Tempat perundingan Korea berpotensi menjadi titik konflik di dalam perbatasan
SEOUL, Korea Selatan – Pembicaraan tingkat tinggi yang jarang terjadi antara kedua Korea terjadi pada hari Selasa di wilayah yang dikuasai bersama di dalam perbatasan yang paling dijaga ketat di dunia – tempat yang sama di mana tentara Korea Utara baru-baru ini menembakkan peluru ke arah seorang kawan yang melakukan penerbangan berani menuju kebebasan.
Prajurit yang lepas itu terkena pukulan sebanyak lima kali, namun dia selamat dan kini menjalani masa pemulihan di Korea Selatan. Video dramatis pembelotannya, yang dirilis oleh komando PBB yang dipimpin AS, sekali lagi menunjukkan mengapa daerah yang disebut Panmunjom dikenal sebagai salah satu tempat paling menakutkan di dunia.
Panmunjom kembali menjadi berita utama internasional pada hari Selasa ketika sekelompok pejabat tinggi Korea Utara berjalan melintasi lempengan beton yang membentuk garis demarkasi militer untuk perundingan formal pertama mereka dengan Korea Selatan dalam lebih dari dua tahun.
Sekilas tentang Panmunjom, yang kemistisannya menjadikan tempat ini tidak hanya berpotensi menjadi sumber konflik, namun juga menjadi bahan perbincangan dan lokasi wisata:
___
TANAH TIDAK ADA MANUSIA
Panmunjom berada dalam zona demiliterisasi selebar 4 kilometer (2,5 mil), sebuah zona penyangga yang diciptakan pada akhir Perang Korea tahun 1950-1953. Dulunya merupakan kota pertanian yang tidak dikenal, dan merupakan tempat penandatanganan gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea.
Tidak ada warga sipil yang tinggal di sana, dan sekelompok gubuk biru membentuk kawasan keamanan bersama yang diawasi oleh Korea Utara dan komando PBB.
DMZ sepanjang 248 kilometer (154 mil) dijaga di kedua sisinya oleh ranjau, pagar kawat silet, perangkap tank, dan pasukan siap tempur. Namun Panmunjom adalah satu-satunya lokasi DMZ di mana pasukan Korea Utara dan Selatan berdiri hanya berjarak beberapa meter. Tentara Korea Utara mengenakan pin kerah dengan potret mendiang pemimpin Korea Utara menggunakan teropong untuk memantau Korea Selatan, sementara tentara Korea Selatan yang tinggi dan mengenakan kacamata penerbang berdiri tak bergerak seperti patung.
Pemandangan unik ini menjadikannya tempat wisata populer, menarik pengunjung yang penasaran ke kedua sisi desa.
___
PERTUMBUHAN DARAH MASA LALU
Insiden paling terkenal di Panmunjom terjadi pada musim panas tahun 1976, ketika dua perwira Angkatan Darat AS dibunuh oleh tentara Korea Utara yang menggunakan kapak.
Petugas AS dikirim untuk memangkas pohon setinggi 12 meter (40 kaki) yang menghalangi pandangan dari pos pemeriksaan. Serangan tersebut mendorong Washington untuk menerbangkan pesawat pengebom B-52 berkemampuan nuklir ke DMZ untuk mengintimidasi Korea Utara. Pemimpin Korea Utara saat itu, Kim Il Sung, mendiang kakek penguasa saat ini Kim Jong Un, menyatakan penyesalannya atas insiden tersebut sebelum permusuhan mereda.
Pada tahun 1984, tentara komando Korea Utara dan PBB saling baku tembak setelah seorang warga negara Soviet membelot dengan berlari ke sektor desa gencatan senjata di Korea Selatan. Insiden tersebut menyebabkan tiga tentara Korea Utara dan satu tentara Korea Selatan tewas.
Kedua negara yang saling bersaing ini juga pernah mengalami konfrontasi kekerasan serupa di wilayah lain DMZ di masa lalu. Tidak ada bentrokan fatal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, namun ledakan ranjau darat pada tahun 2015 yang melukai dua tentara Korea Selatan mendorong kedua Korea ke ambang konflik bersenjata. Korea Selatan menyalahkan Korea Utara atas ledakan tersebut.
___
TEMPAT UNTUK CHAT
Para pejabat militer dari Korea Utara dan Komando PBB bertemu sebelumnya di Panmunjom untuk mengawasi gencatan senjata. Dalam beberapa tahun terakhir, tempat ini sesekali digunakan untuk pembicaraan antara kedua Korea.
Pembicaraan hari Selasa diadakan di Peace House, sebuah gedung konferensi yang dikelola Seoul di bagian selatan kota. Fasilitas ini memiliki peralatan yang dapat menampilkan rekaman pembicaraan dengan para pemimpin Korea Selatan di Seoul secara real-time. Hal ini juga memungkinkan para pemimpin Korea Utara di Pyongyang untuk mendengarkan pembicaraan tersebut, menurut media Korea Selatan.
Korea Utara mengoperasikan ruang konferensi lain, yang disebut “Panmungak,” di sisi utara Panmunjom.
Sebelum pertemuan pada hari Selasa, pertemuan penting terakhir terjadi di Panmunjom pada bulan Agustus 2015, ketika para perunding dari kedua pihak bertemu selama hampir 40 jam dan mencapai kesepakatan yang memungkinkan mereka untuk menarik diri dari kebuntuan militer yang dipicu oleh ledakan ranjau darat.
___
KUNJUNGAN PRESIDEN AS
Presiden AS dan pejabat tinggi lainnya sering melakukan perjalanan ke Panmunjom dan wilayah lain di DMZ pada saat ketegangan meningkat di Semenanjung Korea. Mereka mengintip ke seberang perbatasan melalui teropong dan berjanji untuk meningkatkan aliansi militer AS dengan Korea Selatan.
Pada tahun 1993, Presiden Bill Clinton mengunjungi Panmunjom ketika krisis nuklir Korea Utara pertama kali berkobar. Pada tahun 2002, Presiden George W. Bush mengunjungi DMZ beberapa minggu setelah menyebut Korea Utara sebagai bagian dari “poros kejahatan”.
Pada tahun 2012, menjelang rencana peluncuran rudal jarak jauh Korea Utara, Presiden Barack Obama mengunjungi kamp militer garis depan AS di selatan DMZ dan mengatakan kepada pasukan AS bahwa mereka adalah pelindung “perbatasan kebebasan”. Kunjungan Obama ini terjadi beberapa hari setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Panmunjom.
Pada bulan November 2017, Presiden Donald Trump berencana mengunjungi DMZ untuk menekankan pendiriannya terhadap program nuklir Korea Utara ketika ia datang ke Korea Selatan sebagai bagian dari tur Asia, namun rencananya digagalkan oleh kabut tebal yang menghalangi helikopternya untuk mendarat di kawasan perbatasan.