Dinosaurus yang ditemukan di Afrika Selatan berkerabat dengan dinosaurus Argentina, demikian temuan para peneliti

Penemuan baru di Afrika Selatan memberikan gambaran tentang pohon keluarga dinosaurus yang pernah tersebar di dua benua, ketika Afrika dan Amerika Selatan masih merupakan satu daratan.

Sefapanosaurus yang baru diidentifikasi termasuk dalam kelompok dinosaurus yang secara genetik terkait dengan Sauropoda, yang juga merupakan ayah dari dua spesies yang berkeliaran di Argentina sekitar 200 juta tahun lalu.

Menariknya, para ahli paleontologi tidak membuat penemuan mereka di ladang berdebu di Afrika Selatan, namun dalam koleksi fosil besar di Universitas Wits di Johannesburg. Tulang-tulang tersebut sebenarnya ditemukan pada tahun 1930-an dan diyakini merupakan dinosaurus yang sama sekali berbeda bernama Aardonyx.

Peneliti utama Alejandro Otero menjelaskan bahwa Sauropoda, yang dikenal dengan leher panjang dan kepala kecil, termasuk Sefapanosaurus dan Aardonyx, yang ditemukan di Afrika Selatan, serta Mussaurus dan Leonerasaurus yang berbasis di Argentina.

“Dinosaurus dari kedua benua bukanlah spesies yang sama,” kata Otero kepada Fox News Latino melalui email. “Mereka terkait karena pada akhir Trias dan awal Jurassic (saat dinosaurus ini hidup), Amerika Selatan dan Afrika bersatu dan menjadi bagian dari superbenua Pangea (bersama India, Australia, dan Antartika), sehingga dinosaurus berkeliaran dari satu sisi benua ke sisi benua lainnya,” ujarnya.

Ketika Amerika Selatan dan Afrika terpecah pada periode Kapur, kata Otero, perpecahan yang terjadi memungkinkan dinosaurus untuk berdiferensiasi dan berevolusi secara mandiri, namun tetap mempertahankan asal usul yang sama.

Para peneliti mempublikasikan temuan mereka minggu ini di Jurnal Zoologi Masyarakat Linnaean jurnal.

Alejandro Otero dan timnya mampu membedakannya setelah melihat adanya tulang bersilang di pergelangan kaki yang belum pernah terlihat sebelumnya. Mereka menamakannya Sefapanosaurus, dari kata Sesotho ‘sefapano’, yang berarti “salib”.

“Sefapanosaurus merupakan anggota dari daftar dinosaurus sauropodomorph transisi yang terus bertambah dari Argentina dan Afrika Selatan yang semakin memberi tahu kita bagaimana mereka melakukan diversifikasi,” kata Dr. Jonah Choiniere, salah satu penulis penelitian tersebut, dalam sebuah pernyataan.

“Hal ini juga memberi kita harapan bahwa ini adalah awal dari banyak proyek penelitian paleo kolaboratif antara Afrika Selatan dan Argentina yang dapat menghasilkan lebih banyak penemuan luar biasa,” tambahnya.

Sukai kami Facebook
Ikuti kami Twitter & Instagram


Pengeluaran SGP hari Ini