Indonesia melihat protes setelah gubernur Kristen dipenjara karena fitnah Al -Qur’an

Indonesia melihat protes setelah gubernur Kristen dipenjara karena fitnah Al -Qur’an

Pendukung Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, gubernur Kristen minoritas Jakarta, bertemu di luar penjara Indonesia pada hari Selasa setelah pengadilan menghukum gubernur dua tahun penjara karena mengganggu Al -Qur’an.

Sekitar 300 pendukung AHOK bertemu di depan penjara Cipinang di Jakarta Timur di mana gubernur diambil setelah hukumannya, menurut Jakarta Globe. Mereka meneriakkan slogan dan mengguncang gerbang penjara dengan frustrasi.

“Mereka ingin berdoa untuk Ahok,” kata kepala polisi Jakarta Timur kepada Suara.com.

Di luar pengadilan, para pendukung yang menangis bertemu dengan teriakan anggota kelompok Islam konservatif.

“Di sini kita melihat bahwa hakim menjadi perwakilan Tuhan, bahwa hakim mempertahankan keadilan,” Syamsu Hilal, anggota kelompok anti-menjabat yang dilaporkan Ahok ke polisi tahun lalu.

Menurut panel yang terdiri dari lima hakim, Ahok “secara meyakinkan bersalah atas penghujatan” dan telah memerintahkan penangkapannya. Ahok mengatakan dia akan mengajukan banding, tetapi tidak jelas apakah dia akan dibebaskan segera setelah banding sedang berlangsung.

Keputusan itu mengejutkan, karena negara itu memiliki reputasi untuk mempraktikkan bentuk Islam moderat. Jaksa juga merekomendasikan masa percobaan dua tahun, bukan penjara dua tahun.

Indonesia untuk membubarkan kelompok hizbut Islam yang keras

Enam bulan terakhir melawan Ahok melawan Ahok dan putusan Selasa adalah salah satu tanda yang semakin meningkat dari konservatisme agama yang meningkat di negara Muslim terpadat di dunia, yang secara tradisional dipandang sebagai benteng toleransi dan pluralisme di dunia Islam.

Kelompok -kelompok main hakim sendiri sering berusaha mencegah minoritas agama Indonesia mempraktikkan keyakinan mereka, dan komunitas gay negara itu telah menghadapi lonjakan penganiayaan selama dua tahun terakhir.

Kasus penistaan ​​adalah faktor penentu dalam kekalahan Ahok terhadap kandidat Muslim dalam pemilihan bulan lalu untuk Jakarta -Gubernor. Kelompok-kelompok Islam keras yang menentang fakta bahwa ia memiliki pemimpin non-Muslim untuk kota itu menggunakan persidangan untuk menarik ratusan ribu orang dalam protes anti-Ahok di Jakarta yang mengguncang pemerintah sentris Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Mesir: Anggota Ikhwanul Muslimin yang merencanakan teror sudah mati

Hukuman maksimum untuk penistaan ​​di mayoritas Muslim Indonesia adalah lima tahun penjara.

Ketua Pengadilan, Dwarso Budi Santiarto, mengatakan persidangan itu adalah penjahat murni dan pengadilan tidak setuju bahwa ada aspek politik dari kasus tersebut.

Dia mengatakan pernyataan Ahok selama kampanye pemilihan bahwa orang-orang tertipu jika mereka percaya bahwa Al-Qur’an melarang Muslim memilih non-Muslim, Islam yang dipermalukan dan dihina.

“Sebagai bagian dari masyarakat agama, terdakwa harus berhati -hati untuk tidak menggunakan kata -kata dengan konotasi negatif mengenai simbol agama, termasuk agama terdakwa sendiri,” katanya.

Pengacara Ahok Wayan Sudirta mengatakan ada “begitu banyak tekanan” sehingga Ahok akan dipenjara.

“Kami bisa memahaminya, tetapi kami tidak dapat menerima vonis. Itu sebabnya kami akan mengajukan banding,” katanya.

Associated Press berkontribusi pada laporan ini.

login sbobet