Berita baik dan buruk tentang pemanasan global

Berita baik dan buruk tentang pemanasan global

Sekarang beberapa hasil baru dari Political Grapevine:

Penuh dengan lubang

Lubang pada lapisan ozon, yang diyakini disebabkan oleh penggunaan zat pendingin dan aerosol oleh manusia, perlahan-lahan membaik. The New York Times melaporkan bahwa meskipun hal ini merupakan kabar baik bagi para pemerhati lingkungan, beberapa ilmuwan memperingatkan bahwa hal ini sebenarnya dapat berkontribusi terhadap pemanasan global.

Mereka mengatakan lubang ozon menyebabkan terbentuknya awan jernih dan lembab yang membantu menjaga Antartika dari pemanasan dan pencairan. Ken Carslaw dari Universitas Leeds mengatakan: “Memperbaiki lubang tersebut akan membalikkan keadaan. Hal ini pada dasarnya akan mempercepat pemanasan di beberapa bagian belahan bumi selatan.”

Sementara itu, kekhawatiran masyarakat terhadap pemanasan global semakin berkurang. Jajak pendapat baru yang dilakukan Pew Research menunjukkan bahwa isu ini menduduki peringkat terakhir di antara 21 isu publik teratas pada tahun 2010, dengan hanya 28 persen yang menganggapnya sebagai prioritas. Angka ini 10 poin lebih rendah sejak 2007.

Perpisahan yang hebat

Presiden Obama adalah presiden tahun pertama yang paling terpolarisasi dalam sejarah. Gallup mengatakan selisih 65 poin persentase antara tingkat dukungan terhadap presiden dari Partai Demokrat dan Partai Republik adalah yang terbesar dibandingkan presiden mana pun pada tahun pertamanya menjabat.

Angka ini 13 poin lebih tinggi dari pemegang rekor sebelumnya Bill Clinton, dan 20 poin lebih tinggi dari pendahulunya, George W. Bush.

Presiden Obama menikmati peringkat persetujuan yang tinggi ketika ia menjabat, dan merupakan salah satu yang terbaik sejak tahun 1950-an, termasuk perolehan 41 persen dari Partai Republik. Namun pada akhir tahun pertama presiden menjabat, hanya 23 persen anggota Partai Republik yang menyetujuinya, yang mana hal ini tidak disetujui oleh Trump. Clinton mendapat dukungan minoritas terendah untuk presiden tahun pertama.

Tongkat dan batu

Dan Presiden Obama tampaknya juga mulai kehilangan pengaruhnya di Indonesia. Pihak berwenang di sana sedang mempertimbangkan untuk merobohkan patung dirinya di Jakarta hanya satu bulan setelah diresmikan. Patung “Little Barry” di Taman Menteng memperlihatkan sang presiden saat masih kecil pada tahun 1960-an saat tinggal di Indonesia.

Kritikus mengatakan Presiden Obama tidak melakukan apa pun untuk negaranya. Dan situs jejaring sosial Facebook memiliki 55.000 orang yang menyerukan agar situs tersebut dihapus. Laman grup tersebut berbunyi: “Barack Obama belum memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa Indonesia. Bisa dibilang Obama hanya makan di Menteng dan tidak *kosong*. Ia menghabiskan hari-hari berikutnya sebagai orang Amerika.”

Presiden Obama mengatakan pada bulan November bahwa dia dan keluarganya berencana mengunjungi Indonesia tahun ini.

Saluran Berita Fox Megan Dumpe Kenworthy berkontribusi untuk laporan ini.

Togel SDY