Opini: Apakah kita memerlukan gambaran mengejutkan tentang seorang anak yang meninggal untuk mengakhiri penahanan pengungsi?
Seorang petugas polisi membawa jenazah Aylan Kurdi, 3 tahun, di Turki pada Rabu pagi, 2 September 2015.
Eropa membutuhkan tubuh seorang anak kecil yang tak bernyawa untuk menyadari krisis pengungsi dan konsekuensi tragisnya.
Kematian Aylan Kurdi yang berusia tiga tahun tidak harus terjadi, namun hal itu terjadi. Ini mewakili lebih dari sekedar kehilangan seorang anak kepada orang tuanya, ini melambangkan hilangnya kemanusiaan kita. Hal ini sangat kontras dengan ketidakpedulian kita yang sudah mendarah daging dan sistematis terhadap kekejaman yang tidak terjadi di wilayah kita sendiri. Perang saudara di Suriah telah berlangsung selama bertahun-tahun. Peristiwa ini merenggut hampir 200.000 nyawa, namun baru setelah tubuh pemuda Kurdi yang tak bernyawa terdampar di pantai Turki, banyak orang di dunia mulai memperhatikannya.
Akankah diperlukan satu lagi anak yang tidak bernyawa sebelum masyarakat Amerika menganggapnya tidak manusiawi dan menuntut agar presiden mengakhiri penahanan pencari suaka di perbatasan kita?
Ketidakpedulian yang sama juga terjadi di AS dengan pemenjaraan ribuan anak dan ibu yang melarikan diri dari kekerasan di Amerika Tengah. Semua ini luput dari perhatian media dan sebagian besar orang Amerika. Kenyataannya adalah bahwa pemerintah kita telah memenjarakan para pencari suaka, namun mencoba menutupi apa yang terjadi, dengan menyebut penjara-penjara tersebut sebagai “pusat pemukiman keluarga”. Kebenaran yang tidak dapat disangkal adalah bahwa pemerintahan Obama memenjarakan perempuan dan anak-anak mereka untuk menghindari pemerkosaan, kekerasan geng dan hal-hal mengerikan lainnya yang membuat mereka memenuhi syarat sebagai pengungsi. Bayi mengalami penurunan berat badan yang parah saat dikurung selama berbulan-bulan. Karena kehilangan harapan, kedamaian dan perawatan medis yang memadai, beberapa ibu mencoba bunuh diri.
Apa dampaknya bagi negara kita jika hal itu terjadi di dalam wilayah negara kita sendiri? Akankah diperlukan satu lagi anak yang tidak bernyawa sebelum masyarakat Amerika menganggapnya tidak manusiawi dan menuntut agar presiden mengakhiri penahanan pencari suaka di perbatasan kita?
Kita mempunyai kesempatan nyata untuk menunjukkan kepada dunia bagaimana mereka yang melarikan diri dari penganiayaan harus disambut dan dilindungi. Kini, lebih dari sebelumnya, kita harus memimpin dengan memberi contoh dan menyambut mereka yang mengungsi saat mereka mencapai pantai kita. Paus Fransiskus menyerukan kepada umat Katolik untuk menjadikan paroki mereka sebagai tempat perlindungan dan perlindungan. Kita harus melakukan hal yang sama terhadap pengungsi dari Suriah, Amerika Tengah dan negara-negara lain. Kita bisa bersatu untuk menghilangkan rasa putus asa dan merangkul mereka yang melarikan diri dari kekerasan, dengan menyadari bahwa menyambut mereka adalah bagian dari diri kita sebagai orang Amerika.
Lebih lanjut tentang ini…