John Fetterman membela Israel setelah MSNBC menanyakan apakah Israel melewati garis merah, mengatakan Hamas tidak peduli berapa banyak yang mati’
BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Senator John Fetterman, D-Pa., mengecam Hamas sebagai kelompok teroris pengecut sambil menekankan pendiriannya yang pro-Israel, dengan mengatakan bahwa organisasi tersebut bersembunyi di belakang warga sipil.
“Hamas, para pengecut itu, bersembunyi di belakang warga sipil, dan sekarang semakin (jelas) ada gudang amunisi di sana yang meledak. Di sanalah Hamas menyembunyikan mereka, dan hal itu juga menambah kerusakan yang lebih besar,” katanya, Rabu.
Fetterman ditanya di acara “Morning Joe” di MSNBC apakah Israel telah melewati “garis merah” AS untuk mendapatkan dukungan senjata di masa depan setelah serangan di kota Rafah di Gaza yang menargetkan kompleks Hamas tetapi juga menewaskan puluhan warga sipil Palestina.
Senator Pennsylvania, yang telah membuat marah kelompok sayap kiri karena dukungannya yang besar terhadap Israel, mengatakan bahwa gambaran wilayah tersebut “memilukan” namun mewakili kenyataan pahit tentang konflik tersebut.
sen. FETTERMAN MELAWAN KEMBALI ATAS SARAN AOC DIA ADALAH BULLY SETELAH KEJADIAN DOMESTIK: ‘IT’S ABSURD’
Senator John Fetterman mengatakan kepada MSNBC bahwa dia yakin Hamas tidak peduli berapa banyak warga sipil Palestina yang tewas dalam perang melawan Israel. (MSNBC/Tangkapan Layar/AFP melalui Getty Images)
Fetterman menyebut Israel sebagai sekutu penting dan mengatakan dia akan sepenuhnya mempercayai dan bekerja sama dengan seseorang seperti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam menangani para pemimpin Hamas dan pemain kunci lainnya di wilayah tersebut.
“Ini adalah situasi yang sangat sulit di Gaza. Tapi saya yakin Hamas (tidak bisa) dibiarkan beroperasi jika ingin ada perdamaian abadi dalam situasi ini,” katanya.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengkonfirmasi pada tanggal 26 Mei bahwa mereka menyerang kompleks Hamas di Rafah di mana “teroris Hamas beroperasi.” Kebakaran terjadi dan menewaskan puluhan orang di tenda-tenda setempat, memicu lebih banyak protes dan kecaman terhadap Israel di seluruh dunia.
Fetterman juga mempertanyakan mengapa Hamas tidak menerima perjanjian gencatan senjata yang sebelumnya ditawarkan Israel jika mereka secara sah tertarik pada perdamaian. Ia juga menyatakan bahwa Hamas hanya berusaha “terus berjalan” tanpa mempedulikan penderitaan sesama warga Palestina.
FETTERMAN MEMBELA SARAN HARRIS, ISRAEL DAPAT MENGHADAPI INVASI RAFAH
Senator John Fetterman muncul sebagai pendukung kuat Israel dan terkadang membuat marah kaum progresif sayap kiri. (Gambar Getty)
“Mereka sepertinya tidak peduli berapa banyak orang yang tewas atau apa pun. Tapi saya yakin Israel berusaha meminimalkannya, tapi ini adalah perang yang sangat sulit ketika mereka harus berperang ketika Hamas bersembunyi di belakang warga sipil,” tambahnya.
Sumber IDF mengatakan kepada Fox News Digital bahwa serangan Rafah baru-baru ini melenyapkan Yassin Rabia, komandan kepemimpinan Hamas di Yudea dan Samaria, serta Khaled Nagar, seorang pejabat senior di sayap Hamas di Yudea dan Samaria.
IDF mengatakan kedua pria tersebut melakukan banyak serangan teroris pada awal tahun 2000an yang menewaskan warga sipil dan tentara Israel.
IDF mengakui laporan bahwa “beberapa warga sipil di daerah tersebut terluka” akibat serangan udara dan kebakaran yang terjadi setelahnya. Dikatakan bahwa insiden tersebut sedang ditinjau, dan Netanyahu menyesali “kesalahan tragis” tersebut sambil mengatakan operasi Israel untuk melenyapkan Hamas di Gaza akan terus berlanjut.
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
Bradford Betz dan Trey Yingst dari Fox News berkontribusi pada laporan ini.