Apakah perawatan laser untuk atrofi vagina aman?

Setiap tahun, jutaan wanita di Amerika Serikat mengalami perubahan pasca menopause dalam hidup mereka, termasuk gejala atrofi vagina. Banyak wanita mengabaikan atau mengatasi gejala ringan, namun ada juga yang mencari pengobatan untuk masalah seperti inkontinensia urin, rasa terbakar dan gatal pada vagina, serta nyeri saat berhubungan seksual. Dalam dekade terakhir, banyak wanita beralih ke perawatan laser baru untuk mendapatkan jawabannya, namun apakah aman?

Sentuhan Mona Lisa

Dalam dunia atrofi vagina, Monalisa Touch berpotensi memecahkan masalah ini selamanya. Tidak seperti prosedur lainnya, perawatan laser baru ini tidak memerlukan anestesi, dan pasien dapat kembali melakukan aktivitas seksual dalam beberapa hari.

MENGAPA REMAJA HARUS MENJAUHI PIL DIET

Laser bekerja dengan menstimulasi jaringan vagina secara lembut, yang membantunya memproduksi lebih banyak kolagen dan memperkuat jaringan. Food and Drug Administration menyetujui pengobatan ini pada akhir tahun 2004, dan banyak wanita sejak itu melaporkan berkurangnya gejala atrofi dan pemulihan kehidupan seks.

Untuk saat ini, perusahaan asuransi tidak menanggung Monalisa Touch, dan pasien harus membayar rata-rata $2400 untuk menerima perawatan. Namun, para wanita mempertimbangkan pilihan yang ada dan menganggap perawatan mahal ini sepadan dengan harganya.

Selain itu, Monalisa Touch sering kali disukai oleh pasien kanker dan kelompok lain yang tidak dapat menjalani pengobatan konvensional untuk atrofi vagina. Biasanya, dokter menyarankan pelumas dan krim vagina untuk mengurangi rasa sakit saat berhubungan intim. Jika pengobatan ini tidak berhasil, mereka beralih ke terapi penggantian hormon dengan estrogen.

Bagi sebagian wanita, terutama penderita kanker, pengobatan ini bukanlah suatu pilihan. Pada tahun 2002, para peneliti mengaitkan terapi penggantian hormon dengan a peningkatan risiko kanker payudaradan terapi kombinasi meningkatkan risiko tersebut sebesar 75 persen. Ada pula perempuan yang tidak menjalani terapi hormon karena alasan pribadi, karena menginginkan jawaban yang lebih permanen terhadap permasalahan mereka.

Apakah perawatan laser berhasil?

Menurut para pendukung Monalisa Touch, perawatan laser bekerja lebih dari itu 90 persen kasus dengan sedikit atau tanpa efek samping. Pasien dapat melanjutkan aktivitas normal, dengan sedikit pantangan seksual, dan tidak memerlukan anestesi untuk prosedur invasif minimal.

TEKNOLOGI DALAM PERKEMBANGAN ANAK DINI: BAIK ATAU BURUK?

Selain itu, Jurnal Endometriosis dan Gangguan Nyeri Panggul menemukan bahwa 100 persen pasien mengalami perbaikan dalam nyeri hubungan seksual setelah 12 minggu pengobatan.

Di sisi lain, perempuan harus memahami bahwa proses di mana laser mendapat persetujuan FDA memiliki peraturan yang jauh lebih sedikit dibandingkan obat-obatan. Selain itu, sebagian besar penelitian yang dilakukan dengan laser merupakan uji coba yang relatif kecil tanpa kelompok kontrol.

Misalnya, sebuah penelitian pada tahun 2015 mengevaluasi 77 pasien dengan atrofi vulvovaginal dan memantau hasilnya hingga 12 minggu tindak lanjut. Dari perempuan yang berpartisipasi, 20 perempuan tidak aktif secara seksual karena atrofi vagina.

Para peneliti menemukan bahwa 17 wanita yang tidak aktif secara seksual mampu kembali ke aktivitas seksual normal sebelum pemeriksaan 12 minggu. Namun, uji coba khusus ini tidak memiliki kelompok kontrol dan alternatif untuk membandingkan hasilnya. Para peneliti memerlukan lebih banyak tes untuk memverifikasi keamanan laser dan efek jangka panjangnya.

Efek samping dan komplikasi

Sampai saat ini, sebagian besar wanita yang menjalani perawatan laser melaporkan rasa gatal, terbakar, kemerahan atau bengkak segera setelah prosedur. Namun komplikasi ini tidak berlangsung lebih dari beberapa hari. Para peneliti tidak menemukan efek jangka panjang lainnya yang terkait dengan pengobatan tersebut.

5 CARA SEKS MEMPENGARUHI KESEHATAN ANDA

Pada saat yang sama, apakah uji klinis yang kurang ketat sudah cukup dilakukan untuk mengesampingkan efek jangka panjang? Meskipun hasil positif dari uji coba kecil ini memang menawarkan banyak harapan bagi perempuan yang menderita penyakit ini, mereka mungkin masih memiliki beberapa pertanyaan untuk dijawab.

Dalam uji coba tahun 2015, para peneliti tidak melacak kemajuan jangka panjang perempuan tersebut untuk mengetahui kemungkinan kemunduran atau masalah kesehatan lain yang diakibatkannya. Monalisa Touch menunjukkan harapan besar, namun orang-orang perlu tahu persis apa yang akan mereka hadapi dalam jangka panjang.

Meski begitu, ribuan wanita telah menerima perawatan sejak laser dirilis. Sejauh ini, perempuan belum menyampaikan masalah kesehatan apa pun terkait prosedur ini. Faktanya, perawatan laser telah membantu banyak wanita memperbarui kehidupan seks mereka dan terbebas dari atrofi vagina.

Perawatan laser untuk atrofi vagina terbukti menjanjikan dalam membantu wanita mengatasi gejala pascamenopause yang melumpuhkan. Wanita-wanita ini tidak ingin menjalani sisa hidup mereka dengan rasa gatal, perih dan nyeri saat berhubungan seksual. Namun, perempuan harus mempertimbangkan bahwa mungkin ada risiko yang tidak diketahui bagi mereka dalam jangka panjang, meskipun sejauh ini belum ada risiko yang diangkat. Mereka harus mengambil keputusan secara hati-hati dengan bantuan ahli kesehatan dan memilih pilihan terbaik untuk situasi mereka.

Artikel ini dulu muncul di AskDrManny.com.

judi bola terpercaya