3 tips saat mertua pindah
Menurut studi Pew Research, pada tahun 1980, 28 juta orang Amerika tinggal dalam rumah tangga yang terdiri dari setidaknya dua generasi dewasa.
Pada tahun 2008, jumlah tersebut meningkat sebesar 33 persen menjadi 49 juta. Dari 49 juta tersebut, 47 persennya adalah keluarga yang memiliki tiga generasi: kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak. Itu berarti banyak orang berada di bawah satu atap, meninggalkan generasi baby boomer, atau “generasi sandwich”, untuk menafkahi orang tua dan anak-anak mereka pada saat yang bersamaan. Karena panti jompo dan fasilitas perawatan lansia menghabiskan biaya hingga $100.000 per tahun, terkadang memberikan ruang bagi orang tua atau mertua Anda yang lanjut usia di rumah merupakan pilihan yang lebih baik. Namun memutuskan kamar mana yang akan mereka tinggali hanyalah permulaan. Berikut adalah tiga tip untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan bersama orang tua Anda – namun kali ini hal tersebut dilakukan di bawah naungan Anda.
1. Ciptakan ruangSaat mempersiapkan orang tua atau mertua Anda untuk pindah ke rumah yang Anda tinggali bersama pasangan dan anak-anak Anda, akomodasi tertentu harus dibuat.
- Beri mereka ruang sendiri
Untuk menghindari klaustrofobia dan agar orang tua atau mertua Anda memiliki area pribadi, yang terbaik adalah menyediakan kamar tidur dan kamar mandi terpisah (sebaiknya di lantai pertama). Ini bisa berarti mengubah kamar tidur tamu atau kantor, atau meminta dua anak berbagi kamar tidur untuk mengosongkan ruang.
Tergantung pada kesehatan dan mobilitas orang tua Anda, pastikan untuk memasang pegangan tangan di toilet dan kamar mandi. Setiap jalan setapak atau tangga juga harus memiliki pagar yang memadai.
Jika rumah Anda tidak dapat menampung orang tua atau mertua Anda, pertimbangkan untuk melakukan renovasi. Ini bisa sesederhana membuat teras berpelindung musim dingin atau memasang dinding lain di rumah Anda. Namun, jika anggaran Anda memungkinkan, kepindahan orang tua Anda mungkin merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi lebih banyak pada rumah Anda dengan melakukan penambahan atau perbaikan loteng, yang dapat meningkatkan nilai properti Anda. Bicaralah dengan orang tua atau mertua Anda mengenai pembiayaan ini, karena mereka mungkin dapat berkontribusi terhadap biaya tersebut.
2. Bicara KeuanganUntuk menganggarkan penghasilan Anda, penting untuk memahami situasi keuangan orang tua Anda. Investasi apa yang telah mereka lakukan? Berapa isi tabungan mereka? Berapa biaya perawatan kesehatan mereka? Pertanyaan-pertanyaan sulit harus dijawab, seperti siapa pemilik surat wasiat dan apa isinya. Setelah kamu mendiskusikan hal-hal ini, akan lebih mudah untuk memprioritaskan anggaranmu dan melihat apa yang bisa dilakukan orang tuamu.
3. Dinamika keluargaDengan dua orang tambahan di rumah, rutinitas pasti akan berubah. Mungkin ibu mertua Anda ingin memasak makan malam pada suatu malam, atau ayah Anda ingin menonton golf sepanjang hari Minggu. Ini tidak hanya akan menjadi penyesuaian bagi Anda, tetapi juga bagi anak-anak Anda. Tetapkan batasan dan tetapkan aturan.
Untuk menghindari kepadatan yang berlebihan, lakukan penelitian terhadap aktivitas dan kelompok di komunitas Anda yang melayani demografi lansia. Ini akan membantu orang tua Anda berasimilasi dengan lingkungan baru mereka dan mendapatkan teman sementara Anda menyediakan ruang di rumah untuk anak-anak Anda.