Badai Tropis Cristobal bisa bertambah menjadi badai akhir pekan ini
Citra satelit NOAA yang diambil Minggu, 24 Agustus 2014 pukul 10:45 EDT menunjukkan Badai Tropis Cristobal bergerak ke arah utara di atas Bahama sebagai kawasan awan padat disertai hujan lebat dan angin kencang. Sekelompok awan berukuran 0f yang ada di atas Bermuda hingga bagian tenggara AS dikaitkan dengan batas frontal. Awan yang lebih tersebar terdapat di Hispaniola dan Kuba bagian timur hingga Cekungan Karibia bagian timur. (FOTO AP/CUACA DI BAWAH TANAH)
SANTO DOMINGO, Republik Dominika (AP) – Badai Tropis Cristobal membasahi Bahama dan Kepulauan Turks dan Caicos dengan hujan deras saat bergerak perlahan di jalur utara di Karibia. Satu orang tewas dan dua orang lainnya dilaporkan hilang pada akhir pekan ketika mereka terjebak di sungai yang meluap di pulau yang dimiliki oleh Republik Dominika dan Haiti.
Pusat Badai Nasional AS di Miami mengatakan Cristobal mungkin akan menjadi badai pada akhir pekan ini di Atlantik terbuka. Pusat badai diperkirakan akan menjauhi Pantai Timur AS.
Pria yang tewas tenggelam ketika mencoba mengemudikan truk pikapnya melintasi sungai yang deras di Wali Kota Hato, Republik Dominika, sebuah provinsi di timur laut ibu kota Santo Domingo, kata Juan Manuel Mendez, direktur operasi darurat negara itu, pada Minggu.
Kedua orang yang hilang itu hanyut pada Sabtu malam oleh sungai yang meluap di kota pelabuhan Saint Marc, Haiti barat. “Kami masih mencari jenazahnya,” kata Luckecy Mathieu, koordinator perlindungan sipil.
Banyak penduduk di Bahama tenggara yang berpenduduk jarang dan kepulauan kecil yang bergantung pada Britania di Karibia, Kepulauan Turks dan Caicos, menderita akibat hujan Cristobal yang merusak kaca jendela.
Kapten Stephen Russell, kepala Badan Manajemen Darurat Bahama, mengatakan tidak ada laporan kerusakan. Lalu lintas udara ke kepulauan Bahama bagian tenggara belum ditangguhkan, namun kapal-kapal yang berlayar di laut disarankan untuk tetap berada di pelabuhan, katanya.
Perdana Menteri Turks dan Caicos Rufus Ewing menyarankan warganya untuk sebisa mungkin tetap berada di dalam rumah karena rangkaian pulau di selatan Bahama terus mengalami hujan lebat dan “banjir besar di daerah dataran rendah”, khususnya di kepulauan Caicos Tengah dan Caicos Utara.
“Cuaca buruk diperkirakan akan berlanjut selama 48 jam lagi dan akibatnya banjir diperkirakan akan semakin parah,” kata Ewing dalam sebuah pernyataan, Minggu.
Cristobal, yang terbentuk sebagai depresi tropis di Kepulauan Turks dan Caicos pada hari Sabtu, merupakan depresi keempat dalam musim badai Atlantik.
Pada Minggu malam, badai tersebut menghasilkan kecepatan angin mendekati 45 mph (75 km/jam) dan terletak sekitar 105 mil (165 kilometer) timur-timur laut San Salvador, Bahama.
Badai dengan curah hujan tinggi bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 5 mph (7 km/jam). Peramal cuaca AS mengatakan akan ada penurunan kecepatan maju selama beberapa hari ke depan, yang berarti pusat Cristobal diperkirakan akan bergerak dekat atau timur Bahama tengah pada hari Senin.
Para peramal cuaca di AS mengatakan Cristobal dapat membawa curah hujan hingga 8 inci (20 sentimeter) ke Kepulauan Turks dan Caicos serta Bahama bagian tenggara dan tengah hingga Selasa.
Sebelum menjadi badai, badai tersebut merobohkan beberapa pohon dan kabel listrik di Puerto Rico, menyebabkan lebih dari 23.500 orang tanpa aliran listrik dan 8.720 orang tanpa air. Ada beberapa laporan tanah longsor.
Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sebuah jembatan runtuh di kota Barranquitas, Puerto Rico tengah pada hari Sabtu, dan mengisolasi sekitar 25 keluarga di daerah tersebut. Tidak ada yang terluka.
Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino