Bulan bergerak menjauhi bumi
Tiga orang sepatu salju menyaksikan hampir terbitnya bulan purnama di belakang Weissfluhjoch di Arosa, Swiss, Senin, 20 Desember 2010. (KEYSTONE/Alessandro Della Bella) Tiga orang sepatu salju menyaksikan terbitnya bulan pada Senin, 20 Desember 2010 di Arosa. (BATU KUNCI/Alessandro Della Bella)
Setiap malam kita melihat ke langit dan ada Bulan yang bulat dan terang saat ia menyenangkan kita dengan fase bulan purnamanya, saat Bulan baru ia bersembunyi dari kita dan kemudian kita melihat “bulan setengah” itu saat itu adalah Waxing Quarter atau Waning Quarter. Tapi…apakah Bulan selalu ada seperti yang kita pikirkan, apakah akan selalu ada untuk Bumi?
Kenyataannya adalah Bulan bergerak semakin menjauh dari Bumi dan hal ini tentu saja dapat mempengaruhi kehidupan di Planet kita; Meskipun jutaan tahun harus berlalu untuk melihat perubahan ini, jelas ilmuwan luar angkasa Dr Maggie Aderin-Pocock.
Bulan terus bergerak dalam orbit yang menjauhkannya dari Bumi dengan kecepatan 3,78 sentimeter per tahun, kira-kira sama dengan kecepatan pertumbuhan kuku, BBC NEWS melaporkan.
Satu-satunya satelit alami kita dan terbesar kelima di tata surya kita memainkan peran mendasar bagi kehidupan di Bumi. Tanpa Bulan, Bumi akan menjadi tidak stabil, sesuatu yang menurut para ilmuwan bisa memakan waktu bertahun-tahun, namun mereka juga menjelaskan bahwa hal itu mungkin tidak akan pernah terjadi.
Menurut teori ilmiah, Bulan terbentuk ketika sebuah benda langit seukuran Mars bertabrakan dengan Bumi yang usianya masih sangat muda, sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Puing-puing yang tersisa dari tumbukan itu berkumpul membentuk Bulan. Kemudian Bulan berada lebih dekat ke Bumi, hanya berjarak 14.000 mil (22.530,8 kilometer). Saat ini diperkirakan jarak kita seperempat juta mil (402.336 kilometer).
Tapi kenapa bulan menjauh? Ini semua berkat aktivitas pasang surut bumi. Bulan memberikan gaya tarik menarik pada Bumi, gaya ini menyebabkan pergerakan air dan menimbulkan pasang surut. Massa air yang besar ini memberikan tarikan gravitasinya ke Bulan, menyebabkan pergerakannya semakin cepat. Meskipun hal ini terjadi di Bulan, hal sebaliknya terjadi di planet kita, pergerakannya melambat.
Semakin cepat bulan berputar, semakin jauh jaraknya dari bumi. Sekitar 3,78 cm mungkin tidak terlihat terlalu besar, meski jumlah yang kecil ini dapat menimbulkan konsekuensi bagi Bumi dalam jangka waktu yang cukup lama.
Jika terus meningkat, perubahan iklim di planet kita akan semakin drastis bahkan hari-hari bisa menjadi lebih pendek lagi, seperti saat Bulan terbentuk. Namun penelitian yang disampaikan BBC News mengatakan bahwa umat manusia tidak perlu khawatir. “Pada saat itu mereka akan memiliki teknologi untuk mempercepat rotasi bumi atau memindahkan kita ke planet lain.”