Bagaimana menjadi pembaca pikiran

Jika suatu hari nanti kita bisa terbangun dengan kekuatan super pilihan kita, membaca pikiran akan menjadi prioritas utama. (Oke, mungkin terbang, tapi mari kita realistis di sini). Masalah yang bisa dipecahkannya! Kesalahpahaman yang bisa dicegah! Dan kini penelitian baru mewujudkan keinginan tersebut.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Ilmu Saraf Kognitif dan Afektif Sosialsuatu bentuk meditasi yang dikenal sebagai pelatihan kasih sayang berbasis kognitif (CBCT) bisa menjadi tiket Anda untuk bisa membaca orang lain dengan lebih baik.

Pertama, yang kurus dalam CBCT: Daripada berfokus pada pernapasan dan kesadaran—seperti yang Anda lakukan dengan meditasi mindfulness—meditasi welas asih melibatkan pertimbangan terhadap hal-hal spesifik, seperti kecintaan Anda pada orang lain, dalam upaya memfokuskan kembali sikap Anda terhadap orang-orang yang berinteraksi dengan Anda. setiap hari, kata rekan penulis studi Jennifer S. Mascaro, seorang rekan postdoctoral di departemen antropologi di Emory University.

Rasakan lebih dekat dalam 5 menit

Untuk melihat bagaimana CBCT dapat mempengaruhi empati orang dan kemampuan kita untuk membaca satu sama lain, Mascaro dan rekan-rekannya membagi sekelompok kecil peserta studi menjadi dua kelompok: Setengah dari mereka mengikuti kursus pelatihan CBCT selama delapan minggu, sementara yang lainnya mengikuti kursus mingguan. diskusi kesehatan. kelompok. Semua peserta diberikan pemindaian MRI sebelum dan sesudah kursus mereka, dan selama pemindaian mereka diperlihatkan gambar mata orang-orang dan diminta untuk membedakan emosi orang dalam gambar tersebut.

Hasil? Mereka yang menyelesaikan kursus CBCT menunjukkan peningkatan paling besar pada tes foto.

Selain itu, pemindaian MRI mereka menunjukkan peningkatan aktivitas di dua area otak yang berhubungan dengan empati.

Cobalah latihan meditasi welas asih ini untuk membantu Anda terhubung dengan orang-orang di sekitar Anda—dan bacalah dengan lebih baik:
1. Tetapkan pikiran Anda terlebih dahulu. Mulailah dengan bernapas dengan penuh kesadaran. Kemudian perhatikan bagaimana perasaan Anda dan apa yang Anda pikirkan. Anda mungkin menemukan bahwa pikiran dan emosi Anda berubah dari waktu ke waktu, mencerminkan bagaimana pandangan kita tidak tetap – dan bahwa kita memiliki kemampuan untuk berubah.

Temukan gaya meditasi yang sesuai dengan kepribadian Anda

2. Selanjutnya, menjadi lebih sadar. Pikirkan tiga orang: seorang teman baik, seseorang yang tidak terlalu Anda kenal, dan seseorang yang bergumul dengan Anda. Bayangkan ketiga orang ini berdiri di depan Anda, dan perhatikan bagaimana perasaan Anda terhadap mereka masing-masing. Cobalah untuk terhubung lebih dalam dengan mereka dengan mencoba menyadari bahwa ketiga orang ini adalah seperti Anda yang menginginkan kebahagiaan, dan bahwa mereka juga rentan terhadap stres dan penderitaan. Luangkan waktu sejenak untuk duduk dengan pengakuan ini.

3. Terakhir, kembangkan kasih sayang Anda. Begitu Anda mengenali kesamaan orang lain, Anda bisa memperkuat perasaan positif Anda terhadap mereka. Mulailah menyadari bahwa segala sesuatu yang Anda andalkan untuk bertahan hidup—termasuk makanan dan tempat tinggal—bergantung pada upaya dan kebaikan orang lain. Dengan mengubah perspektif Anda seperti ini, Anda dapat mengembangkan rasa syukur yang lebih dalam terhadap orang lain, sehingga memperkuat kasih sayang dan empati Anda.

8 Teman yang Dibutuhkan Setiap Wanita

sbobet