan.
Mars adalah tantangan dan peluang kita.