Penembakan di rumah sakit Bronx-Lebanon: Dokter tewas, banyak yang terluka, kata polisi
Seorang dokter wanita meninggal pada hari Jumat di sebuah rumah sakit Bronx setelah seorang dokter melepaskan tembakan di bekas tempat kerjanya, melukai beberapa orang sebelum menembak dirinya sendiri, kata polisi.
Pria bersenjata, yang diidentifikasi oleh polisi sebagai Dr. Henry Bello, telah diidentifikasi, mengeluarkan pistol dari balik jas lab putihnya dan menembak beberapa orang di Rumah Sakit Bronx-Lebanon sesaat sebelum jam 3 sore. Dia meninggal karena luka tembak yang dilakukannya sendiri, kata polisi.
Menurut Bill de Blasio, Wali Kota New York, penembakan tersebut merupakan “insiden tersendiri” dan tidak terkait dengan terorisme.
Polisi berkumpul di luar Rumah Sakit Bronx Lebanon di New York setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan dan kemudian bunuh diri di sana pada Jumat, 30 Juni 2017. Pria bersenjata itu, yang diidentifikasi sebagai Dr. Henry Bello yang dulu bekerja di rumah sakit tersebut, kembali dengan pistol yang disembunyikan di balik jas lab putihnya, kata pejabat penegak hukum. (Foto AP/Mary Altaffer) (Hak Cipta 2017 The Associated Press. Semua hak dilindungi undang-undang.)
Kendaraan polisi berkumpul di Rumah Sakit Bronx Lebanon di New York setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sana pada hari Jumat, 30 Juni 2017. Pria bersenjata tersebut, yang diidentifikasi sebagai Dr. Henry Bello, yang pernah bekerja di rumah sakit tersebut, tampaknya bunuh diri setelah menembak orang lain, kata pihak berwenang. (Foto AP/Julio Cortez) (Hak Cipta 2017 The Associated Press. Semua hak dilindungi undang-undang.)
Sistem kebakaran di gedung itu diaktifkan setelah penembak mencoba membakar dirinya sendiri, kata Komisaris Polisi New York James O’Neill. Bello kemudian ditemukan tewas akibat luka tembak yang dilakukannya sendiri.
Petugas menggeledah gedung lantai demi lantai sebelum menemukan pria bersenjata tewas di dalam gedung. Bello melepaskan tembakan di lantai 16 dan 17, kata polisi. Belum diketahui motifnya, dan tidak jelas kapan terakhir kali dia bekerja di rumah sakit tersebut.
“Di lantai 17, petugas menemukan tersangka laki-laki tergeletak di lantai dalam keadaan tewas akibat luka tembak yang dilakukan sendiri. Sebuah senapan serbu ditemukan di dekatnya,” kata O’Neill.
“Subjek mengenakan jas medis berwarna putih,” lanjut O’Neill. Korban berjenis kelamin perempuan juga ditemukan di lantai 17. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sebanyak enam korban tambahan ditemukan di lantai 16. Mereka dilarikan ke IGD RS. Lima orang di antaranya luka berat dan satu orang luka tembak di bagian kaki.
“Saat ini, ada banyak hal yang sedang kami kerjakan,” kata de Blasio. “Ada banyak sekali detail yang masih kami kumpulkan.”
FBI saat ini mempunyai “beberapa” agen yang bertugas di lokasi kejadian, namun NYPD masih memimpin.
Presiden Donald Trump diberitahu tentang insiden tersebut.
“Kami mengalami tragedi nyata sore ini di Bronx,” kata de Blasio.
Dua pejabat penegak hukum mengatakan Bello diizinkan mengundurkan diri pada tahun 2015 di tengah tuduhan pelecehan seksual. Menurut catatan Departemen Pendidikan Negara Bagian New York, Bello memiliki izin praktik kedokteran terbatas.
Berdasarkan laporan polisi, dia punya riwayat kasus pelecehan seksual. Polisi mengatakan Bello ditangkap atas tuduhan penyerangan seksual pada tahun 2004 setelah seorang wanita mengatakan kepada polisi bahwa dia menangkapnya, mengangkatnya dan membawanya pergi, sambil berkata, “Kamu ikut dengan saya.”
Dia juga ditangkap pada tahun 2009 atas tuduhan pengawasan yang melanggar hukum setelah dua wanita melaporkan dia mencoba melihat rok mereka dengan cermin. Penangkapan itu kemudian ditutup.
Jake Gibson dari Fox News dan The Associated Press berkontribusi pada laporan ini.