22 gangster Houston memikat imigran ke Amerika, memaksa mereka melakukan prostitusi, kata dakwaan
(Dari kiri ke kanan) William Alberto Lopez, Raul Moreno-Reyna, Juan Carlos Contreras-Cervantes, Walter Lopez, Melisa Bazan Dominguez, Andalit Durate, Claudia Jackely Soriano-Hernandez dan Israel Juarez Sifuentes (tidak dalam gambar) dicari oleh FBI karena perdagangan seks dan narkoba. (FBIHouston)
Pejabat federal di Houston mengumumkan 22 tersangka anggota geng telah didakwa melakukan perdagangan seks dan narkoba, penjualan senjata api, perdagangan manusia dan pencurian identitas.
Jaksa federal mengatakan 37 dakwaan telah diajukan di Houston awal bulan ini dan sebagian dibuka pada hari Rabu. Tuduhan terkait konspirasi terkait dengan perdagangan seks, prostitusi, pengangkutan imigran, ditambah tuduhan narkoba dan senjata.
FBI Houston mengumumkan 13 tersangka anggota geng berada dalam tahanan polisi, namun sembilan masih dicari. Biro tweet foto tersangka Kamis.
Para tersangka diyakini sebagai bagian dari kru Southwest Cholos, sebuah geng jalanan kekerasan yang berbasis di Houston, the Kronik Houston dilaporkan.
PENCE MENGATAKAN KORBAN PENEMBAKAN TEXAS ‘KAMI TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKAN SISI ANDA’
Jaksa federal menuduh para anggota geng yang melakukan kekerasan itu memikat imigran tidak berdokumen ke AS, menjanjikan mereka pekerjaan untuk melunasi utang mereka, namun memaksa mereka melakukan prostitusi. Geng tersebut dilaporkan memaksa para imigran tidak berdokumen untuk bekerja di rumah bordil di Houston dan Meksiko.
Rumah bordil geng tersebut di barat daya Houston dianggap sebagai “basis operasi perdagangan metamfetamin dan heroin, perdagangan senjata dan penyelundupan manusia,” dakwaan jaksa.
Para gangster dilaporkan mengancam akan melakukan kekerasan terhadap keluarga imigran tidak berdokumen jika mereka menolak bekerja di rumah bordil.
Para anggota juga menato para imigran tersebut dengan nama panggilan sebagai pengingat siapa mereka, lapor Houston Chronicle.
Jaringan operasi kriminal geng tersebut membentang dari perbatasan Texas dengan Meksiko hingga resor populer Cancun, kata dakwaan.
WARGA MEKSIKO YANG DIEKSEKUSI DI TEXAS KARENA PEMBUNUHAN BERUSIA DEKADE AKAN ‘KEMBALI DEMI KEADILAN’
The Houston Chronicle melaporkan para imigran tidak berdokumen membayar $40.000 per orang kepada geng kekerasan untuk diangkut.
Asisten Jaksa AS Adam Goldman meminta agar para tersangka dianggap berisiko melarikan diri dan ditahan di penjara tanpa jaminan. Para tersangka bisa divonis 10 tahun penjara dengan hukuman minimal 20 tahun penjara jika terbukti melakukan penyelundupan manusia.
Dkantor kejaksaan Distrik Selatan Texas merilis nama sembilan tersangka yang masih buron seperti: Juan Carlos Contreras-Cervantes, Raul Moreno Reyna, Melisa Bazan Dominguez, Anadalit Duarte, Bianca Stephanie Reyna, Claudia Jackely Soriano-Hernandez, William Alberto Lopez, Walter Lopez dan Israel Juarez Sifuentes.
Associated Press berkontribusi pada laporan ini.