Delapan tewas dalam serangan Irak

Delapan tewas dalam serangan Irak

Bom menghantam empat konvoi militer koalisi dan Irak serta kantor pemerintah provinsi pada hari Senin, menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk seorang tentara AS dan seorang tentara Estonia di wilayah Bagdad.

Terjadi sehari setelah hampir 50 mayat rekrutan militer Irak ditemukan terbunuh, pemboman tersebut terjadi ketika sebuah badan PBB mengkonfirmasi beberapa ratus ton bahan peledak hilang dari bekas depot militer Irak di daerah rawan pemberontak di selatan Bagdad.

Pengungkapan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa bahan peledak tersebut telah jatuh ke tangan pemberontak yang melakukan serangkaian pemboman mobil berdarah, meskipun tidak ada bukti yang secara langsung menghubungkan hilangnya bahan peledak tersebut dengan serangan tersebut.

Pada hari Senin, sebuah bom pinggir jalan di Bagdad barat menewaskan seorang tentara Amerika dan melukai lima lainnya, kata militer AS.

Seorang tentara Estonia tewas ketika sebuah bom pinggir jalan meledak di sebuah pasar di luarnya Bagdad (Mencari) saat patrolinya lewat, kata militer Estonia. Lima tentara Estonia lainnya terluka.

Sebuah bom mobil juga meledak di dekat konvoi militer Australia 350 meter dari kedutaan negara mereka di Bagdad, menewaskan tiga warga sipil Irak dan melukai sembilan orang, termasuk tiga tentara Australia yang menderita luka ringan, kata pejabat Irak dan koalisi.

“Ini pertama kalinya…kendaraan Australia diserang oleh aksi musuh langsung,” juru bicara Angkatan Darat Australia, Brigjen. Mike Hannan, di ibu kota Australia, Canberra, mengatakan.

Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer dan Menteri Pertahanan Robert Hill menyatakan keraguan bahwa pasukan Australia menjadi sasaran khusus. Downer mengatakan konvoi tersebut tidak melakukan perjalanan pada rute normalnya.

Dua kelompok Islam telah memposting di situs web mereka yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap warga Australia. Salah satunya diposting atas nama militan Yordania Abu Musab al-Zarqawimengatakan (Mencari) kelompok, berganti nama menjadi Al Qaeda di Irak. Klaim lainnya dibuat atas nama Tentara Islam Irak. Tidak mungkin untuk menentukan apakah klaim tersebut asli.

Kelompok Al-Zarqawi, sebelumnya dikenal sebagai Tauhid dan Jihad (Mencari), telah disalahkan atas sejumlah pemboman mobil bunuh diri dan pemenggalan sandera asing, termasuk pemboman kembar yang mematikan di dalam Zona Hijau yang sangat aman di Bagdad, yang menampung para pemimpin Amerika dan Irak.

Tentara Islam Irak mengaku bertanggung jawab atas penculikan jurnalis Prancis Christian Chesnot (37) dan George Malbrunot pada bulan Agustus, serta penculikan lainnya.

Dalam serangan yang hampir bersamaan pada hari Senin di kota Mosul di utara, pembom mobil bunuh diri menghantam kantor pemerintah provinsi dan konvoi militer, kata militer AS. Tiga pegawai negeri tewas dan satu orang terluka di kantor dan seorang jenderal Irak terluka ringan dalam serangan terhadap konvoi tersebut, kata juru bicara pemerintah.

Serangan pemberontak di seluruh Irak telah meningkat sebesar 25 persen sejak bulan suci Ramadhan dimulai dua minggu lalu. Serangan terhadap pasukan AS dan koalisi rata-rata terjadi 56 kali sehari pada bulan lalu – turun dari puncaknya yaitu 87 kali pada bulan Agustus.

Senin tanggal agensi Energi Atom Internasional (Mencari) mengatakan 377 ton bahan peledak konvensional yang cocok untuk bom mobil hilang dari bekas instalasi militer Irak sekitar 30 mil selatan ibu kota.

Badan yang bermarkas di Wina, Austria itu mengatakan pihaknya diberitahu oleh Kementerian Sains dan Teknologi Irak pada 10 Oktober bahwa bahan peledak tersebut hilang dari bekas fasilitas Al-Kakaa di selatan Bagdad.

Al-Qaqaa dekat dengan Youssifiyah, kawasan yang penuh serangan penyergapan. Seorang kru Associated Press Television News yang berkendara melewati kompleks tersebut pada hari Senin tidak melihat adanya keamanan yang terlihat di gerbang lokasi tersebut, tumpukan bangunan penyimpanan berwarna kuning yang tampak terbengkalai.

Keluaran SGP Hari Ini