Arti Paskah dan salib
FILE – Sebuah salib berdiri melawan matahari di luar Woodside Hospice di Pinellas Park, Florida. (AP)
Umat Kristen merayakan Pekan Suci dan Paskah untuk menandai peristiwa terpenting dalam sejarah manusia: kematian, penguburan, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Paskah adalah mulligan Tuhan bagi umat manusia.
Ungkapan Pekan Suci, yang diciptakan ratusan tahun yang lalu oleh para pengikut setia Yesus, mengacu pada tujuh hari penuh refleksi, meditasi, dan aktivitas spiritual yang mencerminkan perasaan pengabdian dan cinta mereka kepada Juruselamat. Pria dan wanita ini mencoba untuk menghidupkan kembali kehidupan rohani mereka dengan menelusuri jejak Yesus ke kayu salib, di mana Ia disalib di antara dua pencuri dalam upaya yang sengaja untuk mempermalukan Dia. (Patut dicatat bahwa bahkan di tengah penghinaan-Nya, Yesus berdoa memohon pengampunan bagi para algojo-Nya.) Mengingat peristiwa-peristiwa ini menguatkan jiwa para pengikut mula-mula, yang telah menjadi lemah karena cobaan dan kesengsaraan hidup.
Paskah adalah mulligan Tuhan bagi umat manusia.
Saat ini, umat Kristiani melihat kembali peristiwa-peristiwa ini, bukan untuk menghidupkan kembali kesedihan, duka dan kesakitan, namun untuk memperbarui komitmen kita untuk hidup di tingkat yang lebih tinggi, yaitu tingkat yang Yesus tantang untuk kita jalani.
Kita mengakui salib sebagai simbol kasih Tuhan, namun secara historis salib merupakan alat penyiksaan yang diciptakan oleh orang-orang Yunani dan Romawi untuk memperpanjang kematian mereka yang dihukum karena kejahatan terhadap negara. Karena Yesus tidak bersalah atas hal tersebut, salib harus mempunyai makna yang lebih tinggi – yaitu salib yang dapat menampung harapan umat manusia.
Yesus menyampaikan maknanya ketika Ia berkata: “Beginilah Allah mengasihi dunia ini: Ia mengaruniakan Putra-Nya, Putra tunggal-Nya. Dan inilah alasannya: agar tidak seorang pun perlu dibinasakan; dengan beriman kepada-Nya, siapa pun dapat mempunyai hidup yang utuh dan kekal. Tuhan tidak bersusah payah mengutus Anak-Nya untuk sekadar menuding dan memberi tahu dunia betapa buruknya hal itu. Dia datang untuk menolong, untuk memulihkan dunia” (Yohanes 3:16-17—The Message Bible).
Sampai saat ini, Pdt. Billy Graham pernah berkata: “Tuhan menunjukkan kasih-Nya di kayu Salib. Ketika Kristus digantung, berdarah, dan mati, Allahlah yang berkata kepada dunia, ‘Aku cinta kamu.’
Saat ini salib masih menjadi simbol pengampunan Tuhan. Hukuman atas dosa-dosa kita yang tak terhitung banyaknya terhadap Allah – segala jenis dosa – adalah kematian… kematian kekal. Ketika Yesus tergantung di kayu salib, hutang kita kepada Tuhan telah dipenuhi. Salib adalah cara Tuhan mengangkat halaman kita. Itu adalah cara-Nya untuk mengatakan, “Aku mengampunimu.” Salib adalah jembatan menuju pengampunan Tuhan, dan kita diajak untuk berjalan bebas melintasinya.
Paskah memberi kita kesempatan untuk merenungkan contoh kemurahan hati yang menakjubkan ini, sembari kita mencari cara untuk secara praktis mencontohkan kualitas tersebut dalam kehidupan kita sendiri. Paskah mengingatkan saya bahwa saya adalah seorang Kristen – seorang pengikut Kristus – dan akan panggilan Tuhan bagi saya dan setiap orang untuk menjalani kehidupan yang lebih saleh, berdasarkan moral, dan penuh rahmat. Paskah juga mengingatkan saya bahwa saya harus hidup sebagai pribadi – seperti yang diperintahkan Yesus.
Paskah adalah mulligan Tuhan bagi umat manusia. Dalam golf, mulligan adalah pukulan yang dimainkan kembali dari titik pukulan sebelumnya tanpa penalti apa pun. Kesalahanmu dimaafkan. Anda dapat mengambil gambar lagi. Paskah ini, buatlah komitmen untuk bertemu Yesus untuk pertama kalinya… lagi. Paskah mengingatkan Anda untuk terus berusaha menjalani kehidupan seperti Tuhan.