Pew Poll: Bagaimana Orang Jepang dan Tiongkok Melihat Satu Sama Lain
TOKYO – Sombong, kasar dan pada tingkat yang berbeda-beda, nasionalis. Beginilah cara masyarakat Jepang dan Tiongkok memandang negara masing-masing, menurut jajak pendapat baru yang mencerminkan ketegangan geopolitik antara negara-negara tetangga di Asia Timur.
Survei tahunan Pew Research Center, yang dirilis Selasa di Washington, DC, menemukan bahwa meskipun pandangan satu sama lain sedikit membaik dalam beberapa tahun terakhir, pandangan mereka masih sangat negatif dan lebih buruk dibandingkan satu dekade lalu. Lonjakan besar wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Jepang tampaknya tidak banyak mengubah opini masyarakat.
Beberapa hal penting:
NEGATIFITAS
Perasaan negatif meningkat pada tahun 2013, setelah sengketa wilayah yang berkepanjangan mengenai beberapa pulau terpencil dan tidak berpenghuni berkobar pada tahun 2012. Sejak saat itu, jumlah tersebut menurun, namun tetap tinggi.
Orang Jepang yang memiliki pandangan yang sangat tidak baik terhadap Tiongkok:
2006: 22 persen
2013: 48 persen
2016: 42 persen
Orang Cina yang mempunyai pandangan yang sangat tidak baik terhadap Jepang:
2006: 29 persen
2013: 74 persen
2016: 53 persen
___
TAKUT PERANG
Orang Jepang lebih khawatir dibandingkan Tiongkok bahwa sengketa wilayah Tiongkok dengan Jepang dan negara tetangga lainnya dapat menyebabkan konflik militer. Kapal penjaga pantai kedua negara secara teratur menegaskan kedaulatan di dekat Kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang, yang juga diklaim oleh Tiongkok dan disebut Diaoyu.
Orang Jepang sangat khawatir terhadap konflik: 35 persen
Orang Jepang agak khawatir: 45 persen
Masyarakat Tiongkok sangat khawatir: 18 persen
Masyarakat Tiongkok agak khawatir: 41 persen
___
KESOMBONGAN
Bagaimana orang Jepang melihat bahasa Cina:
Sombong: 81 persen
Nasionalis: 76 persen
Kekerasan: 71 persen
Bagaimana orang Cina memandang orang Jepang:
Sombong: 70 persen
Nasionalis: 41 persen
Kekerasan: 74 persen
___
PERMINTAAN MAAF
Jepang telah berulang kali menyatakan penyesalannya atas invasi mereka ke Tiongkok pada tahun 1930-an dan 1940-an, namun Tiongkok mempertanyakan ketulusan pernyataan resmi tersebut dan menuduh beberapa orang di Jepang berusaha menutupi sejarah.
Orang Jepang yang percaya Jepang sudah cukup meminta maaf:
2006: 40 persen
2016: 53 persen
Orang Tiongkok yang percaya Jepang belum cukup meminta maaf:
2006: 81 persen
2016: 77 persen
___
TETANGGA
Pandangan yang menguntungkan tentang Korea Selatan:
Jepang: 27 persen
Tiongkok: 55 persen
Pandangan yang menguntungkan tentang India:
Jepang: 54 persen
Tiongkok: 26 persen
___
METODOLOGI
Survei terhadap 1.000 orang Jepang dilakukan antara tanggal 26 April dan 29 Mei menggunakan telepon rumah dan telepon seluler. Hasil Jepang memiliki margin kesalahan sebesar 4,1 poin persentase. Survei di Tiongkok dilakukan secara tatap muka terhadap 3.154 orang antara tanggal 6 April dan 8 Mei. Survei ini memiliki margin kesalahan sebesar 3,7 poin persentase.