Castro: Kuba menginginkan hubungan yang lebih baik dengan Amerika Serikat, namun tidak akan menyerah pada tuntutan perubahan pemerintahan

Presiden Raul Castro mengeluarkan peringatan keras kepada pengusaha yang memaksakan reformasi ekonomi Kuba, dan mengatakan kepada parlemen pada hari Sabtu bahwa “mereka yang mendorong kita untuk bergerak lebih cepat sedang membawa kita menuju kegagalan.”

Castro telah melegalkan usaha swasta skala kecil di hampir 200 bidang usaha sejak tahun 2010, namun telah memberlakukan peraturan yang lebih ketat terhadap usaha yang dianggap terlalu jauh atau terlalu kompetitif dengan perusahaan milik negara. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah telah melarang penjualan kembali perangkat keras dan pakaian impor serta menindak perusahaan video game dan bioskop swasta yang tidak memiliki izin.

Castro mendukung langkah-langkah tersebut dalam pidatonya di sidang dua tahunan badan legislatif komunis, dengan mengatakan “setiap langkah yang kita ambil harus disertai dengan pembentukan rasa ketertiban.”

“Kontrol yang tidak memadai oleh lembaga-lembaga negara dalam menghadapi aktivitas ilegal yang dilakukan pengusaha swasta tidak diselesaikan tepat waktu, sehingga menciptakan lingkungan impunitas dan mendorong percepatan pertumbuhan aktivitas yang tidak pernah diizinkan untuk profesi tertentu,” kata Castro.

Ia mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Kuba menginginkan hubungan yang lebih baik dengan AS namun tidak akan pernah menyerah pada tuntutan perubahan pemerintahan dan ekonomi Kuba, dengan mengatakan “kami tidak menuntut AS mengubah sistem politik atau sosialnya dan kami tidak menerima negosiasi mengenai sistem kami.”

“Jika kita benar-benar ingin memajukan hubungan bilateral kita, kita harus belajar menghormati perbedaan-perbedaan kita,” kata Castro. “Jika tidak, kami siap menghadapi situasi yang sama selama 55 tahun lagi.”

Kuba menyalahkan embargo AS yang telah berlaku selama setengah abad karena telah mencekik perekonomian negara tersebut, namun pemerintah Castro juga mengakui perlunya mereformasi perekonomian negara dengan membuka secara bertahap terhadap perusahaan swasta. Banyak warga Kuba yang dengan antusias memanfaatkan peluang untuk menghasilkan lebih banyak uang dengan bisnis mereka sendiri, namun pengusaha baru dan pakar dari luar mengeluh bahwa pemerintah memberikan pesan yang beragam tentang keterbukaan mereka terhadap perusahaan swasta.

Sinyal-sinyal yang bertentangan terlihat jelas dalam penanganan Kuba terhadap puluhan home theatre dan ruang video game swasta yang bermunculan di seluruh negeri tahun ini, menarik banyak anak muda yang rela mengeluarkan beberapa dolar untuk mengakses teknologi hiburan rumah terbaru yang diimpor, seolah-olah untuk penggunaan pribadi, oleh warga Kuba yang kembali dari AS, Kanada, atau negara lain.

Pemerintah mengecam bioskop karena menyebarkan kebodohan yang tidak berbudaya kepada kaum muda, dan memerintahkan penutupan bioskop pada bulan lalu karena melanggar batas-batas jenis bisnis swasta yang diperbolehkan berdasarkan reformasi yang diperkenalkan oleh Castro. Kemudian muncul reaksi balik, dimana para pengusaha meratapi hilangnya investasi sebesar ribuan dolar dan para penonton bioskop mengatakan bahwa mereka kesal karena terlalu memaksakan diri terhadap gangguan yang tidak berbahaya. Tanggapan resmi diberikan dengan cepat dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Sebuah artikel bulan lalu di surat kabar Partai Komunis Granma mengakui bahwa terdapat penolakan luas terhadap larangan tersebut, dan mengindikasikan bahwa larangan tersebut sedang dipertimbangkan kembali. Artikel Granma yang sama juga memberikan pembelaan penuh terhadap larangan penjualan kembali perangkat keras dan pakaian impor.

Castro tampaknya membenarkan semua langkah yang diambil baru-baru ini untuk mengendalikan perusahaan swasta.

“Kami tidak mengabaikan fakta bahwa mereka yang mendorong untuk bergerak lebih cepat sedang membawa kami menuju kegagalan, menuju perselisihan, dan merusak kepercayaan dan dukungan rakyat terhadap pembangunan sosialisme serta kemerdekaan dan kedaulatan Kuba.”

Beberapa warga Kuba yang diwawancarai di jalan-jalan Havana mengatakan bahwa mereka secara umum menyetujui pidato Castro namun menginginkan rincian lebih lanjut mengenai reformasi ekonomi dan sikap yang lebih lunak terhadap AS.

“Saya ingin tahu persis langkah reformasi apa yang akan kita ikuti,” kata Daniel Mora, pensiunan pegawai pemerintah berusia 72 tahun. “Dan dia mengatakan kepada AS bahwa kami siap menghadapi blokade selama 55 tahun lagi, namun saya belum siap untuk itu. Saya berusia 72 tahun dan saya ingin melihat cahaya di ujung terowongan sebelum saya mati.”

Castro memuji hubungan Perang Dingin antara Kuba dan gerakan anti-apartheid di Afrika Selatan, namun tidak menyebutkan jabat tangannya dengan Presiden Barack Obama pada pemakaman Nelson Mandela bulan ini.

Ia menyesalkan bahwa pertumbuhan akan mencapai 2,7 persen pada tahun 2013, hampir satu poin persentase di bawah perkiraan sebesar 3,6 persen. Ia mengatakan, pertumbuhan pada tahun 2014 diperkirakan sebesar 2,2 persen.

Hampir mustahil untuk mengetahui ukuran sebenarnya dari perekonomian Kuba karena Kuba menggunakan dua mata uang, peso turis yang dapat dikonversi yang dipatok ke dolar AS dan peso Kuba yang bernilai sekitar 4 sen, dan pemerintah tidak secara jelas membedakan kedua mata uang tersebut dalam statistik ekonomi.

Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino


taruhan bola online