Ingin robot yang lebih kuat dan fleksibel? Lihatlah kuda laut dan ekornya

Ingin robot yang lebih kuat dan fleksibel?  Lihatlah kuda laut dan ekornya

Untuk mengungkap rahasia robot yang lebih kuat dan bertenaga, lihatlah makhluk laut yang kecil, sederhana, dan menyenangkan. Temuan baru yang diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa kuda laut dan ekornya dapat memberikan inspirasi bagi para insinyur untuk membuat robot yang lebih fleksibel dan tahan lama. Mengingat penelitian baru-baru ini yang menunjukkan bahwa pencitraan 3D persimpangan pabrik bisa menjadi kunci untuk membuat mobil dan mesin yang lebih ringan dan kuat, para ilmuwan semakin banyak menerapkan pembelajaran dari alam ke dalam teknologi, bergantung pada flora dan fauna purba dan organik di dunia untuk membantu. mempromosikan yang baru dan artifisial.

Rekan penulis studi, Ross Hatto dari Oregon State University mengatakan kepada Business Standard: “Insinyur manusia cenderung membuat benda-benda yang kaku sehingga mudah dikendalikan. Namun alam hanya membuat benda-benda cukup kuat untuk tidak pecah, dan kemudian cukup fleksibel untuk digunakan dalam jangka waktu yang luas. berbagai tugas. Oleh karena itu, hewan akan menginspirasi generasi robotika berikutnya.”

Ekor kuda laut merupakan prestasi alami yang mengesankan, dengan bentuk persegi yang relatif tidak biasa yang telah berevolusi selama jutaan tahun untuk menyediakan “mekanisme menggenggam yang hemat energi” yang memungkinkannya mempertahankan cengkeraman yang kuat pada rumput laut atau terumbu karang dan berlabuh di lautan. satu tempat sambil menunggu makanan lewat. Namun selain kekuatan dan stabilitas, ekor kotak juga menawarkan banyak fleksibilitas pada kuda laut, memungkinkan hewan tersebut bergerak dalam serangkaian putaran dan putaran tanpa meremas ekornya, yang lebih mudah kembali ke bentuk aslinya daripada ekor silinder. akan.

Untuk menguji perbedaan antara susunan persegi dan silinder, para ilmuwan merancang dan mencetak serangkaian pelat untuk meniru ekor kuda laut, menggunakan desain persegi berbentuk L untuk satu pelat, dan pelat bundar untuk pelat lainnya. Mereka kemudian mendorong dan memutar kedua struktur tersebut, dan menemukan bahwa pelat persegi jauh lebih mudah dikompres karena dapat bergerak satu sama lain, dan juga lebih responsif terhadap manipulasi, sehingga dengan cepat memantul kembali ke bentuk aslinya.

Hatton berkata, “Kami menemukan bahwa arsitektur persegi ini memberikan ketangkasan yang cukup dan ketahanan yang kuat terhadap predator, namun juga cenderung secara alami kembali ke tempatnya setelah dipelintir dan diubah bentuknya. Ini bisa sangat berguna untuk aplikasi robotika yang membutuhkan kekuatan, namun juga hemat energi dan mampu membungkuk dan memutar di ruang sempit.”

Penerapan penemuan baru ini sepertinya tidak ada habisnya, karena industri robotika terus mencari mesin yang lebih fleksibel dan tangguh. Dan dengan penelitian terbaru ini, nampaknya para ilmuwan kuda laut telah mengambil langkah lebih dekat untuk menyempurnakan perdagangannya.

sbobet88