2 Pria Dibunuh dengan Gaya Eksekusi di Resor Pantai Meksiko

2 Pria Dibunuh dengan Gaya Eksekusi di Resor Pantai Meksiko

Dua pria Kanada ditembak mati dengan gaya eksekusi di luar sebuah gedung apartemen di resor Puerto Vallarta, Meksiko, kata pihak berwenang pada Senin.

Para saksi mengatakan kepada polisi bahwa seorang pria bersenjata mendekati Gordon Douglas Kendall dan Jeffrey Ronald Ivans di luar gedung tempat mereka tinggal dan menembak Kendall, menurut Jaksa Negara Bagian Jalisco Guillermo Diaz.

Pria bersenjata itu kemudian mengejar Ivans hingga ke area kolam dan menembaknya. Para saksi mata mengatakan dua pria bersenjata lainnya tiba beberapa menit kemudian dan menembak warga Kanada yang tewas atau sekarat berulang kali, kata Diaz. Orang-orang itu melarikan diri dan belum ada yang ditangkap.

Diaz mengatakan Ivans membawa pistol, meski tampaknya dia tidak bisa menggunakannya sebelum ditembak. Merupakan hal yang tidak biasa bagi orang-orang di Meksiko, terutama orang asing, untuk membawa pistol. Tidak jelas apakah Ivans mempunyai izin.

Diaz mengatakan polisi mendapat laporan bahwa orang-orang tersebut terlibat dalam pengembangan real estate di kawasan resor terdekat lainnya, Bahia de Banderas.

Penyidik ​​belum mengetahui motif pembunuhan tersebut.

Sersan. Bill Whalen dari Royal Canadian Mounted Police mengatakan unit kejahatan terorganisir dan geng mencurigai Kendall dan Ivans terlibat dalam perdagangan narkoba di provinsi British Columbia, Kanada.

“Kami mengetahui siapa mereka, bahwa mereka berada di Meksiko dan bahwa mereka terlibat dalam perdagangan narkoba,” kata Whalen, seorang petugas di Unit Penegakan Khusus Pasukan Gabungan RCMP.

Whalen mengatakan Ivans mengaku bersalah atas satu tuduhan perdagangan narkoba pada tahun 2002 di Kamloops, British Columbia, dan didenda $1.000.

Kota terbesar di British Columbia, Vancouver, mengalami peningkatan kejahatan sejak awal tahun ini. Polisi Kanada mengatakan akar dari peningkatan ini adalah geng narkoba, dengan jalur pasokan kokain Meksiko menuju utara melalui California ke kota.

Di negara bagian Michoacan, Meksiko, yang berbatasan dengan Jalisco, polisi menangkap tiga agen federal karena diduga memberikan informasi kepada kejahatan terorganisir.

Departemen Keamanan Publik mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketiga agen tersebut, berusia 33, 37 dan 38 tahun, telah ditugaskan ke kota pelabuhan Lazaro Cardenas sebagai bagian dari tindakan keras Presiden Felipe Calderon terhadap kejahatan terorganisir.

Salah satu petugas membawa uang sebesar $15.000 ketika mereka ditangkap dan penyelidik yakin itu adalah uang yang diterima untuk informasi mengenai operasi polisi, katanya.

Calderon pertama kali melancarkan tindakan keras terhadap kejahatan terorganisir di negara bagian asalnya, Michoacan, dengan mengerahkan ribuan tentara dan agen federal tak lama setelah menjabat.

Para pengedar narkoba bereaksi keras dan melancarkan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan baku tembak dan pemenggalan kepala yang mengerikan. Lebih dari 13.500 orang telah terbunuh akibat kekerasan narkoba sejak Desember 2006. Pemerintah mengatakan sebagian besar korban tewas terlibat dalam perdagangan narkoba.

Togel Sydney