Bintang ‘Breakfast Club’ Molly Ringwald menghadapi ‘situasi yang dipertanyakan’ sebagai bintang muda: ‘Saya dilecehkan’
BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
Molly Ringwald telah mengungkapkan bahwa dia “dieksploitasi” selama awal karirnya di Hollywood.
Ringwald, 56, menjelaskan bahwa dia mendapati dirinya berada dalam “situasi yang dipertanyakan” meskipun tidak “keluar clubbing” di masa remajanya.
“Saya tidak pernah benar-benar merasa menjadi bagian dari sebuah komunitas ketika saya masih di Hollywood, hanya karena saya masih sangat muda, sungguh,” kata Ringwald saat tampil di “WTF dengan Marc Maron” podcast. “Saya tidak tertarik pergi ke klub. Saya merasa sekarang saya lebih bersosialisasi dibandingkan dulu. Aku masih terlalu muda.”
“Yah, Anda beruntung tidak dimanfaatkan atau berada dalam situasi yang mengerikan,” kata pembawa acara Marc Maron (60) kepada Ringwald.
MOLLY RINGWALD MENGKRITIK FILM 80ANNYA SEBAGAI ‘BENAR-BENAR PUTIH’, INGIN REMAKE LEBIH BERAGAM
Molly Ringwald, kanan, mengklaim dia “dibeli” sebagai bintang muda. (Gambar Universal/Getty Images)
‘Oh, saya dimanfaatkan,’ bintang ‘Pretty in Pink’ itu menjelaskan. “Anda tidak bisa menjadi aktris muda di Hollywood dan tidak ada predator di sekitarnya.”
Ringwald menggunakan “naluri bertahan hidup yang luar biasa dan superego yang cukup besar” untuk mencari cara melindungi dirinya sendiri ketika dia berada dalam “situasi yang dipertanyakan”.
Namun, aktris tersebut menjelaskan bahwa dia berusaha “meyakinkan” putrinya agar tidak terjun ke dunia akting untuk menghindari nasib yang sama.
“Tapi, ya, itu bisa mengganggu,” katanya. “Dan sekarang saya memiliki seorang putri berusia 20 tahun yang menjalani profesi yang sama, meskipun saya telah melakukan semua yang saya bisa untuk meyakinkan dia melakukan hal lain. Dan itu sulit.”
SEPERTI APA YANG ANDA BACA? KLIK DI SINI UNTUK BERITA HIBURAN LEBIH LANJUT
Molly Ringwald tidak ingin putrinya terjun ke dunia akting. (Gilbert Flores/WWD melalui Getty Images)
Bertahun-tahun setelah memerankan karakter seperti Clarie Standish di “The Breakfast Club” dan Samantha di “Sixteen Candles”, Ringwald merasa “berbeda” dengan film era 80-an.
“Saat saya membuat film itu dengan John Hughes, niatnya bukan untuk membuat ‘Porky’s’ atau ‘Animal House,'” Ringwald sebelumnya kata NPR. “Tetapi saya pikir, seperti yang dikatakan semua orang, dan saya percaya itu benar, bahwa zaman telah berbeda dan apa yang dapat diterima pada saat itu tentu saja (tidak) dapat diterima sekarang dan tidak seharusnya diterima pada saat itu, namun itulah yang terjadi.”
“Saya merasa sangat berbeda tentang film sekarang, dan ini adalah posisi yang sulit bagi saya karena ada banyak hal yang saya sukai dari film tersebut,” tambahnya. “Dan tentu saja saya tidak ingin berterima kasih kepada John Hughes, tapi saya sangat menentang apa yang ada di film-film itu.”

Molly Ringwald dan Anthony Michael Hall dalam “Klub Sarapan”. (Gambar Getty)
KLIK DI SINI UNTUK BERLANGGANAN NEWSLETTER HIBURAN
Ringwald baru-baru ini menonton “The Breakfast Club” bersama putrinya dan merenungkan film tersebut dalam sebuah wawancara dengan The Times.
“Ada banyak hal yang benar-benar saya sukai dari film ini, namun ada beberapa elemen yang belum berkembang dengan baik – seperti karakter Judd Nelson, John Bender, yang pada dasarnya melecehkan karakter saya secara seksual,” katanya. mengatakan kepada outlet tersebut.
“Saya senang kita bisa melihatnya dan mengatakan bahwa keadaannya benar-benar berbeda sekarang.”

Molly Ringwald difoto pada tahun 1985. (Gambar Getty)
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS