Astronom Temukan 60 Dunia Baru, Temukan ‘Bumi Super’
Konsep seniman tentang kemungkinan planet yang mengorbit bintang disebut Gliese 411, atau GJ 411. (Atas izin Ricardo Ramirez)
Sebuah tim astronom internasional telah menemukan 60 planet baru yang mengorbit bintang di dekat tata surya Bumi, termasuk “Bumi super” yang berbatu.
Para ahli juga menemukan bukti adanya tambahan 54 planet, sehingga potensi penemuan dunia baru menjadi 114.
Salah satu planet khususnya, Gliese 411b, telah menarik banyak perhatian. Digambarkan sebagai “Bumi super panas dengan permukaan berbatu,” Gliese 411b terletak di sistem bintang terdekat keempat dengan Matahari, menjadikannya sistem planet terdekat ketiga dengan Matahari, menurut Universitas Hertfordshire di Inggris, yang mengambil bagian dalam penelitian tersebut. Gliese 411b (juga dikenal sebagai GJ 411b atau Lalande 21185) mengorbit bintang Gliese 411 (atau GJ 411).
MENGUBAH LANGIT: DATABASE BINTANG UTAMA TERSEDIA UNTUK UMUM
Meskipun diberi label “Bumi super”, Dr. Mikko Tuomi dari Pusat Astrofisika Universitas Hertfordshire mengatakan kepada Fox News bahwa Gliese 411b terlalu panas untuk bisa ada kehidupan di permukaannya.
Gliese 411 dan Gliese 411b terletak 8 tahun cahaya dari Bumi. Tahun cahaya, yang mengukur jarak di ruang angkasa, sama 6 miliar mil.
Sebagai perbandingan, planet mirip Bumi yang baru ditemukan, Proxima b, yang mengorbit katai merah Proxima Centauri, berjarak sekitar 4 tahun cahaya dari Bumi. Katai merah adalah bintang kecil yang relatif dingin.
‘SUPERFLARES’ MUNGKIN MEMBUAT PROXIMA B TIDAK MUNGKIN SUDAH LAMA
Tuomi, yang juga terlibat dalam penemuan Proxima b, mengatakan kepada Fox News bahwa kelompok planet terbaru ini merupakan penemuan yang signifikan. “Selama beberapa tahun terakhir, telah ditetapkan sebagai fakta ilmiah bahwa terdapat lebih banyak planet di alam semesta daripada jumlah bintang. Ini berarti bahwa hampir setiap bintang memiliki sebuah planet, atau beberapa di antaranya, yang mengorbitnya,” jelasnya melalui email. “Penemuan kami terhadap puluhan planet baru di dekatnya menggarisbawahi fakta ini. Namun penemuan ini juga memberikan manfaat lebih. Kami sekarang terus menemukan dunia-dunia ini.”
“Intinya, kami sekarang sedang membangun peta jalan observasi untuk teleskop raksasa masa depan yang dapat digunakan untuk memotret beberapa atau bahkan sebagian besar dunia yang baru ditemukan ini,” tambah Tuomi. “Ibaratnya memetakan sebuah kepulauan sehingga kita bisa mengenalnya di masa depan ketika kita melihat lebih dekat seperti apa sebenarnya pulau-pulau tersebut.”
Ke-60 planet baru ditemukan mengorbit bintang-bintang yang sebagian besar berjarak sekitar 20 hingga 300 tahun cahaya, menurut Tuomi.
NASA INVESTIGASI PENGIRIMAN LANDER KE BULAN JUPITER EROPA UNTUK MENCARI KEHIDUPAN
Penemuan ini didasarkan pada pengamatan yang dilakukan selama 20 tahun oleh para astronom Amerika menggunakan teleskop Keck-I di Hawaii sebagai bagian dari Lick-Carnegie Exoplanet Survey. Selama penelitian, para ilmuwan memperoleh hampir 61.000 observasi terhadap 1.600 bintang, yang kini tersedia untuk umum.
Disponsori oleh NASA dan National Science Foundation, Lick-Carnegie Exoplanet Survey memanfaatkan bakat dari pemburu planet dari sejumlah organisasi, termasuk University of California (UC) Santa Cruz dan Carnegie Institution for Science di Washington, DC
Carnegie Institution of Science juga memimpin tim termasuk MIT untuk merilis data hampir 61.000 pengamatan terhadap 1.600 bintang.
Ikuti James Rogers di Twitter @jamesjrogers