Apa gaya manajemen amarah Anda?

Berikut adalah cara untuk mengelola rasa frustrasi Anda, apakah Anda memiliki sifat mudah marah atau memiliki selera humor yang tinggi.

Gaya Kemarahan: Peledak

Seperti apa: “Jika kamu meninggalkan jaketmu di lantai sekali lagi, aku akan meninggalkanmu!” Mungkin diperlukan banyak upaya untuk mendorong Anda melewati tepian, namun ketika Anda sampai di sana, bumi berguncang dan orang-orang berlarian mencari perlindungan.

Mengapa Anda bisa melakukannya: Jika Anda belum pernah diajari cara mengatasi iritasi, biasanya Anda akan menelannya hingga tidak bisa menelan lagi. Akhirnya atasan Anda akan meledak. Beberapa orang adalah pecandu amarah, yang mendapatkan adrenalin dari ledakan emosi, belum lagi fakta bahwa serangan gencar dapat berarti mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan – setidaknya dalam jangka pendek.

Kerusakan: Hampir mustahil untuk merasakan empati dan kemarahan pada saat yang bersamaan, jadi di saat yang panas, Anda cenderung akan mengatakan dan melakukan hal-hal kasar yang kemudian Anda sesali.

________________________________________________

Lebih dari Nyata Sederhana:
Cara meningkatkan tingkat energi Anda

Bagaimana membuat perubahan positif dalam hidup Anda

Cara cepat menghilangkan stres
________________________________________________

Bagaimana cara membalikkannya
Tunggu saja. “Penelitian menunjukkan bahwa respons kemarahan neurologis berlangsung kurang dari dua detik,” kata Ronald Potter-Efron, spesialis manajemen kemarahan di Eau Claire, Wisconsin, dan salah satu penulis buku tersebut. Lepaskan amarah. Selain itu, dibutuhkan komitmen untuk tetap marah. Ucapkan Ikrar Kesetiaan dalam hati atau hitung sampai 10 dan lihat apakah keinginan untuk meledak mereda.

Kuasai emosi Anda. Membingkai ulang perasaan Anda secara sederhana dapat membantu Anda merasa lebih terkendali. “Saya benar-benar kesal dengan perilaku Anda” jauh lebih efektif dan memberdayakan daripada %#*&@!.

Gaya Kemarahan: Pelecehan diri sendiri

Seperti apa: “Ini salahku karena dia tidak membantuku. Aku wanita yang buruk.” Anda selalu menemukan cara untuk menjadikan segala sesuatu sebagai kesalahan Anda.

Mengapa Anda bisa melakukannya: Pada suatu saat, harga diri Anda terpukul dan Anda memutuskan bahwa terkadang lebih aman dan mudah untuk marah pada diri sendiri dibandingkan pada orang lain.

Kerusakan: Terus-menerus memendam perasaan marah dapat membuat Anda terus-menerus mengalami kekecewaan dan bahkan depresi.

Bagaimana cara membalikkannya
Tanyakan pada diri Anda sendiri. Setiap kali Anda merasakan dorongan untuk menerima kesalahan, mulailah dengan bertanya pada diri sendiri, “Siapa yang bilang bahwa saya bertanggung jawab atas hal ini?” Lalu tanyakan, “Apakah saya benar-benar mempercayai hal ini?” Daripada mengambil semua tanggung jawab, berterima kasihlah pada diri sendiri karena telah mengenali polanya.

Tingkatkan harga diri Anda. Buatlah daftar kualitas positif Anda. Mengembangkan rasa bermartabat yang sejati adalah langkah penting dalam mengatasi sikap menyalahkan diri sendiri. Temukan seorang profesional jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut untuk mengatasi masalah ini.

Gaya Marah: Pasif-Agresif

Seperti apa: “Ups. Apakah aku menghapus semua pertandingan bisbol lama itu dari TiVo?” Anda tidak menyembunyikan atau menelan amarah Anda, namun Anda mengungkapkannya dengan cara yang halus.

Mengapa Anda bisa melakukannya: Anda tidak menyukai konfrontasi, tetapi Anda juga tidak mudah menyerah. “Orang-orang menjadi ‘kemarahan yang menyelinap’ ketika mereka yakin bahwa mereka tidak mampu menghadapi orang lain,” kata Potter-Efron. Beberapa orang yang pada dasarnya berhati-hati beralih ke gaya ini ketika mereka merasa terdorong keluar dari zona nyamannya.

Kerusakan: Anda membuat orang frustrasi. Todd mengatakannya dengan cara lain: “Anda menjalani hidup dengan memastikan orang lain tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, alih-alih mengejar apa yang membuat Anda bahagia.” Intinya: Tidak ada yang menang.

Bagaimana cara membalikkannya
Beri diri Anda izin untuk marah. Katakan pada diri sendiri bahwa kemarahan adalah cara jiwa Anda untuk mengatakan bahwa Anda lelah didorong. Sebuah mantra: Ketegasan itu baik; agresi (pasif atau sebaliknya) tidak.

Advokasi untuk diri Anda sendiri. Daripada “lupa” menyerahkan laporan di tempat kerja atau datang terlambat ke rapat, kumpulkan keberanian Anda dan beri tahu atasan Anda bahwa beban kerja Anda menjadi terlalu berat atau Anda punya masalah dengan rekan kerja. Ini tidak akan mudah, tetapi tidak juga mencari pekerjaan lain.

Mengontrol. Jika Anda beralih ke agresi pasif ketika Anda merasa tidak nyaman dengan apa yang diharapkan dari Anda, penting untuk melakukan sesuatu untuk mengendalikan situasi Anda. Tidak bisakah Anda mengelola rumah atau keuangan sendirian? Daripada melakukan pekerjaan sembarangan (tentu saja secara tidak sadar), beri tahu pasangan Anda betapa pentingnya dia berkontribusi.

Klik di sini untuk gaya kemarahan lainnya dari Real Simple.

Togel Singapore