Correa dari Ekuador mengatakan drama Snowden mengalihkan perhatian dunia dari kebocoran data NSA

Presiden Ekuador mengecam pemberitaan media mengenai pengungkap fakta (whistleblower) Badan Keamanan Nasional (NSA) Edward Snowden, dengan mengatakan bahwa hal itu mengalihkan perhatian dunia dari program pengawasan yang diungkapkan Snowden.

Presiden Rafael Correa menyampaikan komentar terkuatnya mengenai masalah ini di Twitter sebagai tanggapan terhadap a Washington Post Editorial yang menyebut dia sebagai “pemimpin otokratis di Ekuador yang kecil dan miskin” dan menuduhnya menerapkan standar ganda dalam menyambut pelapor sementara diduga membungkam kritik di dalam negeri.

“Mereka telah berhasil memusatkan perhatian pada Snowden dan negara-negara ‘jahat’ yang ‘mendukungnya’, membuat kita melupakan hal-hal buruk terhadap rakyat Amerika dan seluruh dunia yang dia ungkapkan.

“Tatanan dunia tidak hanya tidak adil, tapi juga tidak bermoral,” lanjut Correa, dengan menggunakan retorika baru yang agresif mengenai masalah ini.

Penjabat Menteri Luar Negeri Ekuador, Galo Galarza, mengatakan kepada televisi pemerintah pada hari Rabu bahwa negaranya belum mengeluarkan dokumen perjalanan apa pun kepada Snowden yang akan memudahkannya melakukan perjalanan tanpa adanya paspor AS, yang telah dinyatakan tidak berlaku.

“Dia tidak memiliki dokumen yang dikeluarkan Ekuador seperti paspor atau kartu pengungsi,” kata Galarza.

Senator Bob Menendez, DN.J., ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengancam perjanjian perdagangan Ekuador dengan Amerika Serikat jika negara tersebut memberikan suaka kepada Snowden. Menendez mendesak Rusia untuk menyerahkannya ke Amerika Serikat.

“Edward Snowden adalah buronan yang membahayakan keamanan nasional Amerika Serikat. Tindakannya patut diadili, bukan dipuji,” kata Menendez dalam pernyataannya.

“Pemerintah kami tidak akan memberi penghargaan kepada negara-negara yang berperilaku buruk. Jika Snowden diberikan suaka di Ekuador, saya akan memimpin upaya untuk mencegah pembaruan akses bebas bea Ekuador berdasarkan GSP dan juga akan memastikan tidak ada peluang untuk pembaruan Undang-Undang Promosi Perdagangan dan Pemberantasan Narkoba Andean.”

Generalized System of Preferences, atau GSP, memberikan akses bebas bea preferensial hingga 5.000 produk ketika diimpor dari salah satu dari 127 negara dan wilayah penerima manfaat yang ditunjuk, menurut Perwakilan Dagang AS.

Berdasarkan pemberitaan The Associated Press.

Ikuti kami twitter.com/foxnewslatino
Seperti kita di facebook.com/foxnewslatino


Result SGP