Akankah drama politik Italia memicu krisis zona euro yang baru?

Italia sedang menghadapi pergolakan politik setelah Perdana Menteri Matteo Renzi mengatakan ia mengundurkan diri menyusul kekalahan telak dalam referendum nasional. Investor, meski terbiasa dengan drama politik di Roma, mencoba mengukur dampaknya terhadap perekonomian negara tersebut dan zona euro yang lebih luas.

Beberapa pengamat berpendapat ada kemungkinan krisis keuangan di 19 negara zona euro akan kembali bergejolak setelah periode yang relatif tenang dan Italia bahkan bisa meninggalkan euro.

Salah satu konsultan ekonomi, Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis yang berbasis di London, percaya bahwa kemungkinan Italia masih menggunakan euro dalam lima tahun telah turun di bawah 30 persen setelah penolakan terhadap rencana reformasi konstitusi Renzi dalam referendum pada hari Minggu.

Pihak lain memandang gejolak ini sebagai hal biasa di negara yang ketidakstabilan politiknya merupakan hal biasa. Yang terburuk, kata mereka, bank-bank Italia yang goyah mungkin memerlukan dana talangan tambahan.

Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai implikasi drama politik Italia.

___

T: Apa risiko langsung terbesarnya?

A: Bank-bank di Italia, yang perlu mengumpulkan miliaran dolar modal baru agar tetap sehat. Bank bermasalah terbesar adalah Monte dei Paschi di Siena, pemberi pinjaman terbesar ketiga di negara itu, yang gagal dalam stress test tahun ini dan bernegosiasi dengan investor untuk mengumpulkan dana sebesar 5 miliar euro ($5,4 miliar). Pembicaraan tersebut tampaknya ditinjau kembali pada hari Senin ketika saham bank tersebut turun sebesar 3,1 persen.

“Hasil ‘Tidak’ dalam referendum jelas mempersulit upaya menarik modal sektor swasta untuk mengisi lubang modal yang menganga di Monte dei Paschi,” kata Kathleen Brooks, peneliti di City Index.

Banyak bank lain mungkin juga memerlukan bantuan keuangan. Bank-bank Italia memiliki pinjaman senilai sekitar 360 miliar euro ($400 miliar) yang tidak akan dilunasi sepenuhnya.

___

T: Bagaimana dengan jangka panjang?

J: Ada kemungkinan bahwa partai-partai populis akan bersemangat dengan kemenangan mereka dalam referendum dan mungkin akan meraih kekuasaan. Gerakan Bintang Lima telah mencapai kemajuan khususnya dalam jajak pendapat dan ingin mengadakan referendum tidak mengikat mengenai apakah akan meninggalkan euro. Para ahli mengatakan partai tersebut mungkin akan lebih longgar dalam belanja pemerintah, sehingga dapat meningkatkan kekhawatiran investor terhadap keuangan Italia. Negara ini mempunyai utang publik sebesar 130 persen PDB, suatu jumlah yang sangat besar. Jika investor merasa gugup dan meminta imbal hasil yang lebih tinggi untuk membeli utang Italia, biaya pinjaman negara tersebut dapat meningkat, sehingga memberikan tekanan lebih besar pada keuangan pemerintah dan prospek perekonomian. Hal ini dapat memicu terulangnya krisis tahun 2012, ketika biaya pinjaman Italia melonjak ke tingkat yang tidak berkelanjutan.

___

T: Seberapa buruk dampaknya jika Italia meninggalkan euro?

J: Tidak ada yang tahu pasti, karena tidak ada negara yang keluar dari kesatuan mata uang, namun sebagian besar ahli mengatakan hal ini akan menjadi pukulan besar bagi pasar dan perekonomian global. Italia adalah negara dengan ekonomi terbesar ketiga di zona euro dan jika keluar dari zona euro, Italia harus mencetak mata uang baru dan melakukan redenominasi utangnya dengan mata uang baru. Negara ini kemungkinan besar harus melunasi sebagian besar utangnya, sebuah langkah yang dapat menyebabkan bank-bank menghadapi kemungkinan keruntuhan, yang dapat menyebabkan resesi yang mendalam. Ketidakpastian mengenai zona euro akan meningkat dan hal ini, menurut para ekonom, akan berdampak pada pertumbuhan global. Kekhawatiran akan hengkangnya Italia akan jauh lebih kecil dari apa yang terjadi pada tahun 2015, ketika Yunani terakhir kali berada di perbatasan keluar dari euro, yang disebut Grexit.

___

T: Lalu mengapa pasar tidak terjungkal?

J: Sebagian investor sudah memperkirakan hasil ini di Italia. Bahaya ketidakstabilan keuangan juga tidak akan terjadi dalam waktu dekat, seperti yang terjadi pada Yunani, yang mungkin tinggal beberapa jam lagi untuk meninggalkan zona euro pada tahun lalu.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa bertindak sebagai penyangga utama di pasar obligasi, yang secara tidak langsung melindungi suku bunga pinjaman Italia agar tidak naik terlalu tinggi. ECB membeli obligasi zona euro senilai 80 miliar euro ($86 miliar) setiap bulannya. Hal ini berdampak membebani imbal hasil obligasi seperti Italia. Imbal hasil obligasi negara bertenor 10 tahun berada pada angka 2 persen, masih sangat rendah menurut standar historis dan jauh di bawah 7 persen yang dialami Italia pada tahun 2012.

___

T: Apa yang terjadi sekarang?

J: Apakah kegelisahan Italia akan berubah menjadi krisis ekonomi tergantung pada keputusan politik yang akan diambil. Presiden dapat menyerukan pemilu dini, sebuah skenario yang akan merugikan pasar karena Gerakan Bintang Lima kemungkinan besar akan berhasil atau bahkan menang. Para analis mengatakan kemungkinan besar presiden Italia akan menunjuk pemerintahan transisi yang akan membantu meringankan ketidakpastian, memastikan dana talangan (bailout) perbankan dan pada akhirnya menyerukan pemilihan umum dini, mungkin pada awal tahun 2018.

link slot demo