Bagi Gubernur Arizona Jan Brewer, isu-isu penting adalah bagian dari pekerjaannya

PHOENIX (AP) – Gubernur Arizona Jan Brewer siap memutuskan apakah akan menandatangani proposal yang mengizinkan pemilik bisnis dengan keyakinan agama yang kuat untuk menolak melayani kaum gay.

Langkah ini merupakan salah satu dari serangkaian rancangan undang-undang yang telah dikirimkan oleh Badan Legislatif kepada gubernur sejak ia menjabat pada bulan Januari 2009.

Berikut ini cara Brewer menangani saran lainnya:

– IMIGRASI: Anggota parlemen mengesahkan undang-undang imigrasi Arizona pada bulan April 2010 dalam upaya untuk mendorong batas-batas apa yang dapat dilakukan petugas polisi setempat untuk menghadapi imigrasi ilegal. Undang-undang tersebut menuai kritik tajam dari para pendukung hak-hak imigran, menyebabkan boikot ekonomi terhadap negara bagian tersebut, memicu tantangan hukum dari pemerintahan Obama dan menginspirasi anggota parlemen di lima negara bagian lainnya untuk mengeluarkan variasi undang-undang tersebut. Dengan menandatangani peraturan tersebut menjadi undang-undang, Gubernur Jan Brewer memperkuat prospeknya dalam pemilihan gubernur tahun 2010. Mahkamah Agung AS menguatkan bagian undang-undang yang paling kontroversial pada tahun 2012, namun membatalkan bagian lainnya.

– PAGAR PERBATASAN: Brewer menandatangani undang-undang tahun 2011 yang mengizinkan negara bagian membangun pagar di sepanjang perbatasan Arizona dengan Meksiko menggunakan uang pribadi senilai jutaan dolar. Tidak ada pagar yang didirikan sebagai hasil dari upaya negara. Sumbangan mengering setelah hanya sebagian kecil dari dana yang ada di tangan.

— BAR SENJATA: Brewer menandatangani proposal tahun 2009 yang mengizinkan penduduk Arizona yang memiliki izin senjata tersembunyi untuk membawa pistol ke bar dan restoran yang menyajikan minuman beralkohol. Undang-undang tersebut mengharuskan pemilik bar dan restoran yang ingin melarang penggunaan senjata api di tempat mereka untuk memasang tanda “dilarang membawa senjata” di sebelah izin minuman keras di tempat tersebut. Minum sambil membawa senjata adalah ilegal. Para penentang mengatakan mencampurkan senjata dan alkohol merupakan kombinasi yang berbahaya. Para pendukungnya mengatakan masyarakat harus bisa melindungi diri mereka sendiri di tempat usaha yang menyajikan minuman beralkohol.

– SERTIFIKAT KELAHIRAN OBAMA: Brewer memveto rancangan undang-undang tahun 2011 yang mengharuskan Presiden Barack Obama dan calon presiden lainnya membuktikan kewarganegaraan AS sebelum nama mereka muncul dalam surat suara negara bagian. Saat menolak tindakan tersebut, gubernur mengatakan dia kecewa karena undang-undang tersebut memberikan wewenang kepada Menteri Luar Negeri Arizona untuk menilai kualifikasi semua kandidat ketika mereka mengajukan permohonan untuk mencalonkan diri. Dia mengatakan memilih satu orang sebagai penjaga gerbang pemungutan suara dapat mengakibatkan keputusan yang sewenang-wenang atau bermotif politik.

— KONTRASEPSI: Pada bulan Mei 2012, Brewer menandatangani undang-undang yang meringankan persyaratan Arizona untuk rencana kesehatan yang mencakup kontrasepsi. Berdasarkan undang-undang tersebut, pengusaha yang mengidentifikasi diri mereka sebagai organisasi yang berorientasi agama dapat membatalkan cakupan kontrasepsi untuk tujuan pengendalian kelahiran. Hal ini telah memicu perdebatan selama berbulan-bulan mengenai potensi dampaknya terhadap cakupan kesehatan perempuan dan masalah privasi. Para pendukungnya mengatakan undang-undang tersebut merupakan perlindungan terhadap kebebasan beragama, sementara para kritikus menyebutnya sebagai serangan terhadap perempuan.

— GEDUNG PEMERINTAH SENJATA: Brewer memveto proposal tahun 2011 yang mengizinkan orang masuk ke sebagian besar gedung pemerintah yang tidak memiliki penjaga bersenjata atau detektor logam. Brewer, yang menggambarkan dirinya sebagai pendukung hak kepemilikan senjata, mengatakan banyak ketentuan dalam RUU tersebut mengenai berbagai topik senjata api yang kurang jelas, termasuk di mana senjata api diperbolehkan. Kritikus menyebutnya sebagai mandat yang tidak didanai oleh pemerintah daerah karena biaya keamanan yang diperlukan untuk melarang senjata api. Para pendukungnya mengatakan RUU ini akan memungkinkan pemilik senjata untuk membela diri jika diserang di gedung publik tanpa adanya pengamanan.

— LARANGAN ABORSI 20 MINGGU: Brewer menandatangani larangan pada tahun 2012 terhadap sebagian besar aborsi di Arizona setelah usia kehamilan 20 minggu, jauh sebelum usia kehamilan 24 minggu saat janin dianggap dapat hidup. Tahun lalu, pengadilan banding federal mengatakan larangan tersebut melanggar serangkaian keputusan Mahkamah Agung yang dimulai dengan keputusan penting Roe v. Wade pada tahun 1973. Mahkamah Agung AS menolak banding Arizona atas keputusan tersebut pada bulan Desember.

Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino


judi bola terpercaya