Denmark: 3 pria ditangkap karena dugaan teror

Denmark: 3 pria ditangkap karena dugaan teror

Tiga pria ditangkap di Kopenhagen karena dicurigai merencanakan serangan teror setelah polisi menemukan mereka membawa senjata otomatis dan amunisi, kata badan intelijen Denmark pada Jumat.

Badan Keamanan dan Intelijen, atau PET, mengatakan orang-orang tersebut ditangkap di dua lokasi terpisah di ibu kota Denmark sehubungan dengan penyelidikan teror yang sedang berlangsung. Badan tersebut menggambarkan mereka sebagai warga negara Yordania berusia 22 tahun, pria Turki berusia 23 tahun yang tinggal di Denmark, dan warga negara Denmark berusia 21 tahun yang tinggal di Mesir.

“(Ini) menyoroti keseriusan ancaman yang dihadapi Denmark,” kata Menteri Kehakiman Morten Boedskov kepada kantor berita nasional Ritzau.

Badan intelijen telah berulang kali memperingatkan bahwa Denmark masih menjadi sasaran teroris Islam sejak penerbitan 12 karikatur Nabi Muhammad di surat kabar Jyllands-Posten pada tahun 2005. Kartun tersebut menyebabkan kerusuhan di banyak negara Muslim dan kelompok Islam militan meminta para pengikutnya untuk membalas dendam.

Hukum Islam secara umum melarang penggambaran Nabi apa pun, bahkan yang menguntungkan, karena khawatir hal itu dapat mengarah pada penyembahan berhala.

PET mengatakan ketiga pria tersebut menghadapi dakwaan awal atas kepemilikan senjata api ilegal dan “diduga sedang dalam proses mempersiapkan aksi teroris.” Badan tersebut tidak memberikan rincian apa pun tentang dugaan target tersebut.

“Penyelidikan akan menentukan apakah potensi ancaman teroris dapat diatasi dan dicegah dengan penangkapan tersebut,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Biaya pendahuluan hanya selangkah lebih pendek dari biaya formal.

Kedua pria tersebut akan menjalani sidang penahanan pada hari Sabtu, kata juru bicara kepolisian Kopenhagen Svend Foldager. Dengar pendapat semacam ini seringkali merupakan sesi tertutup dalam kasus-kasus terorisme.

PET tidak bersedia mengatakan apakah para tersangka merupakan anggota jaringan teroris tertentu dan juga menolak berkomentar apakah penangkapan tersebut ada hubungannya dengan peringatan satu tahun kematian Osama bin Laden pada 2 Mei.

Pakar terorisme Petter Nessar dari Institut Penelitian Pertahanan Norwegia mengatakan: “Denmark telah mengalami peningkatan ancaman sejak kartun tersebut dipublikasikan pada tahun 2005, dan terdapat beberapa rencana teroris, terutama terhadap Jyllands-Posten. Entah itu polanya atau tidak. ini terkait dengan kematian Osama Bin Laden, tidak mungkin untuk mengatakannya berdasarkan informasi yang tersedia.”

Empat warga Swedia telah diadili di Denmark karena merencanakan penembakan besar-besaran pada bulan Desember 2010 terhadap kantor Jyllands-Posten di Kopenhagen.

Pada bulan Mei, Lors Doukayev, kelahiran Chechnya, dijatuhi hukuman 12 tahun penjara karena menyiapkan bom surat yang meledak di sebuah hotel di Kopenhagen pada tahun 2010. Doukayev, seorang warga Belgia berusia 25 tahun, terluka saat menggunakan perangkat tersebut, yang juga diyakini ditujukan untuk Jyllands-Posten. Tidak ada orang lain yang terluka.

Pada bulan Februari tahun lalu, pengadilan Denmark memutuskan seorang pria Somalia bersalah atas terorisme karena menerobos masuk ke rumah salah satu kartunis Nabi, Kurt Westergaard, dengan kapak. Artis tersebut lolos tanpa cedera dengan mengunci dirinya di ruang panik. Pria Somalia itu dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara.

sbobet88