‘Ini tidak masuk akal’: Kongres mengambil tindakan bipartisan setelah tur pejabat Kuba mengamankan sebagian bandara utama
BARUAnda sekarang dapat mendengarkan artikel Fox News!
PERTAMA DI FOX: Anggota parlemen Florida baik di DPR maupun Senat akan melarang pejabat dari negara-negara yang mensponsori teror untuk melihat area sensitif di bandara, menyusul kemarahan atas tur ke Bandara Internasional Miami yang dilakukan oleh pejabat rezim komunis Kuba.
Anggota DPR Carlos Gimenez, dari Partai Republik, dan Senator Marco Rubio, dari Partai Republik, memperkenalkan undang-undang di DPR dan Senat, yang pertama kali dilihat oleh Fox News Digital, yang akan melarang negara-negara yang ditunjuk sebagai negara sponsor terorisme untuk mengunjungi area sensitif di bandara. Hal ini akan mencegah Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) memberikan akses ke wilayah aman kepada pejabat pemerintah tersebut.
Sponsor bersama RUU ini adalah Perwakilan Debbie Wasserman Schultz, D-Fla., Mario Diaz-Balart, R-Fla., Jared Moskowitz, D-Fla., Maria Elvira Salazar, R-Fla., dan Senator Rick Scott, R-Fla.
‘RESOLUSI TERHADAP CEDERA’: PARA HUKUM FLORIDA MELARANG PEJABAT KUBA YANG MELIHAT WILAYAH AMAN DI BANDARA TERATAS
Rep Carlos Gimenez marah dengan tur Bandara Internasional Miami yang diberikan kepada pejabat Kuba. (Foto oleh Jeffrey Greenberg/Universal Images Group melalui Getty Images | Joe Raedle/Getty Images)
Pemberlakuan UU Bandara Aman Dari Musuh (SAFE) dilakukan setelah kunjungan pejabat Kuba pada bulan lalu. Berita CBS Miami melaporkan bahwa para pejabat mengatakan tur lima jam itu termasuk tur ke area sensitif bandara, pos pemeriksaan keamanan, dan area pemeriksaan bagasi.
Tur tersebut menuai kemarahan dari Partai Republik, serta beberapa Demokrat di negara bagian tersebut.
“Presiden Biden dan Menteri Mayorkas memberi agen rezim Castro akses ke fasilitas TSA sensitif kami di Bandara Internasional Miami. Keputusan yang menyedihkan dan berbahaya ini merusak keamanan nasional kami dan menempatkan penumpang pada risiko besar,” kata Gimenez dalam sebuah pernyataan.
“Tidak masuk akal Amerika menjadi tuan rumah bagi pejabat dari negara-negara yang saat ini ditunjuk sebagai negara sponsor terorisme. Kita harus memastikan bahwa pemerintahan ini tidak mengizinkan agen asing mengetahui langkah-langkah keamanan penerbangan kita yang bertujuan menjaga keamanan warga Amerika.” kata Rubio.
“Sebagai salah satu ketua Kaukus Demokrasi Kuba, saya sangat prihatin dengan ancaman yang ditimbulkan terhadap Florida dan keamanan nasional AS oleh para pejabat Kuba yang mengunjungi daerah aman di Bandara Internasional Miami,” kata Rep. Wasserman Schultz. “Saya bangga membantu memimpin rancangan undang-undang ini untuk melindungi warga Amerika dari pengawasan transnasional, penindasan dan terorisme, dan untuk melindungi dukungan kami yang berkelanjutan terhadap suara-suara pro-demokrasi yang menderita akibat kebrutalan rezim otokratis seperti Kuba, Venezuela dan Iran.”
Seorang juru bicara TSA mengatakan kepada Fox bulan lalu bahwa mereka “secara teratur bekerja dengan semua negara yang memiliki penerbangan langsung ke Amerika Serikat.”
Para pengunjuk rasa di Kuba menuntut makanan dan listrik seperti yang dikatakan Rubio bahwa bangsanya berada di ambang keruntuhan akibat politik marxis.
“TSA menjadi tuan rumah bagi pejabat pemerintah dan anggota komunitas penerbangan di bandara-bandara AS untuk mempromosikan postur keamanan penerbangan global yang kuat. Otoritas AS dan Kuba bersama-sama mengelola wilayah udara antara Kuba dan Amerika Serikat dan memastikan keselamatan dan keamanan para pelancong yang menggunakan bandara kami,” kata juru bicara tersebut. “Republik Kuba memiliki enam bandara keberangkatan terakhir dengan penerbangan langsung ke Amerika Serikat, dan oleh karena itu, TSA terus berupaya memperkuat kerangka keamanan dengan Kuba dan negara-negara Karibia lainnya.
Badan tersebut mengatakan para pejabat Kuba tidak memiliki akses terhadap teknologi atau sistem yang sensitif dan malah menerima gambaran umum mengenai operasi keamanan, termasuk peralatan yang dapat dilihat oleh siapa pun yang diperiksa, serta praktik terbaik sehingga Kuba dapat menerapkan tindakan serupa. Dikatakan juga bahwa Bandara Internasional Miami baru-baru ini menyambut pejabat dari Antigua, Barbados, Spanyol dan Brasil untuk kunjungan serupa dan kunjungan delegasi Kuba yang terakhir terjadi pada Agustus 2018.
PROTES BUAT DI SANTIAGO TENTANG PADAMNYA LISTRIK, KEKURANGAN MAKANAN KARENA KUBA DALAM KRISIS EKONOMI
Departemen Luar Negeri mengatakan kepada Fox News Digital bahwa pihaknya mengoordinasikan kunjungan dengan TSA sesuai dengan otoritas dan prosedur yang berlaku. Seorang juru bicara mengatakan bahwa Kuba mulai mengirim pejabat ke AS pada tahun 2011, setelah AS mulai melakukan penilaian terhadap bandara-bandara Kuba pada tahun 2003, dan kunjungan tersebut terus berlanjut hingga hari ini.
KLIK DI SINI UNTUK MENDAPATKAN APLIKASI FOX NEWS
Keamanan penerbangan jelas merupakan kepentingan nasional,” kata juru bicara tersebut. “Mengingat kedekatan Kuba dan adanya penerbangan langsung ke dan dari negara kita, pihak berwenang AS dan Kuba harus bekerja sama dalam upaya masing-masing untuk menjamin keselamatan dan keamanan para pelancong di bandara. Seperti yang telah berulang kali kami sampaikan, kami akan terlibat dengan pemerintah Kuba jika hal tersebut merupakan kepentingan nasional AS.”