Terbaru: Di Paris, Erdogan menyebut Turki sebagai ‘negara hukum’

Terbaru: Di Paris, Erdogan menyebut Turki sebagai ‘negara hukum’

Berita terkini mengenai kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Prancis (sepanjang waktu lokal):

17:40

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membela negaranya sebagai negara yang “di atas segalanya adalah negara hukum” setelah protes atas memburuknya kebebasan pers dan hak asasi manusia di negaranya menyambutnya di Paris.

Erdogan tiba di Paris pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Perjalanan ini adalah yang pertama ke Prancis sejak pemerintahannya menindak tegas lawan-lawannya menyusul kudeta yang gagal pada Juli 2016.

Pada konferensi pers bersama dengan Erdogan, Macron mengatakan dia bertanya kepada pemimpin Turki tentang hal-hal spesifik dari daftar yang disediakan oleh kelompok pengawas Reporters Without Borders.

Erdogan mengatakan sistem hukum di Turki bersifat independen, namun ia akan memberikan nama-nama kasus yang relevan kepada Menteri Kehakiman Turki untuk mencari informasi mengenai status mereka.

Dia mengatakan Turki sedang memerangi banyak musuh di negaranya, mulai dari kelompok ISIS hingga Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang.

Erdogan mengatakan “terorisme tidak tercipta dengan sendirinya” dan “ideolog” harus dilawan.

___

14:30

Protes atas kebebasan pers dan memburuknya hak asasi manusia di Turki menyambut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Paris ketika ia tiba untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Perjalanan tersebut, yang dimulai pada hari Jumat, adalah kunjungan pertama Erdogan ke Prancis sejak pemerintahannya menindak tegas lawan-lawannya setelah kudeta yang gagal pada bulan Juli 2016. Sekitar 50.000 orang telah ditangkap dan 110.000 lainnya dipecat dari pekerjaan sektor publik di Turki.

Sekitar 30 aktivis dari kelompok pengawas Reporters Without Borders memegang foto jurnalis yang dipenjara di luar kedutaan Turki.

Selusin pengunjuk rasa, sebagian besar etnis Kurdi, kemudian mencoba mencapai Istana Kepresidenan Elysee, namun polisi mendorong mereka kembali ke pinggir jalan.

Partai Komunis Prancis dan beberapa partai sayap kiri mengkritik kunjungan Erdogan ke Prancis, yang terjadi sehari sebelum peringatan lima tahun pembunuhan tiga aktivis Kurdi di Paris.

___

10:20

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan perjalanan ke Paris untuk melakukan pembicaraan dengan timpalannya dari Prancis Emmanuel Macron, di tengah protes atas kebebasan pers dan memburuknya hak asasi manusia di Turki.

Erdogan melakukan perjalanan pertamanya ke Prancis sejak kudeta gagal pada tahun 2016 yang diikuti dengan penindasan berat. Sekitar 50.000 orang telah ditangkap dan 110.000 lainnya dipecat dari pekerjaan di sektor publik.

Sekitar 30 aktivis dari lembaga pengawas Perancis Reporters Without Borders melakukan protes di kedutaan Turki pada hari Jumat, sambil mengacungkan gambar jurnalis yang dipenjara di Turki.

Macron diperkirakan akan mengangkat isu kebebasan pers bersama Erdogan. Mereka juga akan membahas hubungan Turki dengan Uni Eropa, serta masalah Palestina dan konflik di Suriah dan Irak.

unitogel