Saham goyah karena investor menunggu lelang Spanyol

Saham goyah karena investor menunggu lelang Spanyol

Saham-saham di Eropa dan AS melemah pada hari Rabu setelah menguat selama dua hari, namun pasar Asia melonjak karena spekulasi bahwa Jepang mungkin mengambil langkah-langkah baru untuk menstimulasi perekonomiannya.

Pasar di Eropa dan Amerika Serikat mendapat dorongan pada minggu ini oleh solidnya pendapatan perusahaan-perusahaan Amerika, peningkatan mengejutkan dalam sentimen investor Jerman dan relatif diterimanya baik lelang obligasi Spanyol. Revisi naik terhadap perkiraan pertumbuhan global Dana Moneter Internasional (IMF) juga mendukung kepercayaan.

Bagaimana pasar mengakhiri minggu ini akan bergantung pada lelang obligasi 10 tahun Spanyol pada hari Kamis – jika permintaan lemah, investor kemungkinan akan kembali khawatir mengenai kemampuan negara tersebut untuk membayar utangnya. Krisis Eropa kemungkinan akan dibahas dalam pertemuan para menteri keuangan Kelompok 20 negara-negara industri dan berkembang terkemuka akhir pekan ini.

“Ujian yang baik terhadap kepercayaan investor di Spanyol akan terjadi besok dengan penjualan obligasi sepuluh tahun,” kata Louise Cooper, analis pasar di BGC Partners. “Meskipun ada ketakutan yang meningkat, kita belum berada dalam krisis, dengan imbal hasil utang Spanyol dan Italia bertenor 10 tahun masih 1-2 persen di bawah imbal hasil yang tidak berkelanjutan sebesar 7-7,5 persen pada musim gugur lalu.”

Spanyol telah menjadi sumber kekhawatiran utama dalam krisis utang Eropa karena para investor khawatir mengenai kemampuan pemerintah untuk melakukan serangkaian langkah-langkah penghematan pada saat tingkat pengangguran berada pada angka 23 persen dan perekonomian berada dalam resesi.

Imbal hasil obligasi sepuluh tahun negara itu naik di atas 6 persen pada hari Senin. Namun, dalam dua hari terakhir angka tersebut telah turun kembali ke tingkat yang lebih terkendali di bawah 6 persen.

Meskipun imbal hasil mengalami sedikit penurunan, saham Spanyol terus berfluktuasi dengan liar. Pada hari Rabu, indeks utama IBEX turun 2,3 persen setelah Bank of Spain melaporkan bahwa jumlah total kredit macet di bank-bank negara tersebut naik ke level tertinggi dalam 18 tahun pada bulan Februari.

Di tempat lain di Eropa, indeks FTSE 100 dari saham-saham terkemuka Inggris turun 0,2 persen pada 5.753 sementara DAX Jerman turun 0,8 persen menjadi 6.749.CAC-40 di Perancis turun 1,4 persen pada 3.247.

Euro juga berkinerja buruk dalam lingkungan penghindaran risiko, diperdagangkan 0,3 persen lebih rendah pada $1,3074.

Di AS, rata-rata industri Dow Jones turun 0,5 persen menjadi 13.052 sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 turun 0,4 persen menjadi 1.386.

Sebelumnya di Asia, sentimen didukung oleh indikasi bahwa Bank Sentral Jepang mungkin akan berbuat lebih banyak untuk mendukung perekonomian. Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa Deputi Gubernur Kiyohiko Nishimura menyarankan agar bank sentral dapat mengambil langkah stimulus tambahan untuk mengatasi deflasi.

Hal ini membantu indeks Nikkei 225 di Tokyo naik 2,1 persen menjadi 9.667,26 dan dolar naik 0,4 persen menjadi 81,33 yen.

Pasar saham lainnya juga menguat, termasuk Hang Seng Hong Kong yang naik 1,1 persen menjadi 20.780,73.

Saham-saham Tiongkok Daratan naik karena harapan akan reformasi keuangan yang bertujuan mengatur pinjaman swasta dan menciptakan lembaga-lembaga baru untuk melayani peminjam swasta dengan lebih baik, kata para analis. Indeks acuan Shanghai Composite naik 2 persen menjadi 2,380.85. Indeks Komposit Shenzhen naik 2,1 persen menjadi 956,49.

Pasar minyak melemah, dengan harga minyak mentah acuan New York turun 40 sen menjadi $103,80 per barel.

____

Pamela Sampson di Bangkok berkontribusi pada laporan ini.

slot online gratis