Puing-puing pesawat pengebom PD II yang hilang ditemukan di Laut Utara

Para insinyur yang bekerja pada jaringan listrik bawah laut telah menemukan apa yang diyakini sebagai puing-puing pesawat pengebom Angkatan Udara Kerajaan Perang Dunia II di lepas pantai Norwegia.

Para insinyur sedang melakukan survei dasar laut sebagai bagian dari proyek North Sea Link untuk membangun kabel listrik antara Inggris dan Norwegia ketika mereka menemukan puing-puing pesawat. Penemuan kota Stavanger di Norwegia dapat membantu memecahkan misteri berusia puluhan tahun.

Para ahli yang berkonsultasi dengan program North Sea Link mengidentifikasi puing-puing tersebut sebagai pesawat pengebom berat RAF Short Stirling, yang memainkan peran penting dalam mengirimkan pasokan dari Inggris ke pejuang perlawanan Norwegia selama perang.

GAMBAR MENAKJUBKAN MENGINGAT KEBANGKASAN SUB ERA PERANG DUNIA II KITA

Institut Penelitian Warisan Budaya Norwegia (NIKU) mendatangkan Bengt Stangvik, penggila penerbangan Perang Dunia II, untuk mempelajari temuan tersebut. Di sebuah penyataan dirilis oleh mitra North Sea Link National Grid, Stangvik menjelaskan bahwa beberapa Short Stirling menghilang tanpa jejak dalam misi ke Norwegia selama musim dingin tahun 1944 hingga 1945. “Berdasarkan lokasi bangkai kapal ini, kemungkinan besar kapal tersebut sedang dalam misi untuk menjatuhkan pasokan ke pasukan perlawanan di Norwegia barat,” katanya.

Stangvik mencatat bahwa dari 30 pesawat Inggris yang hilang dalam misi perlawanan Norwegia, 19 di antaranya adalah Short Stirlings. Penemuan di luar Stavanger kemungkinan merupakan salah satu dari enam Kort Stirling yang masih belum diketahui, katanya.

Short Stirling adalah pembom berat bermesin empat pertama RAF selama Perang Dunia II, menurut Stangvik, yang mengatakan pesawat tersebut mengalami kesulitan terbang di atas ketinggian 15.000 kaki ketika muatan penuh. Karena pembom RAF lainnya mampu terbang lebih tinggi, pesawat tempur malam Luftwaffe Jerman memusatkan upaya mereka pada Short Stirling selama serangan.

KAPAL TENGGELAM MUNGKIN MENGANDUNG EMAS NAZI senilai $130 JUTA

Juru bicara National Grid di Inggris, yang bekerja sama dengan perusahaan listrik Norwegia Statnett untuk membangun North Sea Link, mengatakan kepada Fox News bahwa para insinyur telah mencatat lokasi bangkai kapal dengan cermat. “Kami mencatat di mana puing-puing itu berada,” katanya, seraya menambahkan bahwa jalur kabel akan melewati sisa-sisa tersebut. “Kami akan mengitarinya untuk memastikan bangkai kapal itu tidak diganggu.”

038085.pcd (Pembatasan hak cipta tidak ditentukan)

National Grid menghubungi Pusat Korban dan Kasih Gabungan di Kementerian Pertahanan Inggris untuk memberi tahu mereka tentang temuan tersebut.

Dalam pernyataannya, anggota tim JCCC Sue Raftree mengakui potensi penemuan tersebut tetapi tidak dapat memastikannya secara pasti. “Penemuan di laut relatif jarang terjadi karena lokasinya. Sejumlah pesawat diketahui hilang di Laut Utara selama Perang Dunia Kedua, namun kita memerlukan bukti positif sebelum dapat memastikannya,” ujarnya. “Kami akan menggolongkan pesawat ini sebagai kuburan perang. Pesawat ini dilindungi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Peninggalan Militer tahun 1986 yang mencakup pesawat militer yang jatuh di perairan teritorial Inggris dan internasional.”

WANITA MINNESOTA BERUNTUNG KEMBALI DENGAN HELM AYAH PADA PERANG DUNIA II YANG DITEMUKAN DI LAPANGAN PERANG BELANDA

Nigel Williams, direktur proyek North Sea Link untuk National Grid, menjelaskan bahwa peralatan sonar digunakan untuk memindai dasar laut pada kedalaman antara 328 kaki dan 1969 kaki. Setiap objek atau struktur yang terdeteksi ditandai sebagai “titik target” dan diselidiki menggunakan kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) atau “drop cam,” tambahnya.

“Ketika gambar yang tampak seperti roda pesawat muncul, Anda dapat membayangkan keterkejutan kami. Hanya ketika para ahli memeriksa gambar tersebut lebih detail, kami menemukan ada kemungkinan kuat bahwa itu adalah pesawat Inggris yang bertugas selama Perang Dunia Kedua,” kata Williams dalam pernyataannya. Sayangnya, pilot dan awak pesawat tersebut tidak pernah mampu menyelesaikan misi mereka.

PEKERJA MENEMUKAN PENYEDIAAN UDARA MILITER YANG TERLUPAKAN PADA PD II

North Sea Link sepanjang 447 mil, yang diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2021, akan memungkinkan Inggris dan Norwegia saling bertukar listrik.

Ikuti James Rogers di Twitter @jamesjrogers


Pengeluaran HK