Imigran ilegal dari Venezuela menembak 2 petugas polisi NYC saat pengejaran di Queens, kata pihak berwenang

BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!

Dua petugas polisi Kota New York ditembak Senin pagi saat mengejar seorang tersangka, yang menurut pihak berwenang adalah seorang imigran ilegal dari Venezuela, saat menyelidiki pola perampokan yang melibatkan tersangka dengan sepeda motor.

Penembakan itu terjadi sebelum pukul 01:45 di persimpangan 89th Street dan 23rd Avenue di lingkungan Elmhurst di Queens.

Kedua petugas tersebut, yang merupakan bagian dari Unit Keamanan Umum Polsek 115, berusaha menepikan seorang tersangka laki-laki yang mengendarai skuter dengan cara yang salah ketika tersangka mulai melarikan diri dengan berjalan kaki. Saat terjadi kejar-kejaran, tersangka menembak ke arah dua petugas, yang kemudian membalas tembakan.

Seorang petugas tertembak di bagian perut rompi anti peluru, sedangkan petugas lainnya tertembak di bagian kaki. Kedua petugas dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi stabil dan diperkirakan pulih.

KOTA BIRU MENGINGAT STATUS ‘SANCUTY’ DI TENGAH BANJIR MIGRAN

Dua petugas polisi Kota New York yang ditembak oleh seorang imigran gelap di Queens, New York Senin pagi disambut oleh rekan-rekan petugas saat mereka keluar dari rumah sakit pagi itu. (FOX5 New York NYW)

“Setiap hari warga New York tidak memakai ini,” Walikota New York Eric Adams mengatakan pada konferensi pers dari Rumah Sakit Elmhurst sambil memegang rompi antipeluru milik petugas yang terluka dan menunjuk ke lubang peluru di bagian depan.

Walikota New York Eric Adams memegang rompi antipeluru petugas yang terluka yang menyelamatkan nyawa petugas tersebut. (NYPD)

“Inilah yang kami perjuangkan setiap hari,” kata Adams, menyebut penembakan itu sebagai “tindakan kekerasan yang tidak masuk akal” dan “pengabaian total terhadap kehidupan.”

Tersangka dibawa pergi oleh NYPD.

Tersangka dibawa pergi setelah salah mengendarai skuter bermotor dan menembaki petugas saat terjadi kejar-kejaran di New York City, Senin pagi. (Dakota Santiago/FreedomNewsTV)

Tersangka tertembak di pergelangan kaki kanannya dan juga dibawa ke rumah sakit. Polisi mengatakan senjata api yang digunakan tersangka dalam penembakan itu milik ilegal.

senjata ilegal yang digunakan untuk menembak dua petugas

Polisi mengatakan senjata api yang digunakan dalam penembakan itu ditemukan di lokasi kejadian. (NYPD)

Tersangka telah diidentifikasi sebagai Bernardo Raul Castro Mata, seorang pria berusia 19 tahun dari Venezuela, yang menurut polisi memasuki negara itu secara ilegal melalui Eagle Pass, Texas, pada Juli 2023. Sumber NYPD mengatakan kepada Fox News bahwa Castro Mata dibebaskan di Texas dengan tanggal persidangan yang akan datang, namun malah meninggalkan daerah itu dan melakukan perjalanan ke New York City.

Castro Mata tinggal di bekas hotel Courtyard Marriott di Queens yang sekarang digunakan sebagai tempat penampungan migran, menurut polisi.

Meskipun Castro Mata belum pernah ditangkap sebelumnya di New York City, polisi mengatakan dia adalah tersangka dalam beberapa pola perampokan di dalam dan sekitar New York, dengan beberapa insiden terbaru terjadi di Queens.

Tersangka ditangkap, duduk di lantai dan dikelilingi oleh NYPD.

Tersangka ditahan setelah dia menembak dua petugas penegak hukum di New York City. (Dakota Santiago/FreedomNewsTV)

Castro Mata dituduh mencuri dompet, dompet dan barang-barang lainnya sebelum melaju kencang dengan sepeda motornya.

Menurut sumber tersebut, kedua petugas NYPD mengenali Mata pada Senin pagi dan mencoba menghentikannya dengan skuter sebelum penembakan terjadi.

Polisi mengatakan bahwa satu petugas yang terluka telah mengabdi di departemen tersebut selama 5 tahun, sementara petugas lainnya yang terluka telah bertugas selama lebih dari dua tahun.

Penembak di tanah.

Tersangka meninggalkan skuternya dan memimpin petugas mengejar dengan berjalan kaki di New York City. (Dakota Santiago/FreedomNewsTV)

Patrick Hendry, presiden Asosiasi Kebajikan Polisi New York, mengatakan kedua petugas tersebut “mempertaruhkan nyawa mereka untuk menjaga keamanan warga New York.”

“Satu-satunya petugas polisi yang tertembak berjaket itu lebih mementingkan rekannya, menyelamatkan nyawanya, mendapatkan tourniquet,” kata Hendry saat konferensi pers. “Itulah yang dilakukan para mitra di NYPD; mereka saling menyelamatkan nyawa.”

Kedua petugas tersebut keluar dari rumah sakit pada Senin pagi dan mendapat sorakan dari rekan-rekan petugas mereka.

Senjata yang digunakan tersangka tergeletak di lantai.

Senjata api yang digunakan tersangka dikumpulkan sebagai barang bukti oleh polisi setelah tersangka menembaki dua petugas polisi di New York City. (Dakota Santiago/FreedomNewsTV)

Skuter dan sepeda motor digunakan di seluruh kota untuk melakukan kejahatan, termasuk penembakan, perampokan dan perampokan telepon, menurut polisi. Pihak berwenang mengatakan pola-pola ini telah mengalami peningkatan dramatis dalam periode tiga tahun.

KLIK UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI BERITA FOX

Sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2022, polisi menyatakan tidak ada pola perampokan yang melibatkan skuter. Pada periode yang sama tahun 2023, pola tersebut meningkat menjadi 20. Sejak 1 Januari hingga 1 Juni 2024, polisi menyebut ada lebih dari 80 kejadian serupa.

Alexis McAdams dari Fox News berkontribusi pada laporan ini.

slot