Apa Selanjutnya bagi Temer di Brasil Setelah Tuduhan Korupsi?
SAO PAULO- Presiden Michel Temer, yang diperangi di Kongres dan tidak populer di jalanan, kini didakwa melakukan korupsi oleh jaksa penuntut utama Brasil setelah kesepakatan pembelaan ditandatangani oleh para eksekutif perusahaan pengepakan daging JBS. Ini adalah pertama kalinya seorang presiden Brasil didakwa, namun Temer berjanji untuk tetap menjabat. Dalam waktu kurang dari dua bulan, ia bisa saja digulingkan dari jabatannya, sehingga semakin menimbulkan keraguan terhadap masa depan Brasil hingga pemilihan umum pada bulan Oktober 2018.
Berikut langkah selanjutnya dalam kasus Temer:
RUANG AJUTAN
Setelah dakwaan resmi yang diajukan oleh pengacara Rodrigo Janot, ketua hakim di pengadilan tertinggi Brasil, Carmen Lucia, akan meminta agar Kamar Deputi mengizinkan atau menolak pembukaan persidangan terhadap presiden. Rodrigo Maia, Ketua House of Commons, akan mengirimkan permintaan tersebut ke komisi yang menganalisis masalah konstitusional dan yudikatif.
KOMISI KONGRES
Ketua komisi, wakil Rodrigo Pacheco dari partai Gerakan Demokratik Brasil yang dipimpin Temer, akan memilih seorang pelapor yang akan memiliki waktu hingga tujuh sesi untuk menyelesaikan laporannya. Pengacara Temer akan mengadakan hingga 10 sesi untuk membela kasusnya. Komisi akan menentukan bagaimana kasus ini diajukan, namun terlepas dari rekomendasinya, komisi tersebut akan dipilih oleh seluruh anggota dewan.
PEMILIHAN RUMAH PENUH
Temer akan diberhentikan dari jabatannya hingga 180 hari jika dua pertiga dari 513 anggota Dewan Perwakilan Rakyat memberikan suara menentangnya dan Mahkamah Agung menyetujuinya. Sementara itu, Maia akan mengambil alih sementara Temer diadili. Jika dua pertiganya tidak tercapai, maka tuntutan akan ditangguhkan hingga masa jabatan Temer berakhir, yakni 31 Desember 2018.
MAHKAMAH AGUNG
Jika Temer dibebaskan oleh pengadilan, dia akan diizinkan kembali menjabat. Hal yang sama juga akan terjadi jika Pengadilan Federal Tertinggi Brazil, pengadilan tertinggi di negara tersebut, tidak mengeluarkan keputusan dalam waktu 180 hari setelah persidangan. Jika terbukti bersalah, Temer bisa dikirim ke penjara. Tuduhan korupsi membawa hukuman antara dua dan 12 tahun. Karena Brasil saat ini tidak memiliki wakil presiden sejak Temer, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden, mengambil alih jabatan presiden terguling Dilma Rousseff, tidak jelas apa yang akan terjadi dalam situasi seperti itu. Banyak pakar yakin Maia akan menyelesaikan masa jabatannya sementara yang lain berpendapat pemilu baru harus diadakan.
KARTU LIAR
Proses yang sama yang dihadapi Temer atas tuduhan korupsi mungkin akan terulang dua kali lagi. Temer juga sedang diselidiki atas dugaan menghalangi keadilan dan menjadi anggota organisasi kriminal. Jika Janot mengajukan dua tuduhan ini, legislator harus mengambil keputusan. Banyak pengamat yakin Janot mungkin melakukan tindakan satu per satu untuk memaksa anggota parlemen memberikan suara berkali-kali. Banyak sekutu Temer yang berjuang untuk mendukung atau melepaskan diri darinya menjelang pemilu tahun depan.