Apakah Prediktor Usia Online Benar-Benar Berfungsi?

Jika akhir-akhir ini Anda menjelajahi media sosial atau situs viral, Anda mungkin menemukan beberapa kuis prediksi. Dengan menjawab beberapa pertanyaan, kuis ini akan mencoba memprediksi hewan peliharaan favorit Anda, liburan impian, tempat tinggal Anda, atau hal lain tentang Anda. Anda bahkan dapat menemukan situs web yang mencoba memprediksi penampilan Anda di masa depan! Meskipun Anda mungkin menganggap tes atau teknologi itu menyenangkan untuk dicoba, apakah tes atau teknologi tersebut benar-benar dapat memprediksi masa depan Anda?

Salah satu program berbasis web mengklaim membuat prediksi semacam itu setidaknya berdasarkan kenyataan. Orange, sebuah perusahaan telekomunikasi, membuat situs tersebut Diri Masa Depan untuk menunjukkan kepada orang-orang bagaimana penampilan mereka 20 tahun ke depan.

KELUARGA KLAIM ‘TANTANGAN PAUS BIRU’ DI BALIK Bunuh Diri Remaja

Untuk melakukan hal ini, pemrogram menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah yang menganalisis wajah seseorang melalui kamera komputer. Mereka memodelkan kepala dan bahu humanoid untuk program yang dapat dijadikan dasar fitur pengguna saat ini. Program ini kemudian menerapkan tekstur dan pencahayaan dinamis, yang membuat orang tersebut menua di masa depan.

Meskipun pemrogram melakukan pekerjaannya dengan baik, Future Self memiliki beberapa masalah. Pertama, para model wanita cenderung terlihat mirip satu sama lain dibandingkan dengan pengguna situs tersebut. Secara keseluruhan, hasil ini mungkin masuk akal, namun usia tampaknya menjadi faktor yang paling berpengaruh.

Mengingat keluarga

Kemampuan menua seseorang dengan akurasi yang tinggi ternyata menyimpan nilai yang besar saat ini. Misalnya, kepolisian memerlukan prediksi akurat untuk membantu mereka menemukan orang yang hilang.

Pada akhir tahun 2015, para ilmuwan dari Universitas Bradford mengembangkan perangkat lunak penuaan yang mereka gunakan pada balita kerajaan Pangeran George. Berbeda dengan program lainnya, software ini sebenarnya menggunakan beberapa fitur wajah tertentu dan mencakup faktor dari orang tua dan berbagai anggota keluarga. Semakin banyak lapisan yang dapat ditambahkan ilmuwan ke dalam program, semakin akurat hasil akhirnya.

COLLAGEN CAIR: APAKAH AIR MANCUR REMAJA?

Untuk memeriksa keakuratan programnya, mereka juga menjalankan gambar asli dan gambar prediksi melalui perangkat lunak pengenalan wajah. Menurut Hassan Ugail, profesor komputasi visual di Universitas tersebut, perangkat lunak menua melalui perkembangan alami tanpa memperhitungkan proses makanan dan lingkungan. Ugail memperkirakan software tersebut memiliki tingkat akurasi sekitar 80 persen.

Meskipun metode prediksi ini cukup menjanjikan, apakah cukup untuk menyebut prediksi usia sebagai sebuah ilmu? Untuk perangkat lunak yang digunakan pada Pangeran George, para peneliti mungkin memerlukan lebih banyak data dan tes untuk memastikan keakuratannya.

Prediksi anak kecil dan usia

Di tempat lain program diuji oleh Universitas Washington, para peneliti berfokus pada prediksi akurat dari anak kecil. Karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, para ilmuwan merasa prosesnya lebih menantang. Bentuk wajah mereka dapat berubah secara signifikan dan menyerupai ciri-ciri satu atau lebih anggota keluarga.

Dalam penelitian ini, para peneliti mengembangkan perangkat lunak yang dapat secara otomatis menua seorang anak melalui perkembangan yang mendetail. Perangkat lunak ini memiliki akurasi yang mengejutkan dan masih berfungsi dengan baik dalam berbagai pose, pencahayaan, dan ekspresi.

BAGAIMANA DIET DAN OLAHRAGA MEMPENGARUHI RISIKO ANDA TERHADAP BERBEDA KANKER

Untuk memperoleh keakuratan program, peneliti menggunakan rata-rata ribuan wajah dari berbagai usia. Dalam melakukan hal ini, mereka sebenarnya bertanggung jawab atas berbagai perubahan visual yang mungkin dialami seseorang.

Selain itu, para peneliti menguji metode prediksi mereka terhadap lebih dari 80 wajah manusia. Mereka memasukkan foto orang tersebut pada usia muda dan membandingkan hasilnya dengan gambar sebenarnya saat orang tersebut tumbuh dewasa.

Untuk melangkah lebih jauh, peneliti kemudian secara acak meminta orang untuk mengidentifikasi foto aslinya. Mereka menemukan bahwa orang-orang memilih foto yang dihasilkan perangkat lunak sama seringnya dengan foto yang benar. Orang tidak bisa membedakan keduanya.

Namun, semakin muda anak, semakin sulit perangkat lunak atau prediksi buatan manusia untuk bekerja secara akurat. Karakteristik bayi berubah drastis seiring bertambahnya usia, dan para peneliti masih memerlukan lebih banyak tes untuk menyempurnakan prosesnya.

Memprediksi usia seseorang merupakan proses yang sulit. Anda mungkin bersenang-senang menggunakan situs perkembangan usia yang memvisualisasikan masa depan Anda, namun keakuratannya tampaknya berbeda-beda antar program. Sejauh ini, hanya penelitian yang mempertimbangkan karakteristik keluarga dan variasi penuaan secara umum yang memberikan hasil terbaik. Jadi sebelum Anda yakin bahwa masa depan Anda yang dihasilkan komputer adalah kehancuran Anda, Anda mungkin ingin memverifikasi kedalaman penelitian program terlebih dahulu.

Artikel ini pertama kali muncul di AskDrManny.com.

Result Sydney