Gas rumah kaca yang kuat menjadi fokus pertemuan iklim global

Gas rumah kaca yang lebih kuat daripada karbon dioksida menjadi fokus pertemuan global minggu ini di Afrika. Para ahli mengatakan pengurangan hidrofluorokarbon, atau HFC, adalah cara tercepat untuk mengurangi pemanasan global. Amerika Serikat adalah salah satu negara yang ingin dunia segera menghentikan penggunaan HFC, dan Menteri Luar Negeri John Kerry akan tiba pada hari Kamis untuk mendorong tercapainya kesepakatan. Berikut adalah gambaran potensi perjanjian iklim global yang digambarkan oleh Dewan Pertahanan Sumber Daya Nasional sebagai “pencapaian perlindungan iklim terbesar di dunia setelah Paris.”

___

INI BUKAN TENTANG LAPISAN OZON

Lapisan ozon telah pulih selama beberapa waktu berkat perjanjian global yang dikenal sebagai Protokol Montreal. Pada tahun 1987, negara-negara yang prihatin dengan ditemukannya lubang besar pada lapisan ozon di Antartika menandatangani perjanjian yang akhirnya mengakhiri penggunaan klorofluorokarbon, yang pada saat itu digunakan dalam lemari es dan aerosol seperti hair spray. HFC diperkenalkan untuk menggantikan CFC, dan para ilmuwan baru kemudian menyadari bahwa mereka mempunyai dampak yang kuat terhadap pemanasan global. Meskipun HFC tidak merusak lapisan ozon, kemampuannya dalam memerangkap panas yang memancar dari bumi ratusan atau ribuan kali lebih kuat dibandingkan karbon dioksida. Program Lingkungan PBB mengatakan bahwa pengurangan HFC berdasarkan perjanjian tersebut dapat mengurangi pemanasan global sebesar 0,5 derajat Celcius pada akhir abad ini dan kelompok lingkungan hidup mengatakan langkah ini penting untuk memenuhi tujuan Perjanjian Paris mengenai perubahan iklim.

___

DIMANA AS DAN CINA SAMA

Amerika Serikat dan Tiongkok mempunyai permasalahan yang sulit, namun dua negara penghasil polusi terburuk di dunia ini telah berupaya untuk memerangi perubahan iklim. Kedua perusahaan kelas berat ini sepakat pada tahun 2013 untuk mencapai kesepakatan untuk menghapuskan HFC, yang digunakan dalam AC, lemari es, dan busa isolasi. AS dan Tiongkok menyerukan pertemuan negara-negara minggu ini di Kigali, Rwanda, untuk memperluas Protokol Montreal dengan memasukkan HFC. Mereka juga menginginkan kesepakatan mengenai “tanggal pembekuan awal” ketika negara-negara harus membatasi penggunaannya. AS dan India, negara dengan polusi terburuk ketiga di dunia, juga sepakat untuk mencoba menggunakan perjanjian tersebut untuk menghapuskan bahan kimia tersebut secara bertahap.

___

ANCAMAN YANG SANGAT MENDESAK SEPERTI EKSTREMIS?

HFC disebut-sebut sebagai polutan iklim dengan pertumbuhan tercepat di dunia, meskipun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan karbon dioksida. Pertumbuhan ini terjadi karena semakin banyak orang di negara-negara berkembang yang mempunyai cukup uang untuk membeli perangkat. Bulan lalu, Kerry mengatakan HFC saat ini mengeluarkan polusi sebanyak 300 pembangkit listrik tenaga batu bara. Pada pertemuan iklim internasional pada bulan Juli yang dihadiri negara-negara anggota Protokol Montreal, Kerry menekankan pentingnya memerangi perubahan iklim, dan mengatakan bahwa hal ini sama berbahayanya dengan ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS dan kelompok ekstremis lainnya, atau bahkan lebih berbahaya.

___

AFRIKA, KELINCI NEGARA PULAU

Negara-negara kepulauan kecil dan negara-negara lain, termasuk banyak negara di Afrika, yang menyatakan bahwa mereka menghadapi ancaman terbesar akibat perubahan iklim, mendorong tindakan terhadap HFC, dan segera. Pada pertemuan Negara-negara Pihak pada perjanjian tersebut pada bulan Juli, banyak negara memutuskan untuk membatasi pertumbuhan HFC pada tahun 2021. Tiongkok dikatakan akan memilih untuk melakukan hal yang sama pada akhir dekade ini, dan India akan segera mengakhirinya atau bahkan setelahnya. Kapanpun waktunya, negara-negara kurang berkembang mencari bantuan dari negara-negara kaya untuk membantu mereka melaksanakan perjanjian tersebut.

Keluaran SGP