Badan di Indonesia memberikan persetujuan awal terhadap merek-merek Trump
JAKARTA, Indonesia – Badan Kekayaan Intelektual Indonesia telah memberikan persetujuan awal terhadap dua merek dagang Donald Trump kurang lebih dua tahun setelah permohonan diajukan.
Meskipun waktunya sesuai dengan pedoman badan tersebut mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk persetujuan tersebut, persetujuan merek dagang Trump oleh pemerintah asing telah menimbulkan kekhawatiran di AS mengenai potensi konflik kepentingan bagi presiden tersebut.
Basis data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual menunjukkan bahwa merek dagang “Trump” dan “Trump Internasional” akan layak didaftarkan secara resmi jika tidak ada yang mengajukan keberatan dalam jangka waktu tiga bulan.
Diperlukan waktu kurang lebih dua tahun agar poin-poin tersebut mencapai tahap akhir, kira-kira pada waktu yang sama dengan poin-poin Trump yang telah didaftarkan sebelumnya di Indonesia.
Keputusan Trump untuk mempertahankan kepemilikan merek globalnya sementara presiden telah menuai tuntutan hukum dan kritik di AS atas dugaan adanya konflik kepentingan. Satu tuntutan hukum yang diajukan pada bulan Juni oleh hampir 200 anggota Partai Demokrat di Kongres menuduh adanya pelanggaran terhadap larangan konstitusional dalam menerima hadiah dari pemerintah asing. Merek dagang menjadi inti dari keluhan ini karena diberikan oleh negara asing dan bisa sangat berharga.
Di Indonesia, Trump Organization akan mengoperasikan dua resor mewah yang dibangun oleh miliarder Hary Tanoesuedibjo, yang dilarang meninggalkan negara tersebut saat ia sedang diselidiki karena diduga mengancam jaksa.
Trump dan putrinya Ivanka, yang merupakan penasihat Gedung Putih dan memiliki bisnis fesyen dan gaya hidup, bersama-sama memiliki enam merek lain yang menunggu persetujuan di Indonesia. Beberapa merek dagang Donald Trump ditunjukkan oleh database sebagai merek dagang yang sudah kadaluwarsa dan satu merek dagang terdaftar pada awal tahun 2016.
Trump Organization sangat aktif dengan merek-mereknya di Tiongkok, di mana mereka telah secara formal atau tentatif menyetujui setidaknya 125 merek pada bulan Juni. Sembilan diantaranya memperoleh persetujuan sementara pada bulan Juni setelah sebelumnya ditolak seluruhnya atau sebagian, dan kecepatan proses bandingnya mengejutkan para pakar kekayaan intelektual.
Dua poin di Indonesia yang mendekati persetujuan akhir mencakup berbagai kemungkinan bisnis. Merek Trump mencakup pendidikan, penyediaan fasilitas konferensi, manajemen model, dan perjudian online. Merek Trump International, yang berada dalam masa pengumuman sebelum masa keberatan, terutama mencakup layanan yang berkaitan dengan hotel dan real estate.