Negara-negara Baltik bergabung dengan Norwegia, Finlandia dan Polandia untuk membangun ‘dinding drone’ melawan Rusia
BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Negara-negara Baltik bersama dengan Norwegia, Finlandia dan Polandia mengumumkan rencana untuk membangun “dinding drone” di sepanjang perbatasan mereka dengan Rusia pada hari Minggu.
Menteri Dalam Negeri Estonia Lauri Läänemets mengatakan teknologi ini mampu mendeteksi dan menghalangi drone, dan menambahkan bahwa negaranya berencana memasang penghalang di sepanjang perbatasan timur serta kota-kota besarnya.
“Seperti yang bisa kita lihat di lini depan Ukraina, ada perlombaan teknologi yang terus-menerus antara musuh dan cara-cara baru dalam menggunakan drone dalam peperangan.
“Tidak ada keraguan bahwa hal ini diperlukan, karena drone terkecil sekalipun telah membuktikan nilainya sebagai senjata pengintai dan ofensif,” tambahnya.
PASUKAN KIEV TERHADAP TEKANAN LEMBUT RUSIA DI UKRAINA TIMUR, kata pejabat militer
Negara-negara Baltik bersama dengan Norwegia, Finlandia dan Polandia mengumumkan rencana untuk membangun “dinding drone” di sepanjang perbatasan mereka dengan Rusia pada hari Minggu.
Pengumuman tersebut muncul beberapa hari setelah Rusia sendiri mengumumkan rencana mengubah perbatasan maritimnya di Laut Baltik. Menteri Luar Negeri Lituania menanggapinya pekan lalu dengan menyebutnya sebagai “eskalasi yang nyata” yang harus ditanggapi dengan “tanggapan tegas yang tepat”.
SITUASI DI UKRAINA ‘TEKANAN’ KARENA PERSEDIAAN Amunisi JATUH, EROPA ‘DIET KELAPARAN’
Kementerian Pertahanan Rusia telah mengusulkan pembaruan koordinat yang digunakan untuk mengukur jalur perairan teritorial dari pantai daratan dan pulau-pulau di Laut Baltik. Koordinat yang ada telah disetujui pada tahun 1985, kata kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa koordinat tersebut “didasarkan pada peta navigasi laut skala kecil,” dan tidak sesuai dengan “situasi geografis modern.”
Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen menghadiri konferensi pers di dekat perbatasan dengan Rusia di Virolahti, Finlandia, Rabu, 22 Mei 2024. Ketika perang di Ukraina berlanjut, perbatasan diperkuat di negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia dan Lituania, serta di Finlandia dan Polandia. (Jussi Nukari/Lehtikuva melalui AP)
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan Rusia memiliki Persatuan negara-negara konvensi yang mengatur bagaimana melakukan perubahan tersebut. “Kami dan Finlandia berasumsi bahwa Rusia – yang merupakan pihak penandatangan konvensi tersebut – memenuhi tanggung jawab tersebut,” katanya, menurut kantor berita Swedia TT.
Jika Rusia menentang perbatasan, maka “Rusia melanggar konvensi PBB, dan seluruh dunia akan menentangnya,” kata Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen, menurut media penyiaran Finlandia YLE.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa “tidak ada unsur politis” dalam usulan Kementerian Pertahanan tersebut. (Gambar Getty)
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa “tidak ada unsur politis” dalam usulan Kementerian Pertahanan tersebut.
“Anda lihat bagaimana ketegangan dan tingkat konfrontasi meningkat, terutama di kawasan Baltik. Hal ini memerlukan langkah-langkah yang tepat dari badan-badan terkait untuk menjamin keamanan kami,” kata Peskov.
Associated Press berkontribusi pada laporan ini