Trauma nyawa, ekonomi tsunami berlanjut 6 tahun
TOKYO – Enam tahun lalu, lebih dari 18.000 orang tewas atau hilang ketika tsunami yang dipicu oleh gempa bumi besar melanda wilayah pesisir timur laut Jepang. Puluhan ribu nyawa lainnya tercerai-berai karena mereka kehilangan anggota keluarga, teman, rumah, dan mata pencaharian. Pengungsian semakin meluas ketika seluruh masyarakat mengungsi menyusul kehancuran di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Dai-Ichi.
Jepang memperingati bencana tersebut pada hari Sabtu dengan upacara suram di Tokyo dan di kota-kota besar dan kecil di timur laut. Sebagian besar kota yang hancur akibat bencana 11 Maret 2011 baru dibangun kembali sebagian, dan pemerintah setempat kesulitan membiayai pembangunannya. Sementara itu, meskipun terdapat banyak lapangan kerja berkat pembangunan kembali, jumlah penduduk menurun di sebagian besar wilayah.
Berikut adalah beberapa ukuran kemajuan dalam pemulihan Jepang:
___
REKONSTRUKSI: Pemerintah menghabiskan 26 triliun yen ($220 miliar) untuk perbaikan dan rekonstruksi pada tahun 2011-2015, namun jumlah ini akan turun menjadi hanya 6,5 triliun yen pada tahun 2016-2020. Rekonstruksi terhambat oleh kekurangan pekerja, dan meskipun sebagian besar perumahan umum yang direncanakan untuk menggantikan rumah-rumah yang hancur telah selesai dibangun, sekitar seperlima unit masih kosong.
___
KELUARGA MENGUNGSI: Sebanyak 150.000 orang telah meninggalkan daerah yang terkena dampak radiasi di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Dai-Ichi. Hingga Februari, 123.000 orang masih mengungsi. Subsidi perumahan bagi mereka yang disebut “pengungsi sukarela” – mereka yang meninggalkan daerah yang tidak ditetapkan sebagai zona evakuasi – akan habis pada akhir Maret. Media Jepang mengatakan beberapa dari keluarga ini kesulitan mendapatkan tempat tinggal baru.
___
PEMBANGKIT NUKLIR: Tokyo Electric Power Co. berjuang untuk membongkar pembangkit listrik yang hancur dan perkiraan total biaya melebihi 21 triliun yen ($182 miliar). Pembersihan daerah sekitar terus berlanjut dan tingkat radiasi tetap tinggi. Biaya pembersihan tersebut dilaporkan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 4 triliun yen ($35 miliar). Pejabat TEPCO mengatakan bahwa radiasi tidak bocor ke luar reaktor.
___
PERIKANAN: Banyak kota pesisir di zona bencana sangat bergantung pada perikanan dan budidaya perikanan. Data dari Prefektur Iwate, salah satu daerah yang terkena dampak paling parah, menunjukkan panen ikan salmon dan tiram masih hanya 40 persen dari tingkat panen saat tsunami melanda. Industri lainnya, seperti bulu babi dan abalon, sudah pulih sekitar 80 persen dari kondisi normal. Perikanan di kawasan ini masih mempekerjakan sekitar 14.000 orang, namun angka ini turun dari sekitar 18.000 orang pada tahun 2010.
___
YANG HILANG: Hingga hari Jumat, 2.553 orang masih hilang, dan terkadang kru masih mencari di garis pantai untuk mencari tanda-tanda jasad mereka. Yang juga hilang adalah banyak desa nelayan dan tepi laut di daerah yang gundul akibat tsunami, dan hanya tersisa fondasinya saja.