DNA kuno memberikan gambaran sekilas tentang nenek moyang penduduk asli Amerika

DNA dari seorang bayi yang meninggal di Alaska sekitar 11.500 tahun yang lalu memberikan para ilmuwan pandangan terbaik mengenai genetika nenek moyang penduduk asli Amerika saat ini.

Dengan memecahkan kode DNA lengkap bayi tersebut, para peneliti memperkirakan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah leluhur penduduk asli Amerika modern dan masyarakat adat Kanada serta Amerika Tengah dan Selatan.

Pakar mengatakan bahwa meskipun penelitian baru ini tidak secara radikal mengubah garis besar pemikiran para ilmuwan, penelitian ini memberikan lebih banyak rincian dan bukti yang lebih baik daripada yang tersedia sebelumnya.

Bayi perempuan itu dimakamkan sekitar 50 mil tenggara Fairbanks, dan jenazahnya adalah yang paling awal diketahui di bagian utara Amerika Utara, kata antropolog Universitas Alaska Fairbanks, Ben Potter. Dia melaporkan analisisnya bersama orang lain dalam sebuah makalah yang diterbitkan Rabu oleh jurnal Nature.

Orang Amerika pertama adalah keturunan Asia, dan mereka mencapai Dunia Baru melalui Beringia, sebuah jembatan darat yang sekarang terendam yang menghubungkan Asia ke Alaska. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mereka mengikuti garis pantai Beringia dan pantai Pasifik saat mereka menyebar ke Amerika setidaknya 15.000 tahun yang lalu.

Makalah baru ini mendukung teori bahwa para migran dari Asia menghabiskan ribuan tahun dalam isolasi, baik di Beringea atau Asia, sebelum memasuki benua Amerika. Selama waktu itu, mereka mengembangkan tanda genetik unik yang kini ditemukan pada penduduk asli Amerika.

DNA yang dianalisis oleh Potter dan rekan-rekannya berasal dari tulang tengkorak. Jenazah bayi tersebut, beserta sisa janinnya, ditemukan pada tahun 2013 di sebuah lubang melingkar yang menunjukkan tanda-tanda penguburan ritual. Janin itu berkerabat dengan bayinya, mungkin sepupu, tetapi mengandung terlalu sedikit DNA untuk dianalisis secara lengkap.

Dengan membandingkan detail genetik bayi tersebut dengan genom dari populasi lain, para peneliti dapat memperkirakan waktu terjadinya peristiwa penting dalam sejarah leluhur penduduk asli Amerika saat ini. Misalnya, mereka menghitung bahwa nenek moyang menyelesaikan pemisahan mereka dari orang Asia sekitar 25.000 tahun yang lalu.

Nenek moyang gadis Alaska menyimpang dari kelompok ini sekitar 20.000 tahun yang lalu. Oleh karena itu, DNA-nya memungkinkan gambaran sekilas tentang populasi kuno yang kemudian menjadi masyarakat adat saat ini, kata Jennifer Raff dari Universitas Kansas, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Banyak penelitian di bidang ini didasarkan pada DNA, yang hanya menceritakan tentang nenek moyang dari pihak ibu seseorang, katanya. Genom yang lengkap lebih informatif dan memungkinkan para ilmuwan lebih percaya diri dalam perkiraan waktu mereka, katanya.

uni togel